Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 47


__ADS_3

" Maksud ku, istri mu masih kecil. biarkan dulu menyelesaikan pendidikannya. supaya punya bekal juga bila nanti punya anak dan sudah matang. jangan jadi merepotkan kita. karena tidak mudah menjadi orang tua ".


Terlihat Jason dan Daddy Leo yang mengerutkan dahinya. sebelum ini Oma yang paling bersemangat masalah anak, momongan atau cicit untuknya. tapi kenapa? pasti ada sesuatu.


" Kenapa Oma? " Tanya Jason.


"Sudah jangan berpikir buruk dulu sama Oma, niatnya kan baik supaya Ayu bisa menyelesaikan pendidikannya. supaya lebih fokus dan dapat segera menyelesaikannya. setelah itu kan bisa kalian programkan lagi? ".


Oma Grace mengusap dada, untung saja ada Irena yang menengahi kalau tidak sudah keceplosan ia dengan maksud yang sebenarnya.


" Jangan harap kamu bisa mengandung penerus dari cucu ku! "Gumam Oma Grace dalam hati sambil menatap Ayu dengan sinis.


" Kalian saja dulu yang ke meja makan, aku mau ke kamar mandi. Irena bantu aku! "Oma mengulurkan tangannya untuk berpegangan pada Irena.


" Dad, ajak Jason dan Ayu ke meja makan sekarang. nanti Mommy dan Oma menyusul"Mommy Irena menimpali.


" Baiklah, Ayo Jason, Ayu, kita tunggu mereka di sana "Daddy berjalan terlebih dahulu. diikuti oleh Jason dan Ayu yang berjalan dibelakangnya.


Sedangkan Oma Grace dan Mommy Irena malah duduk di tepian ranjang namun tidak ada yang bersuara.


" Aku tidak akan pernah mau mempunyai turunan dari wanita itu. buat lah menantu mu itu untuk meminum pil penunda kehamilan. sampai benar-benar mereka berpisah ".


Irena menatap Oma Grace dengan tidak percaya, ternyata ia masih tetap dengan pendiriannya.


" Terus apa yang akan Oma lakukan?"Tanya Irean bingung.


" Teruslah alihkan perhatian mereka dengan kelembutan dan kebaikan mu. sampai aku menemukan celah yang bisa aku manfaatkan untuk memisahkan mereka dan buatlah wanita itu mau untuk menunda kehamilannya. dan ingat jangan sampai Leo dan Jason tahu. karena mereka pasti tidak akan menyetujuinya "


Mommy Irena menggelang pelan.

__ADS_1


" Ini rumah tangga anak ku Oma, cucu Oma sendiri. Masa iya kita tega membuat mereka terpisah. aku tidak bisa melakukannyan Oma?!".


" Dengan atau tanpa bantuanmu, aku akan tetap menjalankan rencana ku. dan akan aku pastikan wanita kelas rendah itu tidak akan bisa mengandung keturunan ku! "Ucap Oma Grace dengan tegas.


Setelah Oma Grace mengatakan itu, ia keluar dari kamarnya ikut bergabung dengan yang lainnya di meja makan.


Sedangkan di dapur Bibi Yuni dan Bi Sinta serta Bi Wati melihat sekilas saja tapi mereka sudah memahami, jika Nyonya besar kurang menyukai Ayu. dan bahkan mereka juga bisa menilai hal yang sama pada Nyonya Irena.


" Padahal Ayu baik, cantik ya, kenapa masih ada saja orang yang tidak menyukainya?"Tanya Bi Sinta pada Bibi Yuni dan Bi Wati.


" Iya kita sudah tahu lah kenapa mereka tidak menerima Ayu. pasti karena masalah status sosial, si kaya dan si miskin"Cibir Bibi Wati.


Sedangkan Bibi Yuni hanya menjadi pendengar saja untuk keduanya, karena tidak ingin salah bicara yang nantinya akan merugikan Ayu.


" Kasihan Ayu punya Ibu mertua begitu"Ucap Bi Wati.


" Iya benar. tapi ada bagusnya Ayu dan Tuan Jason tidak tinggal disini, jadi tidak setiap hari mereka melihat Nyonya besar dan Nyonya Irena"Lanjut Bi Wati lagi.


Kembali lagi ke meja makan, dimana mereka sudah selesai dengan makan malamnya.


" Kalian tidur saja disini! "Daddy Leo menawarkan mereka untuk menginap.


" Kali lain saja Dad, terima kasih atas undangan makan malamnya Mom, Dad, Oma "Jason menolak untuk menginap. karena mungkin hanya perasaan Jason saja jika Oma Grace masih belum menerima sepenuhnya.


" Iya terserah kalian saja "Hanya Daddy Jason saja yang mengantar mereka sampai pintu utama.


Bibi Yuni melihat Oma Grace dan Mommy Irena tidak mengantar kepergian mereka, semakin memperjelas semuanya.


Bibi Yuni masuk ke kamar setelah pekerjaannya selesai. Bibi Yuni melihat ponselnya dan melihat pesan masuk. dikiranya dari Ayu, tapi ternyata dari Umi Ita. Dimana pesannya sangat membuat Bibi Yuni tidak kuasa menahan tangisnya. Umi Ita menuliskan pesan, menanyakan keadaan Ayu dan Jason. Namun Umi Ita tidak bisa membohongi hatinya jika ia merasa tidak enak dengan hati dan pikirannya yang selalu tertuju pada anak semata wayangnya. Kabar yang Ayu berikan selalu baik, baik dan baik. tidak pernah menjelekkan mereka atau siapa pun atau mengadu apa pun pada Umi atau Abah. tapi tetap saja Umi Ita punya insting yang tajam tentang Ayu. Jadi Umi Ita memastikan dengan bertanya langsung pada Bibi Yuni yang tinggal bersama di rumah ini.

__ADS_1


Bibi Yuni pun membalas pesan sesuai dengan yang diminta Ayu padanya. untuk tidak menceritakan apa pun yang didengar dan dilihatnya dirumah ini. dengan berat hari Bibi Yuni pun berbohong kalau Ayu baik-baik saja. Doakan saja yang terbaik untuk Ayu dan Jason, diakhir pesannya.


.


.


.


.


Sepanjang perjalanan pulang Ayu dan Jason hanya diam tidak ada yang berbicara. entah apa yang sedang mereka pikirkan.


" Turun Baby, kita sudah sampai? "Jason menepuk lembut pundaknya.


Ayu hanya mengangguk saja dan kaluar dari dalam mobil. sepanjang perjalanan mereka masuk ke Apartemen pun masih belum ada yang berbicara.


" Honey, boleh aku langsung istirahat saja?"Ucap Ayu tanpa melihat wajah Jason yang sedang mantapnya intens.


Jason membawa Ayu dalam perlukannya. semula biasa saja, namun semakin lama terdengar isak tangis Ayu dalam pelukan Jason dan terdengar semakin pilu.


" Tidak peduli pada Oma, Daddy dan Mommy jika mereka tidak menginginkan cucu dari mu. tapi yang memiliki kehidupan ku sendiri. aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku, kita akan memiliki anak yang banyak "Jason mengusap punggung Ayu dengan sabar.


Ayu semakin terisak mendengar ucapan Jason yang baru saja didengarnya. berarti apa yang dipikirkan oleh dirinya sama persis dengan apa yang dipikirkan suaminya.


Setelah Ayu dirasa tenang, Jason melerai pelukannya sambil menghapus air matanya yang masih membasahi pipinya.


Setelah beberapa menit berlalu, Ayu sudah tidur diatas kasur dengan ditemani Jason yang selalu memeluknya.


" Oma, kenapa harus begini? Apa salah Ayu? Aku yang sangat mencintai dan tidak hidup tanpanya. cucu mu ini Oma yang menginginkan Ayu!"Gumam Jason dalam hati.

__ADS_1


Jason pun sangat menyadari. Sepanjang makan malam pun, Mommy Irena tidak terlalu banyak berbicara dengan Ayu, bahkan Oma sama sekali tidak mengajaknya berbicara. kedua wanita itu malah cenderung mengacuh kan apa yang dikatakan oleh Ayu. hanya pada dirinya saja Oma Grace dan Mommy Irena banyak berbicara.


" Kita tidak akan pernah kesana lagi, kita punya dunia kita sendiri. kita masih punya Abah dan Umi yang dengan tulus sayang sama kita ".Gumamnya lagi sambil mengecup pucuk kepala Ayu.


__ADS_2