
Jason keluar dari kamar setelah Ayu tidur dan mulai tenang tidak histeris lagi. Dan semoga saja tidak terjadi lagi, karena Ayu belum melihat isi tubuhnya yang terdapat beberapa tanda kemerahan.
Sedangkan di luar kamar, Dokter Richad dengan setia masih duduk di ruang TV menunggu Jason yang sedang menenangkan Ayu.
" Istri mu sudah tenang? "Tanya Dokter Richad melihat kedatangan Jason dan duduk disampingnya.
Jason hanya mengangguk pelan.
" James yang sudah melecehkannya. Untung saja aku datang tepat waktu, jika tidak... "Ucap Jason menjeda kalimatnya dan melirih ke arah Dokter Richad.
Amarahnya tentunya saja masih berkobar didalam dada nya. Meski James saudara kandungnya, tapi tidak ada ampun untuk James yang hampir saja menodai istri tercintanya.
" Lalu apa yang akan kau lakukan?"Tanya Dokter Richad.
" Aku akan menjauhkan Ayu dari mereka untuk saat ini ".
" Lalu James sendiri? ".
" Pak Anton dan Agas yang akan menyelesaikannya ".
" Lalu bagaimana pesta pernikahan mu?".
" Biar mereka yang mengurusnya, karena itu bukan keinginan ku dan Ayu. Terpenting Ayu bisa kembali seperti dulu. tidak ketakutan seperti tadi".
" Iya aku turut prihatin ".
" Terima kasih ".
" Baiklah jika kau butuh bantuanku katakan lah. aku akan dengan senang hati membantu mu ".
" Hem ".
Dokter Richad pun akhirnya keluar dari unit Apartemen nya dan Jason kembali ke kamarnya ingin menemani Ayu dimasa tersulitnya.
" Baby... No... "Teriak Jason sambil berlari saat melihat Ayu menggosok kulitnya dengan handuk sehingga terlihat luka lecet di beberapa bagian pada tubuhnya.
Jason membawa Ayu dalam pelukannya, mengambil handuk dari tangannya lalu dilemparkannya sembarang.
" Kenapa tidak bisa hilang?, aku tidak ingin ada tanda orang lain di tubuh ku. tolong bantu aku menghilangkannya aku mohon "Ayu kembali histeris meraih handuk dan hendak mengosokkannya lagi.
" Baby dengar kan aku!, lihat aku! "Ucap Jason memegang wajah Ayu.
" Apa pun yang terjadi pada mu, tubuh mu, aku tetap mencintaimu, menghormatimu dan menyanyangimu Baby. Tidak akan ada yang berubah dan tidak ada yang bisa mengubah perasaan ku pada mu Baby ".
" Apa kamu tidak jijik pada ku?, tubuhku?karena pernah di sentuh pria lain? ".
Ayu menatap intens wajah Jason dengan air mata yang senantiasa membasahi pipinya.
" Tidak Baby, aku tidak merasakan apa pun karena kamu tetap sempurna tanpa cacat untuk ku. tolong lupakan kejadian tadi malam, buang yang jauh dari memori mu. lupakan semuanya, jangan kamu ingat lagi. buang jauh-juah dari hidup kita, yang ada hanya kebahagiaan kita Baby, Kita... "Ucap Jason mengecup kening Ayu beberapa saat untuk memberikannya ketenangan.
__ADS_1
Mereka saling memeluk dengan erat untuk beberapa saat. Sampai terdengar ponsel Jason yang bergetar tidak henti.
Ayu melihat layar ponselnya menyala, lalu Ayu melepaskan pelukannya "Angkatlah! siapa tahu penting ".
" Tidak, kamu yang lebih penting bagi ku Baby ".
Jason meyakini yang meneleponnya adalah salah satu anggota keluarganya. Pasti mereka kini sudah berada di rumah sakit dan sudah mengetahuinya, semoga saja mereka tidak terlibat.Jason sudah berpesan pada Pak Anton dan Agas untuk menyelesaikan James secepatnya.
" Tubuh ku lengket semua Baby, kita mandi bersama ya? "Ucap Jason sambil menggendong tubuh polos Ayu masuk ke kamar mandi.
Jason menurunkan Ayu dibawah guyuran air shower yang sudah menyala.
" Aku akan menghilangkan bekas sentuhan pria breng-sek itu dari tubuh mu "Ucap Jason mengusap rambut Ayu yang sudah terkena air dengan sempurna.
Dengan tatapan mata yang saling mengunci, Ayu sudah meraskan tangan kekar Jason yang sudah menyentuh beberapa titik daerah sensitivenya.
Menyentuhnya dengan lembut dan sudah sampai bermuara dilembah yang sangat basah. Sampai Ayu mau memejamkan matanya, namun sekelebat bayangan James hadir dihadapannya, sehingga Ayu mengeluarkan jari Jason dari tempat kesukaannya.
" Tenang Baby, ini aku sumai mu Jason ".
Ayu mengusap wajah tampan Jason yang sudah dialiri air shower.
" Jangan pejamkan mata mu!, sampai kamu benar-benar merasa nyaman dan yakin kalau aku yang sedang menyentuhmu. Dan kita sedang berusaha membuat Jason dan Ayu junior segera hadir diantara kita ".
Ayu hanya mengangguk patuh dengan kedua tangan yang memegang pinggang Jason.
Jason mencium setiap jejak yang ditinggalkan James pada tubuh Ayu, mengganti dengan jejaknya yang baru. dengan cara dan sensasi yang berbeda.
Jason tidak boleh kalah dengan orang yang ingin menghancurkan kebahagiaannya. Jason harus berusaha lebih kuat lagi di hadapan Ayu. untuk tetap berusaha menyentuh Ayu dengan perlahan.
Bibir Jason mencium lembut bibir Ayu yang sangat dirindukannya. Sampai Ayu menyambut dan saling memagutkan bibirnya. Ayu cukup merasa rileks dengan sentuhan Jason karena memang Jason lah yang diinginkannya bukan pria lain.
" Eugh... "Jason dan Ayu sudah berhasil memantik api gairah yang ada pada tubuhnya masing-masing.
Sehingga tidak ada kesulitan berarti jika sudah saling memadu kasih dengan cinta, suka cita dan suka rela.
Entah siapa yang memulai, mereka sudah bergerak liar saling mencumbu tubuhnya masing-masing, dibawah guyuran air shower yang menggugur tubuh panas mereka karena sedang diselimuti hasrat dan gairah yang sudah diubun-ubun.
Jason mensejajarkan wajahnya dengan bagian inti Ayu. Jason perlahan menciumnya, memberikan sentuhan. sehingga Ayu meremas rambut Jason dengan sangat kuat, karena kedua kakinya yang sudah terasa lamas tidak sanggup menopang tubuhnya lagi.
" Honey... Stop... Akh...Honey"Ayu merasakan sesuatu yang keluar dari bagian intinya. dengan wajah yang sudah memerah karena giarah yang bercampur dengan rasa malu.
Jason mengangkat tubuh Ayu dan menyandarkannya pada tembok sebelah shower. Jason mulai menggerakkan pinggulnya perlahan dan beraturan.
Suara ******* keduanya saling bersahutan, memenuhi ruang kamar mandi yang sudah terasa berhawa panas karena percintaan mereka yang begitu menggila.
" Akhhhh.... "
Teriak keduanya saat pelepasan demi pelepasan mereka dapatkan dengan sempurna. tubuh keduanya saling memeluk karena lemas dengan nafas yang tersengal-sengal.
__ADS_1
" I Love You Baby... "
Ayu masih mengatur nafas sambil menggigit bibir bawahnya dengan malu-malu serta tangan yang masih melingakar pada leher Jason.
" Aku masih ingin..."Ucap Ayu berbisik ditelinga Jason dan menatapnya penuh damba.
Tanpa ba bi bu lagi Jason langung memberikan apa yang masih diinginkan istrinya.
" Sesuai keinginan mu Baby "
.
.
.
.
Sedangkan di rumah sakit, James sudah melewati masa kritisnya.
James sudah menceritakan semuanya pada Mommy Irena, Oma Grace dan Daddy Leo dengan sambungan telepon. dan tentunya tidak dengan kejadian yang sebenarnya. sehingga membuat nama Ayu semakin jelek dimata keluarga Gilbert.
Bersambung...
.
.
.
.
Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( Ongoing ).
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya kawan Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih kawan 😊🙏.