
Pandangan Jason mulai kabur, saat melihat Lyra yang berdiri dihadapannya seolah sedang melihat Ayu.
" Sayang "
Jason tersadar saat panggilan sayang yang disematkan untuknya, itu bukan milik dan suara Ayu.
Deg
" Lyra " Gumam Jason yang sudah ingin menerkam Lyra dengan tampilan Naked dihadapannya. Jika saja Jason tidak cepat berpikir sehat.Tapi dalam kondisi tidak baik seperti ini akal sehatnya sudah terganti dengan hasrat dan gairahnya.
" Akh..." Jason begitu terbakar api gairah ketika jemari lentik Lyra bermain diarea dada bidangnya.
Jason memejamkan matanya menikmati aliran kenikmatan yang menjalar diseluruh aliran darahnya.
Lyra tidak membuang kesempatan emas yang dimilikinya. Ia menyatukan bibir dan tubuh mereka bersamaan.
.
.
Sedangkan ditempat lain, lebih tepatnya rumah kediaman Ayu. Terlihat kepanikan dalam raut wajah cantiknya. Dimana ponsel Jason masih tersambung denganya, namun tidak ada suara sama sekali. Ayu sudah memanggil nama suami nya berkali-kali tapi tetap tidak ada jawaban.
" Pak Agas " Teriak Ayu diiringi langkah kedua kaki nya terayun menaiki anak tangga dimana kamar Agas berada.
Agas pun yang selalu standby langsung mendatangi asal arah suara.
" Iya Nyonya ada apa?. Hati-hati! " Tanya Agas.
" Tolong telepon Pak Anton! Apa Pak Anton sedang bersama Jason ? " Ucap Ayu khawatir.
Tanpa banyak bertanya apa pun, Agas langsung menghubungi No Pak Anton, namun setelah beberapa saat tidak ada jawaban. Agas pun mencobanya lagi, tapi sayang belum ada jawaban.
Ayu bercerita pada Agas sambil memperlihatkan ponselnya yang masih menyala tersambung dengan ponsel Jason,tapi tidak ada suara apa pun.
Agas mengotak-atik layar ponselnya, ia mencoba menghubungi Pak Wahyu dan Mrs. Rezer yang diketahuinya ikut menghadiri meeting di Pontianak. Tapi sayang kedua orang itu juga tidak ada yang menjawab teleponnya.
" Pak Agas bagaimana ? "Tanya Ayu tambah cemas saat melihat Pak Agas tidak berhasil menghubungi siapa pun yang otomatis belum mendapatkan kabar Jason saat ini.
" Iya Nyonya belum ada yang bisa saya hubungi " Jawab Agas.
" Sekarang Nyonya istirahat saja, biarkan saya mencari tahu semuanya. Nanti akan saya laporkan pada Anda " Ucap Agas meminta Ayu untuk istirahat dan membantunya menuruni anak tangga.
" Ada apa Yu teriak-teriak manggil Pak Agas?"Tanya Umi Ita yang kebetulan belum tidur.
" Ayu khawatir sama Jason Umi "Jawab Ayu sendu.
" Berdo'alah Yu, supaya suami mu baik-baik saja. Terhindar dari fitnah dan dosa, terhindar dari orang-orang jahat " Umi Ita berusaha menenangkan hati dan pikiran Ayu yang sudah berkelana kemana saja.
" Iya Mi " Jawab Ayu singkat.
__ADS_1
" Mi, bisa duduk disini bersama ku?"Tanya Ayu pada Umi Ita sambil menunjuk sofa yang ada di ruang keluarga.
" Iya ayo Yu, Umi ambilkan minum dulu ya ".
Ayu hanya mengangguk mengiyakan.
Abah pun ikut bergabung dengan Ayu dan Umi Ita di sana setelah Umi Ita tidak kunjung kembali ke kamar mereka.
Kini Ayu sudah merebahkan tubuh lelahnya dengan kepala yang berada diatas pangkuan Umi Ita. Tapi dengan pikiran yang tentunya tertuju pada sosok sang suami dan hati senantiasa mendo'akan untuk kebaikan sang suami.
Umi Ita dengan sabar dan rasa sayang mengusap kepala Ayu untu beberapa lama, sampai Ayu mulai perlahan memejamkan kedua matanya. Dengan kedua tangan berada diatas perut.
.
.
Jason hampir saja tergoda dengan hasratnya untuk menikmati tubuh Lyra yang kini sudah menempel sempurna tubuhnya, namun Jason berusaha melawannya dengan sisa kewarasannya demi Ayu dan Baby Twins.
Lyra hampir saja berhasil membawa Jason untuk memasuki dirinya dengan pisisi berdiri, namun dengan tiba-tiba Jason mendorong kuat tubuh Lyra, sampai ia tersungkur kebawah.
" Sayang aku hanya ingin membantu, itu saja, tidak lebih. Daripada kamu tersiksa seperti ini,lebih baik menikmati kebersamaan kita malam ini"Lyra berjalan berjongkok mendekati kaki jason kemudian ia mengusap lembut kedua kakinya.
" Menjauhlah Lyra!, Tinggalkan aku sendiri!, aku bisa mengatasinya sendiri. Pergilah! " Jason sedang berusaha melepaskan sentuhan tangan Lyra dari kakinya sampai berujung sebuah tendangan.
" Aww... " Pekik Lyra, karena bahunya yang terkena tendangan Jason sampai ia ambruk dilantai.
Lyra sudah tidak bisa bermain-main lagi dengan Jason, ia harus segera membuat Jason tidur bersamanya karena Jason masih bisa memberikan perlawanannya.
Bugh
Tubuh Jason sudah berada dibawah tubuh Lyra. Setelah Lyra mendorong dan menjatuhkan tubuhnya pada tubuh Jason.
Lyra mencium bibir Jason dengan sangat liar, sampai Jason ikut hanyut dalam perminan Lyra.
Kedua mata Jason terpejam kala tangan Lyra sudah mengurut lembut benda tumpul yang sudah On Fire.
" Tidak Ly " Jason dengan cepat mendorong tubuh Lyra yang berada diatas tubuhnya.
Dengan sempoyongan Jason mencari sesuatu yang bisa menghentikan kegilaan Lyra terhadap dirinya.
Semua tidak ada yang bisa membantu dirinya saat ini. Sampai pandangan dan pikirannya tertuju pada dinding kaca dan cermin yang memperlihatkan tubuhnya. Tidak akan mudah baginya untuk menghancurkan dinding kaca yang sangat tebal, karena tidak ada alat yang lebih keras untuk menguancurkannya.
" Sayang, sekarang kamu suka dengan permainan kasar ya? Ok mari kita lanjutkan !" Ucap Lyra sambil mendekat kearahnya,karena Jason bisa melihat dari pantulan cermin dihadapannya.
Jason sudah tidak bisa berpikir apa pun yang jelas Jason tidak ingin menyentuh Lyra demi alasan apa pun juga.
Jason langsung memukul cermin dengan kepalan tangan dan kepalanya dengan sekuat tenaga secara bersamaan saat Jason melihat Lyra semakin dekat dengan tubuhnya.
Prang
__ADS_1
" Jason " Lyra berteriak menyebut nama Jason dan berusaha mendekati Jason yang mulai dipenuhi tetesan darah pada wajah dan tangannya.
" Pakailah pakaian mu! jagalah tubuh mu untuk suami mu kelak, Maaf aku sudah menyakiti mu, tapi sungguh aku sangat memcintai istri ku dan kedua bayi ku " Ucap Jason disela sisa kesadarannya sebelum akhirnya jatuh kelantai tidak sadarkan diri.
" Tidak Jason, bangunlah! Jason " Lyra mengguncang tubuh Jason setelah ia memakai kimononya.
" Jason bangun, Jason ..."Teriak Lyra berusaha membangunkan Jason. Tapi Jason tidak bergerak sama sekali.
Lyra bergegas kekamar, mengambil ponselnya yang berada didalam tas kemudian ia menghubungi Erwin. Tapi sayang tidak mendapatkan jawaban. Ia semakin panik kala mengingat dirinya terkunci dengan sengaja dari luar.
" Akh sial, kemana Erwin? Aku tidak ingin Jason kenapa-napa? Aku tidak ingin Jason mati " Gumam Lyra dengan tubuh yang sudah bergetar.
" Sial, kenapa bisa begini?" Rutuk Lyra lagi saat tahu kabel telepon Jason diputus, bukan hanya dilepas. Sehingga ia tidak bisa memakainya.
" Akh iya Mrs. Rezer!" Gumamnya lagi sambil menghubunginya. Tapi sayang tidak ada jawaban juga.
.
.
" Honey " Ayu membuka kedua matanya, menatap kearah ponsel yang sudah terputus sambungan teleponnya.
.
.
.
Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( Ongoing ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih kawan 😊🙏.
__ADS_1