
Sampai di rumah sakit, Ayu dan Vida langsung menuju ruang Obgyn. Sedangkan Jason mengantarkan Vina untuk ke toilet.
" Daddy tunggu di sini sayang." Jason duduk di bangku yang ada di sana.
" Iya Dad " Balas Vina yang langsung masuk dan menutup pintu.
Lega dan enteng rasanya setelah membuang seisi perut nya yang semula terasa berat karena menahannya.
" Ayo Dad, aku sudah selesai." Vina menarik tangan Jason untuk segera bangkit dan menuju ruang Obgyn menyusul Mommy dan Vida.
Vina masuk terlebih dahulu setelah Jason membuka pintu, sedang dirinya menangkap sosok orang yang dikenalnya. Jason memberanikan diri untuk memanggil nama yang sudah lama tidak disebutnya.
" Soraya "
Seorang wanita yang berdiri membelakangi Jason, perlahan membalik tubuh mencari sumber suara yang meneriakkan namanya.
" Jason "
Tatapan keduanya kini saling beradu. Soraya berjalan cepat menghampiri Jason yang menahan pintu dengan kakinya.
" Apa kabar? "
__ADS_1
Tanya keduanya berbarengan sambil mengulurkan tangan.
" Apa Ayu hamil lagi?." Tanya Soraya ketika melihat ruangan dimana sekarang Jason berdiri.
" Yup, seperti tebakan mu." Jason membenarkan.
" Kamu ini senang sekali membuat Ayu hamil?." Canda Soraya menepuk lengan Jason cukup kencang sampai Jason meringis.
" Ayu nya juga mau, bisa apa aku?." Jason membalas candaan Soraya. Hingga mereka tertawa bersama.
Jason meminta Soraya untuk masuk dan bertemu dengan Ayu dan kedua putri kembar nya.
" Halo Dokter Wulan." Sapa Soraya pada Dokter Obgyn yang akan memegang Ayu.
Kini pandangan Soraya berpindah pada wanita yang tidak pernah berubah sedikit pun. Tetap terlihat cantik, mempesona dan bersahaja.
" Halo Soraya " Ayu senang sekali karena setelah sekian lama menunggu kabar dari Soraya yang tidak pernah ada, kini wanita itu sudah berada dihadapannya.
" Halo Ayu " Soraya memeluk tubuh yang lebih mungil dari tubuhnya.
Ayu dan Soraya saling memeluk erat untuk melepaskan rasa rindu yang tersimpan selama ini dalam hati mereka.
__ADS_1
" Mommy kapan kita melihat adik bayi nya?." Pertanyaan Vida membuat pelukan keduanya lepas dengan sendirinya.
" Mereka?." Soraya menelisik kedua wajah cantik, imut, lucu dan menggemaskan dengan rambut yang diikat kuncir kuda.
" Mereka kembar?, lalu dimana Jack dan John?." Soraya mengusap pucuk kepala Vida dan Vida. Lalu memperkenal diri, dan mereka pun melakukan sama.
Jason menjelaskan keberadaan Jack dan John yang kini tinggal di London bersama Mommy Irena dan Daddy Leo.
Perhatian dan obrolan mereka harus terhenti dengan rengekan manja Vida dan Vina yang terus saja minta segera melihat adik mereka.
Dan Dokter pun lantas segera memeriksa kandungan Ayu yang sudah memasuki Minggu ke lima. Vida dan Vida begitu antusias melihat nya. Bahkan sampai minta di print kan untuk mereka masing-masing.
Selesai dengan Dokter Wulan, Ayu kembali melanjutkan obrolannya bersama Soraya di Cafe rumah sakit. Jason, Vida dan Vina sedang mengantre memesan makanan.
" Kenapa kalian bisa pindah ke kota ini?." Soraya menatap Ayu, calon Kakak ipar mantan kekasih dari suami nya.
" Kedua orang tua ku. Abah sudah berpulang pada sang Khaliq dan kami menemani Umi untuk sementara waktu." Jawab Ayu sendu jika mengingat Abah Dapi yang sudah tidak lagi bersama mereka saat ini.
" Maaf Ayu, aku turut berduka cita." Soraya merasa bersalah. Ia memegang kedua tangan Ayu. Sepertinya pertanyaan kali membuka luka Ayu yang baru ditinggal oleh sang Ayah.
" Terima kasih Soraya. Semua sudah menjadi kehendak-Nya. Kamu tidak perlu meminta maaf segala." Balas Ayu melempar senyum tulus pada Soraya.
__ADS_1
" Oh ya, dimana sekarang kamu tinggal?. Lalu Miss Stella bagaimana kabarnya?. Kenapa kalian menghilang begitu saja tanpa jejak?. Aku bahkan mencari tahu lewat perusahaan Miss. Stella tapi tetap tidak menemukan kabar kalian berdua." Cecar Ayu yang ikut membantu Vina dan Vida meletakan cup es krim berukuran besar dengan banyak toping yang seketika air liur Ayu mengumpul penuh pada mulutnya.