
Ayu menatap wanita muda yang diperkirakan usianya tidak jauh berbeda dengan dirinya, yang duduk disebelah pria itu yang terlihat mereka sudah sangat dekat.
Ayu kembali menormalkan hati dan pikirannya. Ini pekerjaan hanya tentang pekerjaan. Tegasnya pada diri sendiri.
" Kamu terlihat sangat sehat, baik dan sudah lebih bahagia lagi "Ucap Ayu yang hanya bisa didengarkan oleh dirinya sendiri karena Ayu mengucapkannya dalam hati.
Begitu Juga dengan pria itu yang menatap lekat wajah yang sudah ingin dilupakannya karena ia sudah membuka hatinya untuk wanita lain.
" Mom J sini... " Mrs. Stella menarik kursi disebelahnya. Jadi mereka berempat duduk berhadapan.
" Mrs. Stella maaf aku terlambat " Ucap Ayu yang tidak berhasil mengontrol luapan perasaannya. Sehingga Ayu berbicara dengan sedikit bergetar. Tapi untungnya tidak ada yang menyadarinya, itu pikirnya.
" Tidak apa-apa Moms Ji. Oh ya, perkenalkan ini putri kesayanganku namanya Soraya. Dan pria tampan ini calon menantu kesayanganku juga yang akan menjadi investor di perusahaan ku, Jason Gilbert " Mrs. Stella memperkenalkan orang yang sangat membanggakan dirinya kepada Ayu.
" Ayu... " Ayu mengulurkan tangan sambil menperkenalkan dirinya dengan mencoba menampilkan senyum termanisnya.
" Soraya..." Soraya menerima uluran tangan Ayu bahkan Soraya mengajaknya berpelukan.
" Jason... " Tangan mereka untuk pertama kalinya saling menjabat dengan erat setelah terpisah tujuh tahun lamanya.
Ada rasa yang tetap sama memenuhi relung hati terdalam Ayu. Tapi sayang kini Ayu harus menyimpannya rapat-rapat supaya tidak membuka luka yang masih sangat menganga. Dan terlebih Jason sudah menemukan kebahagiaannya yang baru.
" Ayo kita makan..., Moms J setelah ini tolong kamu ajak calon menantuku untuk berkeliling perusahaan dan kamu jelaskan proyek kita dan beberapa tender yang sedang berjalan " Pinta Mrs. Stella pada Ayu yang sebenarnya ingin Ayu tolak. Tapi apalah daya Ayu sudah terlanjur basah ya sudah basah sekalian berada ditengah mereka.
" Baik Mrs. Stella "Jawab Ayu yang sungguh tidak selera melihat makanan yang berada dihadapannya. Untung saja tadi di rumah Ayu sudah mengganjal perutnya dengan makanan dari kedua putranya. Karena rasanya tenggerokkannya saja tidak sanggup menerima asupan makanan apa pun karena situasi yang tidak bisa dibayangkannya.
" Tunggu Mommy, tadi namanya Ayu. Kenapa Mommy memanggilnya Moms J " Soraya mengintrupsi Mrs. Stella sambil mempertanyakan panggilan Mom J yang disematkan pada Ayu.
Terdengar Mrs. Stella tertawa lepas sambil mengusap lengan Ayu." Itu karena Ayu sudah memiliki anak kembar yang sangat tampan dan menggemaskan. Mereka diberi nama Jack dan John. Jadi seisi kantor sudah terbiasa memanggil Ayu dengan Moms J ".
" Owh sudah menikah. Selamat ya Ayu. Dan pastinya aku harus bertemu dengan kedua jagoanmu " Balas Soraya begitu antusias.
Untuk persekian detik tatapan Jason dan Ayu beradu pandang, sampai Ayu mengalihkan pandangannya pada Mrs. Stella.
" Iya pasti, mereka akan senang bertemu dengan wanita baik seperti Dokter Soraya " Ucap Ayu menyadarkan posisinya yang dari dulu tidak pernah sama dengan Jason.
" Pasti Mommy sudah banyak bercerita tentangku. Aku harap kamu tidak bosan mendengarnya " Ucap Soraya sambil mencebik kearah Mrs. Stella.
" Pastinya tidak akan ada bosannya dengan cerita kesuksesan dan kebaikan mu " Balas Ayu yang terdengar sangat tulus.
__ADS_1
" Terima kasih atas pujian mu " Soraya merasa tersanjung dengan perkataan Ayu tentang dirinya.
" Ayo makan yang banyak calon menantu ku " Mrs. Stella menatap beda kedua mata Jason yang seperti sedang menyimpan sesuatu.
" Iya Tante " Balas Jason singkat sambil tersenyum tipis.
Tidak ada firasat atau mimpi apapun tentang pertemuan mereka setelah perpisahan tanpa kata,pesan atau apapun yang bisa mereka kenang dengan manis selama tujuh tahun ini.
Ingin rasanya Ayu memeluk erat tubuh Jason yang yang berdiri tegap dihadapannya. Tapi sayang sudah ada wanita lain yang terlebih dahulu memeluknya, menemani masa-masa pemulihannya.
" Dulu saja aku bisa melepaskanmu, pasti sekarang lebih bisa dan akan sangat mudah " Gumam Ayu berperang dengan batinnya sendiri.
" Sayang, kamu sedikit sekali makannya. Apa kamu mau menu yang lain? " Tanya Soraya memegang lengan Jason.
" Tidak, mungkin karena tadi di pesawat aku makan salad. Jadi masih agak kenyang " Kilah Jason.
Ayu tersenyum simpul menatap kearah Jason dan Soraya dengan jari jemari yang bertaut diatas pangkuannya. Berharap ada banyak kekuatan didalamnya.
Mereka kini sudah meninggalkan restoran, karena sudah menghabiskan makanannya walau tidak ada yang habis.
" Aku akan ke toilet sebentar. Kalian duluan saja. Nanti kita bertemu lagi diatas " Ucap Ayu undur diri dari ketiganya.
Tubuh Ayu bersandar pada daun pintu toilet.
Tumpah semua air mata yang sejak tadi sudah ditahannya. Namun kini Ayu sudah tidak bisa menahannya. Ayu memukul dadanya beberapa kali, karena rasa sesak yang sangat menghimpitnya.
" Kenapa kamu sekarang menjadi lemah seperti?, bukankah kamu bisa bertahan selama tujuh tahun ini?, anggap saja Jason tidak ada dan tidak akan pernah kembali padamu?, lepaskan semua rasa yang membelenggumu, biarkan Jason bahagia dengan pilihanya. Bukankah kamu yang terlebih dahulu meninggalkannya?, lalu kenapa dengan sekarang? " Gumam Ayu dalam hati seraya menatap lekat kedua matanya sendiri lewat pantulan cermin yang tidak bisa dibohonginya jika Ayu masih sangat memcintai dan merindukan sosok Jason.
Kalau saja kata hatinya diikuti, mungkin Ayu tidak akan pernah keluar dari dalam kamar mandi. Lebih baik Ayu tinggal disana ketimbang harus berhadapan dengan dua sejoli yang sangat dekat.
Setelah beberapa menit berlalu, Ayu sudah bergabung kembali dengan Mrs. Stella, Soraya dan Jason. Setelah Ayu berhasil menyulap wajah sembab dengan warna make up yang agak sedikit berani.
" Jadi kapan aku bisa berkeliling perusahaan ini? " Tanya Jason menatap Ayu dan Mrs. Stella bergantian.
" Ok silakan calon menantu ".
" Moms J kamu service yang baik investor ku ini. Tunjukkan kecerdasan dan kepiawaian mu. Buatlah calon menantu ku ini mengeluarkan uangnya pada perusahaan kita ".
" Ok Tante, asalkan Ayu bisa meyakinkan ku. Aku bisa mengeluarkan apa pun untuk itu ".
__ADS_1
Terdengar gelak tawa dari keempatnya.
" Sayang, aku tunggu di ruangan Mommy saja. Moms J tolong ya calon suami ku untuk mengenal perusahaan ini ".
Ayu hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
Kini Ayu mulai berkeliling perusahaan membawa Jason dari lantai yang mereka tempati. Memperkenalkan setiap ruangannya, divisinya, cara kerjanya, targetnya, agendanya, beberapa proyek dan tender yang sedang digarapnya. Atau pun proyek dan tender yang masih dalam perencanaan.
Sampailah mereka pada lantai paling atas dimana bagian produksi untuk pembuatan sebuah iklan.
" Baby... " Panggil Jason saat mereka berada diantara sekat ruangan.
Dengan sangat refleks Ayu menoleh kearah Jason " Iya Honey ".
Mereka hanya diam, bibir mereka seakan terkunci. Hanya kedua mata mereka yang berbicara, mengutarakan semua perasaan mereka.
.
.
Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( Ongoing ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih kawan 😊🙏.