Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 26


__ADS_3

Soraya memiliki simpati dan empati yang luar biasa terhadap kehidupan Della. Bahkan untuk sementara Soraya melupakan untuk menanyakan noda lipstik di leher dan kerah kemeja suaminya.


Sepulangnya mereka dari rumah sakit, Soraya mengajak James untuk membeli beberapa makanan, vitamin dan susu untuk Della. Berbekal alamat yang diberikan oleh bagian HRD, Soraya dan James langsung menuju tempat Della.


Lumayan cukup jauh jarak tempuh dari rumah sakit ke tempatnya Della, itu pun dalam keadaan jalan lancar. Bagaimana kalau sedang macet, mau jam berapa Della berangkat atau pun sampai ke tempatnya.


"Aku tidak bisa membayangkan jika menjadi Della. Hidup dalam kesakitan, kesedihan dan kekurangan dalam keadaan mengandung." Ucap Soraya menatap lurus ke depan.


"Iya, aku juga sayang. Semoga saja Della selalu tabah dalam menjalani sisa hidup bersama anaknya nanti." Balas James.


Air mata Soraya langsung saja meluncur terjun bebas dari kedua matanya. James belum menyadarinya untuk beberapa waktu, sampai tangisan Soraya terdengar cukup kencang sehingga James terpaksa mengerem mobilnya dengan mendadak. Untung saja tidak menimbulkan kecelakaan, hanya saja mobil dibelakangnya membunyikan klaksonnya berkali-kali.


"Ada apa sayang?." Tanya James sambil melajukan kembali mobilnya dengan pelan.


"James, apa boleh aku memberikan pengobatan gratis untuk Della dan pemeriksaan untuk bayinya?." Tanya Soraya terisak-isak.


"Aku akan selalu mendukung mu, sayang. Apa pun keputusan mu untuk membantu Della dan bayinya." Jawab James tidak bisa mengabaikan jika sosial Soraya yang. begitu tinggi terhadap sesama.


"Kamu tidak keberatan sayang?." Tanya Soraya memastikan.

__ADS_1


James pun dengan cepat menggeleng. "Tidak sayang. Lakukan lah apa yang menurut mu baik." Jawab James dengan sangat tegas.


.


.


.


Tidak lama, mereka sampai di sebuah rumah bedeng, bangunan lama, kumuh dan tidak terawat.


"Apa yakin ini tempatnya?." Soraya keluar dari mobil, James pun mengikutinya.


"Tapi James...." Soraya tidak lagi melanjutkan perkataannya, saat salah satu dari pintu itu ada yang terbuka. Dan ternyata itu Della yang keluar untuk menampung air hujan yang tiba-tiba saja turun.


James segera melindungi Soraya dari air hujan dan kembali ke dalam mobil.


"Kenapa kita tidak langsung saja menghampiri Della, James?." Tanya Soraya sambil mengelap rambut dan wajah James yang terkena air hujan.


"Aku takut Della tersinggung atau belum siap menerima kedatangan kita. Kamu tahu sendiri ukuran dari tempat ini berapa?. Paling tidak kalau tidak hujan, aku bisa menunggu mu di mobil. Supaya kamu dan Della lebih leluasa juga untuk mengontrol nya." Alasan James sangat masuk akal. Mengingat cerita dari Pak Mulyadi, jika Della tidak ingin ada teman-teman kantor yang tahun tempat tinggalnya. Jadi kalau ada bantuan yang ingin diberikan oleh teman-temannya, itu selalu Della terima di kantor.

__ADS_1


Cukup lama, hujan turun malam itu. Hingga sekitar pukul 11 malam baru hujannya berhenti. Soraya mengikuti saran James untuk datang seorang diri ke tempat Della. Kalau nanti sambutanya hangat dari Della, makanya dirinya akan turun sambil memberikan semua yang sudah Soraya siapkan untuk Della.


Tok Tok Tok


Soraya mengetuk pintu rumah bedeng tersebut. Tidak lama kemudian, pintu terbuka sedikit.


"Della..."


"Ibu Soraya...."


Hening untuk sementara waktu, baik Della atau pun Soraya tidak ada lagi yang berbicara. Della tidak langsung meminta Soraya untuk masuk ke dalam rumahnya, Della sendiri yang lebih memilih untuk keluar dan menutup pintunya.


"Maaf Ibu Soraya ada perlu apa ya sampai harus datang ke tempat saya?." Mata Della berkaca-kaca. Ini pertama kalinya ada orang tahu kontrakan sebagai rumah tempat tinggalnya. Keluarga dari kampung saja yang terus memaksa ingin datang berkunjung tidak diperbolehkan. Supaya mereka tidak mengetahui segala kesusahannya di ibu kota.


"Maaf kalau aku harus mengejutkan mu, tapi hanya saja, aku ingin membantu mu. Apa boleh?." Tanya Soraya dengan hati-hati.


Della tidak langsung menjawab, ia dima beberapa saat untuk berpikir. Bagaimana nanti dampaknya jika ia membatu bantuan bos dari tempatnya bekerja.


Soraya menelan ludah, kalau mendengar suara perut Della yang keroncongan. Della sendiri langsung menunduk karena malu. Memang dirinya sangat kelaparan setiap malamnya.

__ADS_1


"Della, izin aku dan suami ku membantu mu?."


__ADS_2