
Tok
" Tuan Jason "
Risa mengetuk pintu sambi memanggil Tuan Jason tapi belum ada sahutan dari dalam kamar. Namun Ia dengan senang hati duduk dikursi menunggu mereka keluar dengan sendiri. Ia pun ingin melihat penampakan Ayu bila dikamar bersama Tuannya.
Tidak berselang lama, pintu kamar terbuka. Namun bukan Ayu yang keluar melainkan Tuan Jason dengan kimono yang menutupi tubuhnya.
" Bawa kemari paper bagnya!"Jason mengulurkan tangannya.
" Ini Tuan Jason " Risa memberikan tujuh kantong paper bagnya.
Jason langsung balik badan, berjalan masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya.
Risa hanya menggigit jari melihat pintu kamar yang sudah dikunci Tuan nya.
" Baby, ini pakaian mu sudah datang "Jason membawanya ke Walk-in closet dan meletakkannya disana.
" Hemm "
Jason ikut kembali naik ketempat tidur.
" Satu kali lagi Baby " Jason hendak menyibak selimut yang masih menutupi tubuh polos Ayu.
" Honey... tadi sudah tiga kali, kenapa stamina mu kuat sekali? biarkan aku membersihkan diriku. nanti tidak enak kalau aku tidak membantu menyiapkan untuk makan siang "Ayu memegang kuat selimutnya supaya tidak terlepas.
" Ada Bibi Yuni yang menyiapkan semuanya Baby, kamu hanya tinggal menikmatinya saja"Jason tidak kalah kuat menarik selimut Ayu, sehingga tubuh polosnya sudah bisa dilihat. begitu banyak jejak pendakian disana, baik yang dilakukan beberapa hari yang lalu dan ditambah lagi dengan hari-hari sebelum ini.
Tanpa melakukan pemanasan lagi Jason langsung memasukkan lagi senjatanya. sampai suara Ayu tertahan memekik.
Tiga puluh menit percintaan mereka pun berakhir.kini Jason dan Ayu sudah berada dimeja makan. namun Oma Grace dan Mommy Irena belum bergabung dengan mereka.
" Bibi Yuni, bawakan makan siang kami ke kamar Oma Grace. kami akan makan di kamar saja"Teriak Mommy Irena melewati Ayu dan Jason.
Jason menggenggam tanga Ayu diatas meja makan sambil menggeleng pelan.
" Nyonya tidak makan siang bersama Tuan Jason?"Tanya Bibi Yuni heran.
" Tidak Bi, kami tidak terbiasa makan satu meja dengan pelayan ".
Deg
Bibi Yuni merasa tertampar dengan apa yang diucapkan oleh Nyonya Irena. Ia menatap Ayu yang sudah menundukkan kepalanya.
Bibi Yuni pun meninggalkan ruang makan dengan hati teriris sembilu. Bibi Yuni pun merasa kasihan dengan Ayu yang diperlakukan kurang baik oleh Ibu Mertuanya.
Ayu semakin mengeratkan pegangan tangannya.
__ADS_1
" Mommy "Suara Jason terdengar lirih. namun Mommy Irena masih bisa mendengarnya.
" Kalau Mommy tidak bisa menerima pernikahan kami, baiklah aku tidak akan memaksa. kami akan pergi dari sini !".
" Kenapa harus kamu pergi dari rumah mu sendiri?, kenapa bukan Ayu saja yang pergi dari sini? Adilkan!?".
" Mommy cukup! " Jason membawa Ayu pergi dari sana menuju kamarnya.
Sedangkan Mommy Irena duduk di kursi sambil menunggu Bibi Yuni menyiapkan makanannya.
Jason hanya mengambil tas kecil milik Ayu, ponsel dan kunci mobilnya.
" Kami pergi Mom, Maaf kan kami "Ucap Jason berjalan sambil merangkul Ayu.
" Pergilah! jika ingin melihat Mommy tiada "Ucapan Irena membuat langkah keduanya terhenti dan langsung membalikkan tubuhnya.
Deg
Jason dan Ayu melihat pisau yang sudah berada di tangan Mommy Irena.
Jason melepaskan rangkulannya, berlari menghampiri Mommy Irena dan berlutut dikedua kakinya.
Ayu hanya diam saja dengan air mata yang sudah berjatuhan dikedua pipinya.
" Jangan lakukan Mom, Please "Jason memohon dengan berusaha mengambil pisau dari tangan Mommy Irena.
" Tinggalkan Ayu, kembali lagi kesisi Mommy. Ceraikan Ayu! "
Deg
Ayu mencoba kuat berdiri dikedua kakinya tanpa bantuan Jason yang berjanji akan selalu berada disampingnya. dengan lelehan air mata yang tidak berhenti.
" Tuan Jason izin kan saya pergi! "Ucap Ayu dengan suara yang bergetar setelah mengahapus air matanya.
Jason menatap kedua mata Ayu yang seolah memintanya untuk memberi izin jika Ayu akan pergi dari hidup nya.
Jason menggeleng pelan. "Tetaplah berdiri disitu, kamu akan tetap menjadi istri ku selamanya ".
Jason sudah berhasil mengambil pisau dari tangan Mommy Irena.
" Maaf kan aku Mom, aku tidak bisa mengikuti keinginan Mommy "Jason memeluk erat Mommy Irena dengan sayang dan mencium pipinya.
" Mommy tentu sangat tahu jika aku sangat menyayangi kalian ".
" Aku akan sering datang berkunjung kesini Mom"Ucap Jason sambil memeluk Mommy Irena lagi.
Jason membawa Mommy Irena ke dalam kamar Oma Grace. dan Jason meminta Bibi Yuni untuk membawa Ayu kedalam kamarnya.
__ADS_1
" Bibi "Ayu menangis dalam pelukan Bibi Yuni setibanya didalam kamar.
Bibi Yuni pun membiarkan Ayu meluapkan kesedihannya sambil mengelus pucuk kepalanya dengan sayang.
" Jangan pernah bilang apa pun tentang Ayu dan rumah tangga Ayu pada Abah dan Umi. karena Ayu tidak ingin membebani mereka dengan masalah Ayu. dan untuk Bibi Yuni anggap saja tidak pernah melihat dan mendengar apa pun yang sudah terjadi di rumah ini ".
" Sabar ya Ayu. karena setiap orang berumah tangga akan memiliki kesusahan dan kesenangan yang berbeda-beda. Bibi Yuni berdoa semoga Nyonya Irena, Oma Grace dan Tuan Leo memberikan restunya untuk Ayu dan Tuan Jason".
Ayu mengangguk paham dengan apa yang dikatakan Bibi Yuni. bahwa rumah tangga akan menemukan kesulitan. sekarang tinggal bagaimana mereka bisa menyikapinya?.
" Dan Bibi janji tidak akan pernah cerita sama Abah dan Umi. Ayu bisa cerita apa saja pada Bibi Yuni seperti yang pernag Bibi Yuni bilang ke Ayu".
" Bi, bagaiman jika mereka tidak pernah memberikan restunya untuk kami? apa kami akan bahagia tanpa restu dari mereka? ".
Ayu merasa pesimis jika dilihat dengan kasat mata, Ayu tidak memiliki sesuatu yang bisa membuat mereka bisa menerimanya.
" Tuan Jason pasti sangat mengusahakan itu Ayu. Ayu bantu dengan doa saja. supaya mereka segera luluh hatinya dan menerima pernikahan kalian ".
" Bibi lihat, Tuan Jason sangat sayang sama Ayu. jadi Ayu harus percaya apa yang dilakukan Tuan Jason".
Ayu mengangguk pelan sambil mencerna setiap perkataan Bibi Yuni.
" Ayu belum makan, Bibi ambilkan ya? ".
Ayu menggeleng dengan cepat karena sebenarnya bukan hanya dirinya saja yang belum makan tapi suaminya juga.
" Ayu akan makan bersama Jason Bi ".
Bibi Yuni mengangguk paham.
Waktu sudah menunjukkan sore hari saat James, Celia dan Daddy Leo sampai di rumah. suasana rumah sangat sepi dari biasanya. Daddy Leo mengerti dengan perubahan itu karena ada sangkut pautnya dengan Ayu dan Jason.
" Dad "Panggil Jason dari menghampiri Daddy Leo.
Sedangkan James dan Celia langsung menaiki anak tangga.
" Mommy ada dikamar Oma?"
" Iya Dad"
" Dad, aku tidak bisa tinggal disini bersama kalian. untuk sementara aku akan membawa Ayu pergi. dan tolong jaga Mommy. aku akan sesekali datang berkunjung kesini ".
Daddy Leo mengangguk paham sambil menarik nafas dalam-dalam.
" Daddy akan bicara dengan Mommy dan Oma. baik-baik kamu saya Ayu ".
" Iya Dad terima kasih "Jason memeluk Daddynya.
__ADS_1