Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 1


__ADS_3

"James tunggu!."


Soraya menahan tubuh James dengan sekuat tenaga supaya menghentikan sejak aksinya dan mendengar apa yang akan dikatakannya. Dan itu cukup berhasil saat James menatap intens wanita cantik yang berada di bawah kendalinya.


"Ada apa sayang?."


" Kata Ayu dan Jason setiap kamar yang ada di rumah ini tidak dilengkapi dengan peredam suara. Jadi aku malu kalau nanti tiba-tiba kita berisik, terus ada yang mendengar." Soraya tidak bisa membayangkan bertapa malu dirinya kalau sampai hal itu terjadi.


Mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh sang istri, maka James pun mengambil keputusan yang berada ditengah-tengahnya. Karena ia juga begitu menginginkan tubuh istri nya.


"Baiklah sayang kita akan melakukan yang semi nya aja." James menekan kembali milik nya pada inti Soraya yang keduanya masih mengenakan pakaian lengkap.


"Geli James!." Keluh Soraya memeluk erat James supaya tidak bergerak. Tapi berbanding terbalik dengan apa yang terjadi, James malah memainkan buah dada Soraya secara bergantian.


"Ah James"


"Baiklah sayang, ayo kita tidur!. Tapi kesini kan tangan mu. Aku janji setelahnya tidak akan suara ******* mu." Meski ragu-ragu tapi dengan patuh Soraya memasukan sebelah tangannya pada celana bokser milik James.


"Pegang lah biar milik ku tidak berulah. Sama kamu milik ku sangat jinak sayang." Goda James yang masih bisa melihat wajah malu-malu Soraya walau ini bukan pertama kali memegang milik pria. Keduanya pun sudah mulai tertidur setelah beberapa menit.


Sekitar pukul setengah enam pagi, mereka semua sudah bangun tidak ada terkecuali. Seperti tidak ada lelahnya, atau mereka hanya mau melihat pengantin baru yang pagi ini akan bertingkah seperti apa.


Umi Ita, Bibi Yuni dan Ibu Risma sudah berkutat di dapur menyiapkan untuk sarapan semua orang.


Laura beserta anak perempuannya yang masih berusia hampir satu tahun sudah duduk manis di meja makan. Membantu Mommy Stella menyajikan teh dan kopi panas serta beberapa kue-kue sebagai teman yang baru saja diletakkan oleh Ibu Risma.


Mommy Irena membantu Vina dan Vida untuk bersiap dan membersihkan kamar mereka.


Jack, John dan Anthoni sedang bermain game online dari ponsel masing-masing sebelum nantinya diganggu oleh Vina dan Vida yang mau ikut main game bersama mereka.


Pak Anton, Agas dan Daddy Leo sudah membawa satu cangkir ke teras depan. Menikmati udara pagi Kota Garut yang begitu sejuk yang mampu menyegarkan pikiran dan bisa memunculkan ide-ide yang luar biasa.


Hanya tinggal menyisakan dua pasangan yang sebenarnya sudah sama-sama bangun tapi mereka malas untuk melepas pelukan pada pasangannya masing-masing.


"Sebentar lagi Baby. Aku masih mau memeluk mu seperti ini." Jason menatap wajah Ayu melalui cermin yang berada didepannya.

__ADS_1


"Honey tolong tangan mu dikondisikan, jangan seperti ini!. Semua orang sudah di meja makan. Anak-anak menunggu kita!." Jason menyisir rambut Ayu yang dibiarkan sedikit masih basah dan terurai.


Jason tidak ingin kehilangan momennya, dihisapnya kuat-kuat leher Ayu hingga meninggalkan jejak yang ternyata tidak hanya sedikit melainkan ada beberapa.


Sudah puas melihat dan membuat tanda, Jason menggandeng tangan Ayu untuk keluar dari kamar.


Semangat itu di dalam kamar yang lain. James juga tidak ingin melewatkan momen pertama di pagi ini sebagai pasangan suami istri.


"Lima menit lagi sayang." James menarik ke atas koas yang dipakai Soraya hingga buah dada yang semalam hanya mampu dimainkannya dari luar piyama Soraya. Pagi ini James melihatnya secara sempurna walau masih memakai Bra.


"Kamu mau apa James?." Tubuh Soraya meremang, bulu-bulu halus ikut bangun dan melihat apa yang dilakukan James pada buah dada tersebut.


"Sarapan pagi sayang." Jawabnya sambil bersusah payah menelan ludah nya sendiri. Kala buah dada itu sudah tidak dibungkus bra lagi.


James mencondongkan tubuh pada arah Soraya dan perlahan mulai memainkan keduanya secara bergantian. Pucuk yang agak berwarna pink sudah berdiri menantang untuk disentuh lebih jauh lagi. James pun tidak membuang waktu untuk segera melahapnya.


"Ah...Ah..Ah.."


Soraya meremas kuat rambut James yang semakin dalam memainkan buah dada nya secara bergantian dengan ujung lidah nya.


"Minta tambahan waktu lagi sayang." James melahap kembali buah dada yang sebelumnya dilepas untuk beberapa detik.


"Tidak ada waktu tambahan lagi James. Ini sudah lebih dari cukup." Soraya memegang dada yang satunya supaya James tidak bisa menghisapnya lagi.


Dengan nafas yang memburu James sangat terpaksa harus mengakhiri sarapan nya pagi ini pada tubuh sang istri yang nanti nya akan dilanjutkan dengan sarapan di meja makan bersama yang lain.


Sudah rapi, James dan Soraya baru keluar dari kamar hampir bersamaan dengan Ayu dan Jason yang lebih dulu menempelkan bokongnya pada kursi.


"Selamat pagi semua." Sapa James santai dengan begitu sumringah yang tercetak jelas pada wajah tampan nya.


"Selamat pagi."


"Selamat pagi pengantin baru. Dikira tidak bangun sepagi ini karena harus kejar setoran." Balas semuanya, namun Mommy Irena menggoda keduanya. Namun hanya Soraya saja yang tersipu malu dengan godaan Mommy Irena.


"Sabar Mommy, masih banyak waktu. Baru pemanasan Mom."Balas James santai. Tidak tahu saja dengan Soraya yang sudah grogi dan salah tingkah dengan ucapan James.

__ADS_1


Kalau bisa menghilang, rasanya lebih baik dirinya menghilang saja dari pada menjadi pusat perhatian semua pasang mata yang menatap intens padanya. Seakan mereka mencari sesuatu yang ingin mereka ketahui. Tapi sayang itu tidak berhasil. Dan yang lebih menguntungkannya lagi perhatian mereka kini beralih pada Vida.


"Selamat pagi Mama...Papa..." Sapa Vida yang sudah duduk manis di sebelah Anthoni dengan wajah yang berseri-seri.


James melirik anak gadisnya yang sedang genit-genit nya pada Anthoni dan tanpa malu Vida pun memperlihatkan hal itu pada mereka.


"Selamat pagi putri Papa kesayangan." Balas James mengusap rambut kepala Vida.


Usai sarapan mereka kembali pada aktifitas semula. Tapi bagi James dan Soraya yang langsung menghadap Jason dan Daddy Leo di ruang kerja Jason.


Setelah semuanya duduk, Daddy Leo menyerahkan tiket liburan untuk berbulan madu bagi pengantin baru dan Soraya dan menerimanya. Sedangkan Jason memberikan uang tunai untuk simpanan mereka.


"Terima kasih Daddy, Jason."


"Setelah ini kalian mau tinggal dimana?. Daddy tidak bisa lama-lama tinggal disini karena pekerjaan Daddy juga banyak di sana."


"Rencananya kita akan tinggal di Jakarta Dad, Kita tinggal di Apartemen."


"Pekerjaan Soraya bagaimana?."


"Soraya akan berhenti di dari rumah sakit. Jadi ibu rumah tangga saja seperti Mommy dan Ayu."


"Kamu sendiri bagaimana Soraya?. Tidak masalah jika harus menjadi Ibu rumah tangga?."


"Tidak masalah Daddy."


"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kalian. Daddy akan selalu mendukung apa yang akan kalian lakukan. Dan ingat kalian harus bisa saling menjaga satu sama lain." Pungkas Daddy Leo.


James meminta Soraya untuk keluar terlebih dahulu sebab masih ada yang ingin dibicarakan oleh James pada Daddy Leo dan Jason.


"Pekerjaan mu sendiri bagaimana?." Tanya Jason dengan leluasa karena sudah tidak ada Soraya.


"Aku akan bekerja di rumah sakit yang akan aku bangun untuk Soraya sebagai hadiah pernikahan dari ku. Tapi sebelum itu aku akan bekerja di perusahaan Daddy."


"Ok kalau itu keputusan mu."

__ADS_1


"


__ADS_2