
" Apa kamu bahagia bersama kedua putra kita hidup bersama James? " Pertanyaan yang sebenarnya sangat menyakitkannya untuk diucapkan tapi Jason ingin memastikannya langsung.
Ayu menatap tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut Jason, tapi itu lah yang didengarnya " Iya kami sangat bahagia. Seperti yang kamu lihat sekarang ".
Jason terlihat mengangguk lemah " Bagus jika seperti itu. Supaya aku juga bisa melanjutkan hidup ku.Tapi aku ingin bertemu dengan kedua putra ku, aku harap kamu tidak akan menghalanginya".
" Iya aku akan mempertemukan kalian, lalu Soraya? " Balas Ayu dan balik bertanya bagaimana nanti pendapat Soraya tentang Jason ternyata sudah mempunyai anak.
" Tidak masalah, Soraya dan Mrs. Stella sudah banyak tahu tentang cerita sedih ku dimasa lalu "Jawab Jason menyadari Ayu yang terus menatapnya intens seolah Ayu memperlihatkan kerinduannya.
" Aku hanya tinggal memperkenalkan kedua putraku saja pada mereka. Karena diantara kita sudah tidak ada ikatan lagi " Lanjut Jason lagi.
" Iya kamu benar " Balas Ayu lirih.
Drt...Drt...
Ayu menatap Jason yang sedang membelakanginya.
" Ma, kami pulang cepat hari ini. Kami berdua main sebentar di rumah Bibi Theresia. Setelahnya kami bisa mengajak Papa ke taman, boleh Ma? " Ucap Jack dari seberang telepon.
" Iya kalian hati-hati bersama Papa " Balas Ayu sambil cepat menghapus air matanya. Karena posisi Jason yang sudah menghadapnya lagi.
" Apa itu kedua putra ku? " Tanya Jason pelan tapi masih bisa didengar Ayu.
" Apa mereka bersama James " Tanyanya lagi dengan nada yang meninggi, sehingga Jack bisa mendengarnya dengan jelas.
" Itu siapa Ma yang menyebut nama Papa? " Belum juga menjawab pertanyaan Jason, Jack sudah mengajukan pertanyaannya.
" Jack " Ayu memberitahu Jason. Bahwa yang sedang bericara ditelepon bersamanya adalah Jack yang lahir terlebih dahulu. Saat Jason dengan paksa mengambil ponsel dari tangannya.
" Jack " Panggil Jason dengan suara beratnya.
" Hallo Paman " Sapa Jack dengan ramah ketika ada yang memanggilnya dari seberang telepon.
" Jack aku... "
Dengan cepat Ayu mengambil dan mematikan ponsel dari tangan Jason.
Jason begitu marah kala Ayu menghentikannya berbicara dengan salah satu putranya.
" Beri aku waktu untuk berbicara dengan Jack dan John. Tapi tidak dengan cara yang seperti ini. Aku tidak akan mempersulit mu untuk bertemu dengan mereka " Ucap Ayu sedikit memelankan suaranya, karena situasi ini ternyata sangat tidak mudah dilewatinya.
" Baik, besok kamu harus mempertemukan kami, jangan sampai aku mengambil mereka dari mu ".
Deg
__ADS_1
Tubuh Ayu luruh jatuh ke lantai setelah Jason mengatakan itu dengan nada penuh kemarahan sambil meninggalkan Ayu disana.
" Aku harus mempersiapkan hati jika terjadi lagi hal yang lebih buruk dari pada hanya sekedar kehilangan Jason " Batinnya.
Sedangkan Jason berjalan sendiri, keluar dari gedung perkantoran itu. Setelah sebelumnya Jason mengirimkan pesan pada Soraya jika tiba-tiba ada kliennya meminta bertemu sekarang juga.
Padahal Jason hanya ingin menenangkan hati dan pikirannya, saat pertama kali bertemu Ayu disini setelah sekian lama. Mendapati kenyataan wanita yang teramat sangat dicintainya, sudah hidup bahagia dengan Kakaknya sendiri. " Hidup macam apa ini? ".
" Aaaaaaaahh!!! " Teriak Jason di sebuh taman yang sedang sepi dari pengunjung.
Jason menutup wajah dengan kedua tangan ketika air mata jatuh dari pelupuk matanya. Ternyata Jason masih memiliki perasaan yang sangat besar untuk Ayu sehingga kehadiraannya saat ini sangat mempengaruhinya.
" Bagaimana bisa kamu sudah bahagia sedangkan aku masih berjalan ditempat?" Gumamnya lirih.
Jason sudah kembali ke kantor Mrs. Stella setelah dua jam bergulat dengan amarah dan emosinya.
" Soraya sedang tidur di kamar sebelah, kamu bisa berbagi tempat tidur kalau mau beristirahat disana " Mrs. Stella menunjuk kesebelah meja kerja Ayu.
" Tidak, terima kasih. Aku disini saja " Balas Jason mengikuti arah tangan Mrs. Stella tapi sekilas Jason melihat Ayu sedang fokus pada pekerjaannya.
" Mrs. Stella aku ada meeting di luar dengan Mr. Ronald. Tapi nanti aku langsung pulang. Laporan meeting nanti aku kirim via email " Ayu bersiap berangkat, tapi sebelum itu Ayu merapikan meja kerjanya terlebih dahulu.
" Ok Mom J, terima kasih banyak " Ucap Mrs. Stella.
" Mungkin kamu bisa ikut Moms J untuk meeting di luar, melihat prospek tender yang akan kita ajukan. Nanti kamu bisa melihat kecerdasan yang dimiliki Moms J " Mrs. Stella ingin menunjukkan kepada calon menantunya tentang kepandaian karyawannya.
Ayu menatap Jason sambil mengelengkan kepalanya pelan. Supaya Jason menolaknya, tapi sayang ini dijadikn kesemptan oleh Jason untuk bisa berduaan dengan Ayu. Sehingga Jason tidak menolak tawaran Mrs. Stella.
" Bukan ide yang buruk. Baiklah aku ikut dengan Moms J. Nanti tolong sampai kan pada Soraya " Jason tetap memperlihatkan sisi perhatiannya untuk Soraya walau di depan Ayu.
" Iya calon menantu " Ucap Mrs. Stella yang diakhiri dengan gelak tawa.
" Baiklah Moms J, ayo kita jalan " Ajak Jason mempersilakan Ayu untuk berjalan didepannya.
" Kenapa kamu harus ikut segala " Gerutu Ayu saat melintas didepan Jason. Tapi Jason tersenyum manis mendengar Ayu yang menggerutu kesal seperti itu.
" Biar aku yang menyetir, kamu yang jadi penunjuk jalan " Jason mengambil paksa kunci mobil dari tangan Ayu.
Karena tidak ingin membuang waktu dengan perdebatan ini. Ayu lebih memilih menikmati setiap momennya bersama Jason. Sebelum Jason menikah dengan Soraya, itu yang ada dipikirannya saat ini.
" Siapa nama lengkap kedua putra ku?"Tanya Jason memecah keheningan antara dirinya dan Ayu.
" Jack Gilbert dan John Gilbert " Jawab Ayu cepat.
" Kalau kamu dan James bekerja, Siapa yang menemani Jack dan John ?".
__ADS_1
" Ada Bibi Theresia tetangga kami yang membantu menjaga Jack dan John ".
" Kenapa kamu bekerja, bukannya James masih sanggup membiayai kehidupan kalian disini. Aku melihat laporannya setiap bulan ".
" Aku yang meminta untuk bekerja, dan James pun tidak keberatan ".
Ayu menoleh kearah Jason yang menghela nafas dengan kasar.
" Berhenti di Cafe depan. Kita meetingnya disana " Intruksi Ayu.
Jason dan Ayu keluar dari dalam mobil. Mereka berjalan beriringan menuju tempat yang sudah ditentukan untuk meetingnya.
" Selamat siang Mr. Ronald " Sapa Ayu dengan ramah, sambil mengulurkan tangannya. Bukan kali pertama Ayu meeting bersama Mr. Ronald. Bisa dibilang ini yang kesekian kalinya.
" Selamat siang Ayu " Sapa Mr. Ronald dengan mengerlingkan sebelah matanya. Ia pun menerima jabatan tangan Ayu sambil mengusap punggung tangan Ayu yang tertangkap kedua mata Jason.
" Sial, dasar kadal buntung " Jason geram dengan perlakuan Mr. Ronald yang sangat merusak pemandangan matanya.
Ayu memperkenkan Jason sebagai partner meetingnya kali ini.
" Tidak masalah Ayu, selama kamu ada disini " Mr. Ronald terlihat hendak meraih tangan Ayu yang berada diatas meja, namun berhasil dihalangi tangan Jason dengan terlebih dahulu meletakkan tangannya pada tangan Ayu.
" Maaf " Ucap Jason pada keduanya tanpa melepaskan tangan Ayu.
.
.
Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( Ongoing ).
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih kawan 😊🙏.