Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 18


__ADS_3

Daddy Leo sudah membatu Soraya dan James untuk mengatasi kesulitan mereka dalam pengadaan semua alat kesehatan untuk rumah sakitnya.


"Terima kasih sayang, terima kasih Daddy sudah banyak membantu ku." Ucap Soraya pada James dan Daddy Leo melalui sambungan telepon.


"Iya sayang, Daddy akan melakukan apa pun yang terbaik untuk kalian semua." Balas Daddy Leo.


"Iya sayang, aku juga akan melakukan yang terbaik untuk mu dan rumah sakit kita." James pun memeluk Soraya yang berada disebelahnya.


"Baiklah, Daddy harus kembali bekerja. Nanti kita sambung lagi kalau Daddy sudah ada di rumah. Supaya bisa bicara dengan yang lainya, Mommy kalian sangat merindukan kalian semua." Daddy Leo berpamitan pada Soraya dan James.


"Iya Daddy terima kasih banyak." Ucap Soraya dan James bersamaan dan mereka langsung mematikan sambungan teleponnya.


.


.


.

__ADS_1


Beberapa bulan kemudian...


"Ibu Soraya ada yang ingin bertemu dari pemasok yang sudah di rekomendasikan oleh Pak Leo." Ucap sekertaris Soraya memberitahu.


"Oh ya, dimana sekarang orangnya?." Tanya Soraya tidak jadi membuka pintu.


"Sudah menunggu di ruangan meeting." Jawab sekretarisnya.


"Baiklah, tolong simpan tas ku. Aku langsung mau menemuinya." Soraya menyerahkan tasnya. Kemudahan ia berjalan menuju ruang meeting.?


Sesampainya di sana, Soraya bertemu dengan James yang sedang menuju ruang meeting jua.


"Aku tidak ingin ada masalah apa pun diantara kita. Orang yang Daddy rekomendasikan untuk pemasok rumah sakit kita adalah Paula dan suaminya." Ucap James sambil memegang kedua bahu sang Istri.


Soraya sangat kaget, Bagaimana bisa?. Wanita yang sudah menyatakan perasaannya kalau ia sangat mencintai suaminya. Lalu sekarang menjadi partner kerja mereka. Apa mungkin bisa?.


"Apa Daddy tahu dengan hubungan mu dan Paula?." Soraya menatap James curiga.

__ADS_1


James dengan cepat menggeleng, "Yang Daddy tahu, hubungan kami hanya teman biasa." Jawab James.


"James....." Sapa Paula saat membuka pintu. Sebab sudah hampir satu jam dirinya menunggu tapi belum ada yang menemuinya juga.


"Paula...." Balas James sembari merangkul Soraya dengan sangat posesif. Tapi sepertinya tidak berpengaruh bagi Paula. Sebab pada detik berikutnya Paula melakukan sesuatu yang membuat James terpojok situasi sekarang.


Paula dengan sengaja memeluk James dengan erat di depan Soraya. Soraya memutar bola matanya begitu malas dan jengah melihat pemandangan yang membuat perutnya mual setengah mati. Hingga Soraya melepaskan dengan paksa tangan James dari pinggangnya dan Soraya harus segera meninggalkan tempat itu sebelum isi perutnya keluar semua.


"Soraya!" Panggil James yang melihat Soraya berlari ke arah ruangannya. James berusaha melepaskan pelukan Paula. Tapi sepertinya Paula memeluknya dengan sangat erat hingga James kesulitan untuk melepasnya.


"Lepaskan aku, Paula!." Ucap James dengan sangat tegas sambil memperlihatkan wajah yang tidak bersahabat.


"James, aku sangat mencintai mu, James." Paula mengeratkan kembali pelukannya yang mulai longgar karena James yang terus saja berusaha melepaskan diri.


"Kau jangan gila Paula!." Bentak James sembari menyentak tangan Paula dengan kasar.


"Jangan sampai aku kasar lagi pada mu, Paula!. Aku menghargai pertemanan kita, tapi kalau kamu kurang ajar seperti ini. Aku tidak akan segan-segan untuk membatalkan kontrak kita." Ancaman James sangat serius. James tidak ingin bermain-main dengan rumah tangganya. Jangan sampai ada celah untuk orang lain masuk dalam kehidupan rumah tangganya bersama Soraya.

__ADS_1


"James aku hanya mencintai mu." Ucap Paula dengan sangat lirih, melihat James yang pergi dari nya dalam keadaan marah.


__ADS_2