Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 34


__ADS_3

Sudah satu jam Soraya menatap tulisan tangan Della di depan ruangan bayi. Sejak jenazah Della di bawa ke kampung halaman untuk dimakamkan di sana atas permintaannya.


Soraya masih menatapnya tidak percaya dengan keajaiban ini. Dimana dirinya sudah menjadi seorang ibu dari bayi yang tidak di kandung dan dilahirkannya.


"Sayang..." James menyentuh pundak Soraya lembut. Soraya mengangkat wajahnya menatap James.


"Kenapa tidak masuk?." Karena dari tadi Soraya ingin melihat bayinya tapi seperti ada yang menghalangi.


"Apa aku pantas James untuk menjadi seorang ibu?." Soraya berdiri lalu memeluk tubuh James.


"Kamu sangat layak sayang, untuk menjadi seorang ibu. Bahkan Della saja tahu kamu memiliki kemampuan untuk menyayangi bayi itu dengan tulus."


"Mungkin tiga hari lagi aku bisa menggendong bayi kita, James?."


"Iya sayang."


James dan Soraya meninggalkan ruangan itu, menuju ruangan Ayu dan Jason. Dimana di sana juga ada Davina dan Davida.


Sesampainya di sana, Jason sedang berbicara dengan Pan Anton dan Agas. Membicarakan pekerjaan yang belum sempat dikerjakan oleh Jason. Sedangkan Ayu masih ada dalam pengaruh obat.


"Papa...Mama..." Panggil Vina berteriak kearah James dan Soraya. Diikuti oleh Vida dengan membawa boneka kesayangannya.


"Sayang..." James membawa Vina dan Vida keruangan kerjanya. Karena ada beberapa mainan yang sudah dibeli untuk kedua anak perempuannya.

__ADS_1


Setelah satu jam Vina dan Vida bermain di ruang kerja James. Kini mereka akan kembali melihat adik mereka yang ternyata seorang laki-laki. Dan Ayu sekarang sudah sadar dan sedang menggendong bayinya.


Soraya terlihat begitu senang melihat bayi Ayu yang begitu tampan.


"Umi, Bibi Yuni dan Ibu Risma sedang makan dulu di kantin depan." Ucap Soraya memberitahu Ayu.


"Mereka sudah sampai?." Tanya Ayu sambil mengikat rambutnya.


"Hem...sudah ada setengah jam yang lalu. Tapi Jason meminta mereka untuk makan dulu." Balas Soraya lagi.


"Oh ya bagiamana dengan bayi mu?." Ayu menatap Soraya yang terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Mungkin tiga sampai lima lagi hari, baru aku bisa menggendongnya." Jawab Soraya duduk di sebelah Ayu.


"Sebenarnya ada yang sedang aku pikirkan."


"Apa?."


"Sebenarnya aku ingin meminta mu untuk mau menyusui bayi Della. Karena aku ingin memberikan yang terbaik untuknya. Tapi kalau di lihat bayi mu laki-laki, yang biasanya akan lebih membutuhkan stok ASI yang banyak. Jadi rasanya sangat susah." Ayu mendengarkan dengan begitu serius yang Soraya sampaikan.


"Paling ya aku dan James akan memberikan susu formula saja. Itu juga tidak buruk." Lanjut Soraya berusaha untuk menerima keadaannya. Meski pun jauh di lubuk hatinya ia ingin supaya bayi Della merasakan meminum ASI walau pun tidak sampai harus dua tahun.


Ayu sangat mengerti dengan apa yang diinginkan oleh Soraya. Dan menurutnya itu sangat wajar sekali, ibu mana pun pasti akan melakukan yang terbaik untuk anak mereka.

__ADS_1


Ayu harus berbicara dulu pada Jason sebelum bersedia untuk menyusui bayi Soraya. karena bagiamana pun Jason harus tahu dan mengizinkannya.


.


.


.


Semua orang sudah berkumpul di dalam ruangan Ayu. Mereka menggoda Vina dan Vida kalau adik mereka akan tinggal bersama Soraya. Sontak saya mereka keberatan karena Vina dan Vida sendiri yang akan mengurus sang adik.


"Kalau Papa sama mau, boleh tinggal di rumah kami aja. Sekalian bantu jaga adik kami." Celoteh Vina yang sedari tadi tidak bisa jauh dari box bayi adiknya.


"Iya Mama, Papa. Tinggal saja bersama kami." Vida ikut menimpali.


Semuanya tertawa melihat kedua anak itu mengatur Soraya dan James.


"Soraya, Jason sudah memberiku izin untuk menyusui bayi mu." Ucap Ayu yang sangat membaut Soraya bahagia bukan main.


"Terima kasih Ayu, Jason. Kalian memang orang baik." Soraya memeluk James.


"Tapi seperti yang dikatakan oleh Vina dan Vida kalian harus tinggal di rumah kami." Sambung Jason.


"Tidak masalah." Jawab Soraya dan James bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2