Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Extra Part 58 T3JG


__ADS_3

Suasana di dalam kamar yang tadinya panas kini mulai dingin dan kondusif setelah Daddy Leo menjelaskan panjang lebar tentang Erwin dan Lyra. Kembali Erwin mengucapkan permohonan maaf yang belum mendapatkan respon baik dari Jason.


" Daddy akan tinggalkan kalian untuk bicara dari hati ke hati. Tapi Daddy harap kamu bisa memaafkan Erwin dan memulai kembali persahabatan kalian lagi. Atau terserah pada mu mau memutuskan apa untuk persahabatan kalian. Daddy akan panggil Ayu untuk menemani mu disini." Daddy Leo menepuk pundak Jason dengan pelan dan berjalan keluar dari kamar yang diikuti oleh Steve. Daddy Leo mencari keberadaan menantunya yang ternyata sedang menatap ke arah nya.


" Dad " Ayu berharap semuanya akan baik-baik.


Daddy Leo mengangguk, mengerti jika menantunya itu begitu khawatir dengan keadaan mereka, terlebih pada suami nya.


" Masuk lah Ay, temani Jason di dalam. Erwin juga sepertinya mau bicara pada mu." Daddy Leo ikut mengantarkan Ayu untuk menemui Erwin dan Jason.


Sementara itu di kursi pelaminan, James dan Soraya sudah kembali santai. Tidak banyak tamu undangan yang datang lagi, hanya tinggal satu atau dua saja. Jack dan John ikut bergabung dengan Mama Papa nya. Mereka berempat mengabadikan beberapa momen mereka di sana. Dari mulai yang gaya serius sampai dengan gaya bebas ala anak muda.


" Vina Vida kemana dari tadi Mama enggak lihat?." Soraya merapikan gaunnya.


" Tidur Ma, paling sebentar lagi juga bangun." Jawab Jack.


Setelah beberapa lama, Jason beserta Ayu dan Erwin keluar dari kamar. Mereka lihat Steve dan Daddy Leo yang tidak jauh dari kamar yang mereka pakai untuk menyelesaikan masalah.


" Kalian makan lah dulu, nanti aku nyusul. Aku mau nyusu dulu pada istri ku." Jason menepuk pundak Erwin dan Steve yang mendekati mereka.


Ayu mencubit pelan perut Jason yang pastinya tidak akan terasa sakit karena terhalang kemeja warna putih.


Jason menarik lembut tangan Ayu untuk membawa nya masuk ke dalam kamar mereka.


" Ayo kita makan dulu. Dari tadi kalian pasti belum makan tapi sudah mendapat amukan Jason." Daddy Leo mengajak Erwin dan Steve untuk bertemu dengan kedua mempelai dulu baru setelahnya makan.

__ADS_1


Hari semakin sore dan sudah bisa dipastikan kalau tamu tidak akan ada yang datang lagi. Soraya dan James segera masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya dan hanya sekedar beristirahat.


Soraya dan James sudah berganti pakaian santai, tapi sepertinya mereka tidak bisa langsung berbulan madu. Karena James harus membereskan beberapa pekerjaan yang sedang dibawa oleh Pak Anton dan Agas.


" Kamu tidak masalahkan sayang kita harus menunda honeymoon kita?." James mengelus lembut pipi halus sang istri. Yang sebenarnya ia pun sungguh tidak sabar untuk menyentuh istri nya.


" Iya James tidak apa-apa. Malah itu lebih baik kamu selesaikan dulu pekerjaan jadi kita bisa santai tidak dikejar-kejar deadline." Bukannya bersedih melihat suami lebih sedikit mementingkan pekerjaannya, Soraya malah mendukung James untuk menyelesaikan semua pekerjaannya.


" Terima kasih sayang " James mencuri kesempatan dengan mengecup lembut bibir Soraya dan sedikit **********. Sebelum keduanya melepaskan ciuman mereka karena pintu kamar mereka sudah diteriaki oleh kedua anak perempuannya.


" Mama....Papa...Pak Anton dan Uncle Agas sudah ada di depan. Mama, Papa sudah ditunggu."


" Iya sayang kami datang "


Tidak lama James membuka pintu kamar yang diikuti Soraya. James menggandeng tangan Vida dan Soraya bergandengan dengan Vina.


" Iya sayang Vina juga wangi " Soraya menundukkan kepalanya untuk mencium pakaian Vina. Keduanya menutup mulut menahan ketawa.


" Kak Anthoni " Teriak Vida begitu heboh sampai semua pasang mata menatap sosok pria yang usianya tidak jauh dari Jack dan John hanya terpaut dua tahun lebih muda.


" Vida " Balas Anthoni kala sang Mommy Laura menepuk punggungnya pelan.


Vida melepaskan tangan James untuk mendekati Anthoni dan kini sudah memegang tangannya. " Kenapa baru sekarang Kak Anthoni kesini nya?. Tadi aku dandan cantik tahu Kak Anthoni, sayang Kak Anthoni tidak melihatnya."


Tidak ada yang tidak tertawa melihat tingkah Vida yang seperti ini. Sampai Ayu mengambil alih sang putri supaya membiarkan Laura untuk duduk bergabung dengan mereka di meja makan untuk makan malam.

__ADS_1


James, Pak Anton dan Agas duduk satu meja untuk menyelesaikan pekerjaan James yang tertunda.


Sedangkan Erwin, Steve dan Jason hanya bercerita tentang kehidupan mereka setelah beberapa tahun setelahnya. Dimana Erwin sudah menikahi Lyra (Almarhumah) dan sempat di karuniai dua orang anak tapi sayang keduanya sudah meninggal untuk menemani Ibu mereka.


Berbeda lagi dengan para wanita yang sedang bercengkrama di meja makan sambil menemani Mommy Irena, Mommy Stella dan Umi Ita makan. Karena mereka tidak sempat makan sama sekali dari tadi siang dan Laura yang baru saja datang.


Berbeda pula dengan Daddy Leo yang menemani Jack, John, Vina, Vida dan Anthoni.


Karena malam semakin larut semua orang sudah pada kembali ke kamar masing-masing. Untung saja dulu Jason membangun rumah Umi Ita sangat luas hingga saat ini bisa untuk menampung tamu yang bermalam di rumah itu.


Di salah satu kamar yang bukan ditempati oleh Soraya dan James. Terdengar suara ******* yang saling bersahutan siapa lagi kalau Ayu dan Jason. Jason tidak mau kalah dengan pengantin baru, malah dirinya dan Ayu yang ambil start terlebih dulu.


" Ah Baby "


Meski percintaan mereka sudah tidak seganas dulu dikarenakan Ayu yang sedang hamil namun nyatanya tetap mampu membuat keduanya mengerang bersamaan.


Jason tidak membiarkan Ayu untuk menutup tubuh mereka dengan apa pun. Alhasil Ayu hanya bisa pasrah saja saat Jason menatap lekat setiap lekuk tubuh dengan beberapa hiasan di sana.


Pengantin baru yang terkesan masih malu-malu, keduanya hanya saling memeluk dengan tubuh yang sudah di atas tempat tidur. Namun dengan detak jantung yang tidak terbiasa karena kedekatan mereka yang seperti ini. James sudah menahan mati-matian gejolak hasrat nya. Supaya nanti saja ia melakukannya pada Soraya saat mereka berbulan madu. Tapi milik nya yang sudah tidak bisa ditahannya lagi, mengharuskan James merentangkan tubuh Soraya dan dirinya berada tepat di atas tubuh sang istri.


" Aku sudah tidak bisa menahannya sayang." Bisik James yang langsung saja menempelkan bibir mereka.


Bibir Soraya bergerak mengikuti gerakan bibir James yang sudah bergerak liar dengan tangan yang sudah meraba kemana-mana tidak tentu arah.


" James "

__ADS_1


Suara lirih Soraya memanggil nama suami nya kala ciuman James turun pada leher dan menghisapnya kuat dengan gesekan yang semakin intens Soraya rasakan pada inti nya.


__ADS_2