
" Maaf maksud Ibu Cahaya apa ?.
Ibu Cahaya mengukir senyum di wajah yang tidak muda lagi.
" Jadi begini Nyonya Gilbert. Dosen di kampus itu banyak yang menarik dan sangat berkompeten. mereka begitu ingin menjadi Dosen untuk anda, istrinya Pak Gilbert. karena siapa yang tidak tahu dengan nama besar Gilbert. tapi anehnya pihak kampus meminta saya, wanita yang hanya dikaryakan saja oleh pihak kampus. ternyata paras tampan yang dimiliki oleh Suami anda sangat sempurna. jadi saya baru paham"Jawab Ibu Cahaya menjelaskan.
Ya, Ibu Cahaya merupakan Dosen perempuan yang sudah berusia 65 tahun. Ia merupakan seorang janda pensiunan salah satu petinggi Pertamina.
" Tapi ternyata istrinya juga sangat cantik tidak kalah dari Dosen - Dosen yang lain yang berada di kampus saya "Puji Ibu Cahaya jujur.
" Ibu Cahaya bisa saja. tapi terima kasih atas pujian Ibu Cahaya ".
Ibu Cahaya hanya hanya tersenyum sambil mengangguk pelan.
" Baik, Nyonya Gilbert kita bisa mulai belajarnya".
Sebenarnya Ayu ingin protes dengan panggilan yang disematkan pada nya. namun Ayu tidak bisa menolaknya saat Jason sendiri yang meminta Ibu Cahaya untuk memanggil dirinya dengan sebutan Nyonya Gilbert.
.
.
.
.
Waktu belajar mengajar sudah selesai satu jam yang lalu. kini Jason dan Ayu sudah berada di Lobby gedung perkantoran milik Jason.
Semua pasang mata tertuju pada Ayu, karena baru pertama kali melihatnya. biasanya Jason akan membawa kekasih model karbitannya ke dalam kantor. namun kali ini siapa wanita itu? yang tidak kalah cantik dengan Lyra. tapi mereka hanya mampu saling pandang dan berbisik saja karena memang mereka tidak tahu.
" Aku tidak terbiasa dengan tatapan mereka yang sebegitu nya menatap ku"Ayu berbisik ditelinga Jason sambil berjalan menuju lift khusus dirinya.
" Baby, kita belum mencoba sensasi bercinta didalam sini "Ucap Jason dengan menatap Ayu dan menundukkan wajahnya, ******* bibir merah Ayu karena pewarna bibir yang tidak luntur. yang menambah kesan sexy pada bibirnya.
" Honey, tidak begitu juga. kita kan mau bekerja datang kesini. nanti kalau tiba-tiba ada yang mau masuk kesini bagaimana? kan tidak lucu bila ada yang melihatnya "Ayu mengusap dada Jason.
Keduanya sudah sampai di lantai tertinggi gedung ini dan mereka keluar dari dalam lift menuju ruang kerja Jason.
" Selamat siang Tuan "Sapa Agas dengan membawa tumpukan berkas yang akan ditandatangan oleh Jason saat dirinya sudah duduk berhadapan.
Jason pun memperkenalkan Ayu pada Agas, walau Agas sendiri sudah tahu cerita tentang pernikahan mereka dari Pak Anton. Lebih baik lah karena Ayu bisa membawa Tuan nya untuk berkomitmen. tidak hanya sekadar **** yang dicarinya bersama Lyra.
__ADS_1
" Bantu istri ku jika istri ku ingin belajar dan mengetahui tentang mekanisme kerja kantor kita. Untuk kedepannya aku akan selalu membawa istri ku ke kantor saat sudah selesai dengan belajarnya. jadi kau sesuaikan schedul meeting ku dengan para pemegang saham".
" Baik Tuan akan saya laksanakan ".Jawab Agas tanpa adanya penolakan.
" Terima kasih "Ucap Ayu tulus.
" Sudah menjadi pekerjaan saya Nyonya Gilbert".
Ayu menggeleng pelan pada arah Jason. karena lagi-lagi Ayu mendengar sebutan itu untuk dirinya.
" Baik Tuan, meeting sore ini dengan Mrs. Rezer. Beliau sedang dalam perjalanan kemari. semuanya sudah saya persiapkan Tuan ".
" Kau boleh keluar "
" Baik Tuan, Nyonya, permisi ".
Agas keluar dari ruang kerja Jason.
" Kemarilah?! "Pinta Jason pada Ayu sambil menepuk kedua pahanya.
Ayu menggeleng pelan dengan cepat sambil tersenyum.
" Ingat ini di kantor Honey, bukan di Apartemen. Sepertinya kamu juga sangat banyak pekerjaan. jadi aku melihat mu dari sini saja"Ayu di kursi yang berhadapan dengan suaminya yang terhalang meja kerjanya.
Ayu pun dengan berat hati akhirnya mengikuti apa yang diperintahkan Jason.
Tangan Jason mulai bekerja, membuka setiap berkas dan membubuh kan tanda tangannya disana. Tapi sesekali Jason membenamkan wajahnya pada dada Ayu beberapa detik. setelahnya Jason pun melanjutkan membuka kembali halaman berkasnya.
" Aku sudah sangat lelah Baby, berikan aku vitamin? ".
" Apa? " Tanya Ayu menatap intens wajah Jason.
Jason memajukan bibirnya menunjuk pada arah dada Ayu.
" Lalu ?"Ayu menautkan kedua alisnya karena belum mengerti arah Jason kemana karena posisi Jason yang sedang menyelesaikan pekerjaannya. jadi tidak mungkin Jason memintanya yang aneh-aneh.
Tangan Jason menurun kan resleting yang berada didepan Ayu. Kini Ayu baru paham, kenapa Jason memintanya berpakaian yang ada kancing atau resleting didepannya. ternyata ini maksudnya untuk mempermudah kerja tangannya.
Ayu pasrah saja saat kedua tangan Jason sudah berhasil mengeluarkan salah satu gunung kembarnya. dengan cepat Jason memasukkannya kedalam mulut.
Ayu membenarkan posisi duduknya supaya memberikan kenyamanan pada keduanya.
__ADS_1
Hanya tersisa sedikit lagi berkas yang harus di tanda tanganinya dengan mulut yang masih menempel pada dada Ayu, sampai Ayu merasakan basah dibarengi dengan kedutan didaerah sensitifnya karena cumbuan Jason pada salah satu gunungnya.
"Ssstt..."Ayu menahan suaranya, namun tidak bisa.
" Honey "Panggil Ayu lirih pada samping telinga Jason sambil mencium cuping Jason.
" Baik lah Baby, kita bermain sebenar sebelum aku meeting".
" Pekerjaan mu"Tanya Ayu melihat tumpukan berkas tadi sudah berpindah tempat.
Ayu pun mengangguk pelan, sambil tangannya melepaskan pakaian dari tubuh Jason.
Kini mereka sudah dalam keadaan polos dan berada dalam kamar ruang pribadi Jason.
Jason sudah mengungkung Ayu dibawah tubuhnya. mereka saling mencumbu sebelum berkanjut ke hal yang paling inti. setelah di rasanya cukup sama-sama sudah bergairah, Ayu membuka lebar kedua kakinya supaya memberikan jalan kemudahan pada senjata Jason memasuki inti tubuhnya yang berlorong yang sudah sangat licin.
" Akhhhh.... "
Senjata Jason sudah terbenam dengan sempurna pada inti tubuhnya.
Jason mulai bergerak perlahan menikmati momen percintaan pertama mereka disalah satu ruang kamar pribadinya yang ada di gedung perkantoran miliknya.
Namun memang bukan Ayu wanita pertama yang dibawanya kesana dan melakukan percintaan yang serupa. Tapi Ayu akan menjadi wanita terakhir yang dibawanya kesini dan terakhir dalam hidup dan cintanya.
Mulut Jason tidak berhenti bergerak kesana kemari menempel salah satu gunung kembar Ayu dan yang satunya lagi di rem@s pelan penuh des@han serta memilin tonjolan yang sudah sangat keras dengan pelan.
Pun dengan bibir Ayu yang tidak tinggal diam menggigit pelan leher Jason dan meninggalkan jejaknya disana.
" Honey... "Ayu merasakan gelombang kenikmatan itu akan segara datang.
" Lebih cepat Honey "Jason tersenyum melihat peluh Ayu yang membasahi wajah cantiknya. sehingga terlihat lebih menggodanya lagi.
Dan sama, Jason merasakan himpitan pada batang senjatanya yang kian terasa menjepitnya.
" Baby... Akhh... "
" Akhh.... Honey... "
Keduanya saling meracau saat pelepasannya mereka dapatkan dengan sangat sempurna.
Jason membiarkan cairan kentalnya masuk semua. siapa tahu ada yang berhasil dibuahinya.
__ADS_1
Ayu mengusap wajah Jason yang penuh dengan keringat dan memeluknya erat.