Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 121


__ADS_3

Magda menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan, ia menatap kearah Soraya yang mulai sedikit tenang dengan isak tangis yang mereda. Kemudian Magda meminta Soraya untuk merilekskan tubuh dan pikirannya dengan merebahkan punggungnya pada badan kursi dengan mata yang terpejam.


" Apa yang menimpamu saat ini merupakan bukan kesalahan mu, Ingat Soraya bukan kesalahanmu." Ucap Magda menekankan berkali-kali.


" Karena kamu sangat tahu betul kondisi pasien sebelum kamu melalukan operasi bersama team mu." Lanjut Magda. Ia berulang kali menekankan kalimat yang sangat memberi Soraya pemahaman akan apa yang terjadi sudah menjadi kehendak sang pemilik hidup. Ia meninggalkan Soraya yang sudah tenang kala mengingat kembali perjalanan dari awal sampai akhir peristiwa itu. Ia pun menghampiri James di ruangan sebelah.


" Bersabarlah untuk selalu menemani calon istri mu, berikan dukungan dan kekuatan mu sebagai bentuk cinta kasih kalian. Calon istrimu benar-benar sangat rapuh saat ini. Namun aku akan berusaha semampu ku." Magda menepuk pundak James yang tersenyum tipis kearahnya.


Hari pertama bersama Psikolog, Soraya mampu untuk mulai membuka suara dan sedikit berbicara dengan Mommy Irena dan Daddy Leo saja. Karena menurut Soraya, mereka berdua merupakan sosok pengganti kedua orang tuanya dan cukup membuatnya sedikit nyaman.


Hari kedua, ketiga, keempat dan ke sepuluh pun, Soraya dan Magda masih melakukan sesi tanya jawab lagi seputar kegelisahan yang belum sepenuhny hilang dari mimpi-mimpi Soraya atas peristiwa itu. Ketakutan dan penyesalan yang mendalam menjadikan Soraya susah untuk segera bangkit dari keterpurukannya.


Magda meminta maaf pada Daddy Leo dan Mommy Irena jika waktu dua minggu yang diminta untuk memulihkan Soraya sepertinya akan mengalami kesulitan dan tentunya memakan waktu yang lama.


" Apa kami harus menyerah dengan keadaan ini." Sesal Mommy Irena karena Magdalena harus kembali ke Negara nya setelah dua minggu.


" Bukan menyerah Irena, lebih tepatnya kalian harus lebih bersabar lagi dan berusaha memahami Soraya." Balas Magdalena.


" Iya Magda, apa kamu tidak bisa memperpanjang waktu mu disini menemani Soraya?." Tanya Daddy Leo.


Magda menggeleng cepat, karena ia juga sudah meninggalkan banyak pasien di Negaranya." Maaf Leo, aku tidak bisa. Untuk membuat Soraya kembali pulih dan sembuh seutuhnya. Paling sebentar untuk menyebuhkan Soraya memakan waktu satu sampai dua tahun. Karena setiap orang memiliki cara pandang terhadap masalah yang sedang menimpanya."


" Jadi aku sarankan untuk membawa Soraya jauh dari tempat yang mengingatkannya terhadap peristiwa itu. Nanti Soraya bisa kembali lagi kesini setelah ia sembuh dan berdamai dengan masa lalunya." Lanjut Magda lagi. Ia pun sangat menyesalkan dirinya yang tidak bisa membantu keluarga Daddy Leo lebih banyak lagi. Namun ia pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Dan kini, dua Minggu itu pun sudah berlalu bahkan kini sudah lewat dua hari. Pernikahan pun batal digelar, mengingat kondisi Soraya yang tidak memungkinankan. Soraya benar-benar merapatkan kembali hati dan bibirnya serta kembali tenggelam dalam masalah yang sudah lalu. Bahkan Dokter Justin sudah bisa kembali bekerja di rumah sakit itu lagi dengan terhormat.


James tidak masalah kalau pernikahannya batal di gelar karena ia juga lebih menginginkan dan mementingkan kesembuhan untuk Soraya. Walau ia sungguh sangat takut kehilangan Soraya, tapi iya itu lah kenyataannya hari dua hari kemarin setelah melewati tanggal rencana pernikahan keduanya.


Mommy Stella pada akhirnya pun tahu tentang putri kecilnya yang sedang terpuruk saat ini. Tapi ia berusaha ikhlas untuk menerima dan menghadapi masalah ini.


" Leo, Irena karena kondisi Soraya yang jauh dari kata baik, sehat, normal dan stabil, dengan usaha kalian yang sungguh luar biasa, maka dengan berat hati aku akan membawa pulang Soraya ke kampung halaman suami ku. Aku tetap akan memberikan pengobatan semaksimal mungkin disana." Jelas Mommy Stella yang sudah dua hari berada di rumah Gilbert dan melihat Magda bekerja pada Putrinya.


" Aku sudah menganggap Soraya seperti putri ku sendiri dan aku pun sangat menyayanginya. Kenapa kita tidak memberikan pengobatan disini bersama-sama pada Soraya. Aku ingin menjadi dari bagian kesembuhan untuk Soraya, sebagaimana dulu Soraya berada disisi kami dalam membantu penyembuhan Jason, dan selalu menyemangati kami sekeluarga. Tolong jangan lakukan itu Stella, jangan membawa Soraya pergi dari rumah ku, ini rumah Soraya dan sampai kapan pun akan menjadi rumahnya." Isak tangis Mommy Irena disela-sela ucapannya. Ia benar-benar tulus menyayangi Soraya. Katakan lah Soraya tidak berjodoh dengan kedua putranya, tapi tetap menginginkan Soraya menjadi Putrinya juga.

__ADS_1


" Iya Stella kita bisa mencari Dokter hebat lainnya dan kita akan bersama-sama menjaga, menemani Soraya dalam melewati masa sulitnya sekarang ini. Dan kami pun sangat menyayangi Soraya." Daddy Leo menambahkan mencoba memberi pengertian pada Mrs. Stella untuk tetap berada didekat dan bersama mereka untuk Soraya.


Oma Grace, James, Jason dan Ayu pun memberikan suaranya untuk meminta Soraya tetap dalam pengawasan mereka.


Namun sepertinya keinginan Mrs. Stella sudah sangat bulat dan tidak bisa untuk diganggu gugat lagi. Dengan berat hati, terpaksa harus merelakan Mrs. Stella membawa pergi Soraya dalam hidup mereka. Namun Mrs. Stella berjanji akan selalu mengabari setiap perkembangan Soraya pada keluarga Gilbert. Tidak lupa ia juga mengucapkan beribu terima kasih dan maaf bersamaan karena ini ia lakukan semata-mata demi Soraya.


Dan pada akhirnya mereka pun menerima dan menghormati apa yang dilakukan oleh seorang Ibu untuk putri tersayangnya.


Sebelum Soraya dibawa persi oleh Mrs. Stella mulai dari Jack, John, Ayu dan Jason berpamitan pada Soraya dan mereka mengabadikannya dalam sebuah video yang sengaja di rekam oleh mereka.


Mommy Irena, Daddy Leo, Oma Grace dan James pun melakukan hal yang sama, mereka mengabadikan kebersamaan mereka untuk yang terakhir kalinya.


Rasa haru, sedih, kehilangan dan hampa mereka rasakan saat Mrs. Stella benar-benar membawa Soraya dalam sebuah Mobil yang akan membawa mereka ke Bandara.


James memeluk Daddy Leo ketika mobil yang membawa Soraya hilang dari pandangannya.


" Bersabarlah James, Soraya akan kembali pada mu jika sudah ditakdirkan untuk mu. Tapi jika bukan, maka kamu harus rela mengikhlaskannya." Ucap Daddy Leo bijak.


" Apa Bibi Soraya akan pergi jauh dari kita dan tidak akan kembali lagi kesini Mommy, Daddy?." Tanya Jack.


John pun merajuk minta di gendong pada punggung Jason.


" Aku juga sangat menginginkan Bibi Soraya kembali lagi kesini. Sama seperti Papa." Sahut John sehingga membuat semua orang kembali mengukir senyum pada wajah sendu mereka.


" Dengar James, bahkan kamu harus bersaing dengan keponakanmu sendiri." Ucap Jason pada James.


James mengambil alih John dari punggung Jason dan menggendongnya dengan sangat erat.


" Baiklah John kita akan menunggu Bibi Soraya bersama-sama." Balas James mengecup gemas pipi John.


" I Love You Honey, Ayu Puspita Gilbert."


" I Love You to Honey, Jason Gilbert."

__ADS_1


" Terima kasih sudah menjadi teman hidup, teman tidur, teman susah dan teman duka. Aku sangat beruntung memiliki mu dalam hidup ku ini."


Jason melabuhkan ciuman hangat pada kening, hidung dan berlabuh pada bibir merah merekah Ayu. Keduanya saling berciuman beberapa saat yang pada akhirnya saling memeluk erat sambil tangan Jason mengusap perut buncit Ayu.


Kesedihan dan kebahagiaan datang silih berganti pada kehidupan seseorang. Semuanya sudah berada pada tempatnya masing-masing. Pertemuan dan perpisahan hal biasa menjumpai mereka yang masih hidup dan sebagai makhkuk sosial untuk pernah terikat satu sama lain dan terlepas disaat yang bersamaan. Jadi bersyukurlah dengan apa pun yang kita miliki saat ini.


***** Tamat *****


Terima kasih untuk kawan-kawan yang selalu memberikan dukungannya dalam bentuk apa pun. Semoga kebaikan dari kalian akan kembali pada kalian lagi. Aamiin.


Untuk kisah Ayu dan Jason saya cukupnya sampai disini. Tidak semua orang harus berakhir bahagia, Happy Ending. Karena disini Pemilik cerita "Teman Tidur Tuan Jason Gilbert."


Terima kasih banyak, sehat selalu untuk kalian semua 🙏🥰.


Mampir juga di karya yang lain :




Cinta Tuan Alex ( Tamat ).




Suami ke dua ( On Going ).




Cinta Karena Perjodohan ( On Going ).

__ADS_1




__ADS_2