Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 22


__ADS_3

"James!." Dengan paksa Paula menarik tangan James hingga tubuh mereka saling bertabrakan. Bibir merah Paula mengenai kerah kemeja James. Sehingga tanpa James sadari ada noda lipstik yang menempel, tertinggal di sana.


"Apa kau sama sekali tidak menyukai ku sebagai seorang wanita?." Ucap Paula dekat dengan bibir James.


Menyadari posisinya yang sangat tidak aman saat ini, James segera mundur guna menghindari kontak fisik dengan Paula.


"Aku tidak pernah menyukai mu sebagai seorang wanita!. Hanya sebagai teman saja, tidak lebih. Jadi jangan pernah berharap apa pun dari ku." Sangat tegas penolakan yang James lakukan. James segera bergegas menghampiri mobilnya.


Seharusnya Paula bisa mengerti dengan penolakan itu, tapi ini malah sebaliknya. Paula semakin berani mengekspresikan perasaannya terhadap James.


Dengan begitu agresifnya, Paula menarik lengan James dengan kuat, hingga James kehilangan keseimbangan. Dan mereka berdua jatuh pada badan mobil dengan posisi Paula berada di bawah James.


Cup


Paula mencium bibir James dengan sangat takut, kedua tangan Paula menahan tengkuk James supaya ciuman mereka tidak terlepas dengan mudah.


James berusaha keras melepaskan diri dari Paula yang terus saja menciumi bibirnya. Sampai James menyentak tubuh Paula kearah samping. Hingga tubuh Paula terpelanting dan akhirnya ambruk di atas lantai.

__ADS_1


"Ini pertama dan terakhir kalinya, kau melakukan ini pada ku,Paula. Kalau tidak, aku tidak akan segan-segan membuat perusahan suami mu hancur." Ancam James sangat serius.


Paula hanya tersenyum sambil memegangi bibirnya yang baru saja bersentuhan dengan bibir James.


"Aku tidak akan pernah menyesal kalau pun kau harus menghancurkan perusahan suami ku. Supaya suami ku bisa melepaskan ku dari pernikahan sialan ini." Tantang Paula.


James menggelengkan kepala, Dirinya sangat tidak mengenali Paula yang sekarang berada dihadapannya.


James masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Paula yang masih terduduk. Kini air mata Paula turun setelah kepergian James. Perasaan cintanya tidak terbalas, sekarang James malah balik membencinya.


.


.


.


Tok...Tok...

__ADS_1


"Masuk!."


James menatap seorang wanita muda yang berpenampilan biasa saja, tidak masuk dalam katagori cantik maupun menarik. Tapi ada satu hal yang menarik perhatiannya, yaitu pada bagian perutnya. sangat terlihat berbeda. Walau pun wanita muda itu sudah menutupinya dengan blouse yang sangat besar.


"Maaf Pak, meeting siang kali ini akan di schedule ulang oleh pihak klien. Karena klien ada keperluan yang tidak bisa tinggalkan." Ucap Wanita itu.


James tidak melihat ada tanda pengenal yang di pakai wanita muda itu. Hingga James mempertanyakan.


"Mana Id Card mu?."


"Bagian HRD belum memberikannya. Karena sangat mendadak saya diminta untuk mengantikan sementara sekertaris Bapak."


James langsung saja menghubungi bagian HRD, untuk meminta penjelasan. Tidak lama kemudian James meletakan kembali pesawat teleponnya.


"Baik lah, terima kasih. Kau boleh kembali ke maja mu. Sebentar lagi orang HRD akan memberimu Id Card."


"Terima kasih banyak Pak."

__ADS_1


James masih memperhatikan wanita muda itu sampai menghilang di balik pintu.


"Apa wanita muda itu sedang hamil?. Tapi kenapa bagian HRD tidak mengatakan apa pun pada ku."


__ADS_2