
Lyra tidak berhenti-hentinya berteriak minta tolong sambari terus menggedor pintu kamarnya. Berharap ada yang mendengar dan melewati kamar mereka.
" Tolong kami, kami terjebak disini, teman ku membutuhkan pertolongan. Siapa pun yang diluar tolong kami " Teriak Lyra dengan sisa tenaganya, karena sudah hampir satu jam ia berteriak meminta pertolongan.
" Tolong kami " Terdengar semakin lirih suara yang dikeluarkan Lyra.
Pak Anton yang baru selesai dengan meeting dadakannya, mendengar samar-samar teriakan yang berasal dari dalam kamar Jason lantas mempercepat langkahnya guna melihat apa yang terjadi.
" Apa aku salah dengar jika ada orang yang berteriak dari sini? " Gumam Pak Anton lirih sambil melangkahkan kakinya dari sana.
Tok
Deg
Pak Anton kemudian memegang handle pintu dan mendorongnya kuat. Namun tidak bergeser sama sekali.
" Tolong kami " Ucap Lyra lagi saat mengetahui ada orang didepan pintunya.
Pak Anton mengerutkan keningnya ketika mendengar suara wanita yang meminta tolong.
" Tuan Jason " Teriak Pak Anton dari luar.
Lyra mencoba bangkit dan berbicara, "Kami terkurung didalam, dobrak saja pintunya, karena aku menguncinya dari luar. Tolong selamatkan Jason, ia sudah pingsan dari tadi dan kehilangan banyak darah ".
Walau tidak terlalu mendengar dengan jelas, tapi cukup hanya mendengar dobrak saja, tanpa berpikir panjang Pak Anton langsung menerjang pintunya. Tapi sangat mustahil sekali, karena daun pintu yang sangat tebal dan kokoh. Tapi Pak Anton tetap mencobanya sampai bantuan datang menghampirinya.
Karena aksi Pak Anton ini, ada beberapa pegawai yang membantunya. Dan ada juga yang mencoba menghubungi bagian tekhnisi untuk membuka pintu kamar yang terkunci.
Kurang dari tiga puluh menit, pintu akhirnya bisa di buka. Lantas Pak Anton masuk mencari Tuan nya. Ia tidak mempedulikan Lyra yang meminta bantuan pada pegawai Hotel untuk menyediakan team medis untuk Jason.
Deg
Dengan secepat kilat Pak Anton mengecek nadi Jason yang sudah hampir tidak berdenyut. Membawa tubuh penuh darah Jason hanya dengan balutan kimono asalnya yang dipakaikan Pak Anton keluar dari dalam kamar mandi.
Pak Anton melajukan kendaraannya keluar dari area Lobby Hotel, setelah ia meminta tolong untuk meminjam salah satu mobil tamu yang baru sampai di Lobby sambil memperlihatkan kondisi Tuan nya yang sangat kritis.
Untung ia mendapatkan info dari pegawai Hotel kalau posisi Rumah Sakit tidak jauh dari Hotel tempatnya menginap.
" Dokter, perawat atau siapa pun itu tolong selamatkan Tuan saya " Teriak Pak Anton dengan suara lantangnya. Bahkan ia tidak mempedulikan harus parkir sebarang. Yang terpenting baginya saat ini keselamatan Tuan nya.
" Baik Pak silakan pasiennya letakan disini!" Perintah suster.
" Tolong segera lakukan pertolongan, denyut nadinya sudah sangat lemah " Ujar Pak Anton memberitahunya supaya cepat mendapatkan penanganan.
__ADS_1
" Baik Pak, tunggu disini. Kami akan melakukan yang terbaik " Ucap Suster saat melihat salah satu Dokter sudah menangani Jason.
.
.
Ayu masih setia memegang ponselnya, ketika Daddy Leo dan Mommy Irena datang ke rumah nya.
Ya, setelah Ayu menceritakan apa yang dialaminya dan meminta bantuan pada Daddy Leo. Mereka langsung mendatangi rumah Ayu. Karena tidak ingin terjadi apa-apa pada Ayu dan Baby Twins.
" Ayu " Sapa Mommy Irena langsung memeluk Ayu memberinya ketenangan meski ia yakin itu tidak akan bisa.
Ayu menangis dalam pelukan Mommy Irena, karena rasanya sangat menyakitkan karena Ayu sampai saat ini belum menerima kabar apa pun dari Jason.
Deddy Leo memeluk dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu. Mengecup pucuk kepala Ayu.
" Tenanglah! Daddy akan mencari tahu " Ucapnya.
Drt
Kening Daddy Leo berkerut melihat layar ponsel yang tertera dengan deretan angka tanpa nama. Apa pun bisa terjadi dalam kondisi seperti ini.
Sebelum mengakat teleponnya, ia mengaktifkan pengeras suaranya.
" Pak Anton ".
Daddy Leo melepas pelukannya sambil mematikan pengeras suaranya. Lalu agak menjauh dari keduanya. Karena ia meyakini jika Pak Anton dan Jason disana sedang mengalami masalah. Dan kedua wanita yang sedang berpelukanpun saling pandang setelah Daddy Leo menyebutkan nama Pak Anton.
Ayu mengedarkan pandangannya pada Abah dan Umi yang selalu senantiasa menemaninya. Dan Ayu pula mengajak Mommy Irena duduk bergabung dengan mereka sambil menunggu Daddy Leo berbicara dengan Pak Anton.
Hanya tidak kurang dari sepuluh menit, Daddy Leo sudah mematikan ponselnya. Ia berjalan ke arah mereka yang sedang duduk di sofa.
Daddy Leo berjongkok dihadapan Ayu dan Mommy Irena yang duduk bersebelahan. Ia memegang tangan Ayu dan istrinya bersamaan " Daddy akan mengatakan semuanya, tapi Daddy minta kalian tenang, terutama bagi Ayu dan Mommy ".
" Apa Dad katakan yang jelas?. Ayu dan Mommy pasti tenang dan kuat Dad"Tanya Mommy Irena yang dibarengi dengan anggukan pelan kepala Ayu.
" Jason masuk rumah sakit satu jam yang lalu. Tapi sudah mendapatkan penanganan dari team medis disana ".
Deg
" Dad...." Teriak Mommy Irena histeris, karena ia tahu jika Jason tidak bisa tinggal di rumah sakit.
Ayu hanya menatap nanar wajah Daddy Leo yang masih berada dihadapannya, dengan tubuh yang bergetar.
__ADS_1
Kabar yang dinantikannya berujung kesedihan bagi semuanya.
" Demi Baby Twins, kamu harus kuat. Pasti itu juga yang diinginkan Jason. Kamu tetap tinggal disini bersama Abah dan Umi. Daddy Dan Mommy akan ke Pontianak sekarang juga "Ucap Daddy Leo menyemangati Ayu sebelum mereka akan menyusul Jason.
" Izinkan Ayu ikut Dad!, Ayu janji Dad, Ayu dan Baby Twins akan kuat dan sehat sampai sana. Ayu mohon Dad, Justru Ayu nggak akan kuat jika Ayu tidak menemani Jason dalam kondisi seperti ini " Balas Ayu penuh permohonan. Walau kemarin Dokter Lara sempat melarangnya, tapi Ayu yakin kalau mereka bertiga kuat untuk hal apa pun, termasuk perjalanan pertamanya ini.
" Biarkan Ayu ikut Dad! " Mommy Irena pun ikut memohon.
" Tapi James akan ikut! " Ucap Daddy Leo menatap Mommy Irena dan Ayu.
" Kenapa?. Bicaralah yang jelas Dad, jangan setengah-setengah seperti ini. Apa yang sebenarnya terjadi pada anak kita Daddy Leo? " Mommy Irena begitu geram mendengar ucapan Daddy Leo yang sangat berbelit-belit menurutnya.
Daddy Leo hanya menarik nafas dalam-dalam sambil memegang tengkuknya.
" Jason sedang dalam masa kritis. Karena Jason sudah banyak kehilangan darah. Sementara stock darah di sana hanya sedikit. Karena golongan darah Jason langka. Makanya Daddy akan membawa James kesana supaya bisa mendonorkan darahnya pada Jason " Akhirnya Daddy Leo mengatakan kabar berita yang ingin coba ditutupi demi kebaikan semuanya. Tapi karena Mommy Irena ia terpaksa mengatakannya.
" Daddy..." Teriak Mommy Irena lebih histeris dari tadi. Sembari menarik kerah kemeja Daddy Leo dengan sekuat tenaga. Karena putra bungsunya sedang bertarung dengan maut.
" Lakukan apa pun yang terpenting Daddy Baby Twins bisa diselamatkan " Ucap Ayu mencoba untuk lebih kuat dan melawan rasa takutnya jika berhadapan dengan James.
.
.
Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( Ongoing ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih kawan 😊🙏.