Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Extra Part 50 T3JG


__ADS_3

Semua pasang mata menatap ke arah nya yang lepas kendali dengan menyebut nama Soraya puluhan kali namun yang di panggil tidak kunjung datang.


Ibu Risma, Bibi Yuni dan Umi Ita langsung saja menuju dapur untuk merapikan barang bawaan dan menyiapkan makanan untuk semua orang.


Mommy Irena dan Daddy menyaksikan putra nya itu dengan rasa haru yang luar biasa. Mereka berharap jika James dan Soraya akan kembali bersama. Setelah melihat perjuangan James untuk setia.


Sedangkan Ayu membawa Vina dan Vida untuk beristirahat di dalam kamar. Ayu berpapasan dengan Jason yang hendak keluar karena mendengar suara teriakan James.


" Ayo Pa!." Ajak John membantu James untuk duduk. Tapi James sangat menolaknya, bahkan kini ia menatap lembut sang pada sang putra. Mengajaknya bicara dari hati ke hati sebagai seorang pria.


" Dimana wanita yang sudah memanggil nama mu John?." Tanya James mengulang pertanyaan yang sama terhadap Jack dan John. Yang ternyata masih saja sulit untuk mendapatkan jawaban dari mereka.


Jack dan John tersenyum dan memegang lengan kakak dan kiri James, membawanya berjalan untuk duduk. Dan mereka pun ikut duduk mengapit James.


" Siapa wanita yang Papa maksud?." Jack masih menutupi.


" Wanita yang kamu panggil Mama dan tadi Papa dengar wanita itu pertama memanggil nama mu Jack lalu John." James begitu bersemangat.


" Wanita itu memiliki nama Pa. Siapa nama wanita yang Papa yakini merupakan Mama bagi kami?." Sekarang giliran John yang terus saja berkilah. Mereka ingin satu nama yang keluar dari mulut Papa nya untuk wanita yang akan menjadi Mama mereka nantinya.


" Papa meyakini itu suara Soraya, Soraya, John. Suara itu Papa sangat menghafal nya, itu suara Soraya." Jawab James serius.


" Papa begitu merindukan Bibi Soraya, sangat merindukan nya." Lanjut James dengan wajah yang berbinar saat menyebutkan nama Soraya.


" Cinta?. " Tanya Jack dan John bersamaan.

__ADS_1


" Iya. Papa masih sangat mencintai nya Bibi Soraya, Papa masih mencintai Bibi Soraya." Jawab James dengan begitu mantap, tidak ada keraguan apalagi kebohongan yang mereka lihat.


Tak kuasa menahan lagi semua perasaan yang hari ini entah kenapa ia begitu sensitif terhadap suara Soraya?. Tapi memang ia sangat meyakini bahwa itu hanya milik Soraya bukan wanita lain.


Seketika James melupakan kalau ia pria dewasa, disaksikan oleh semua anggota keluarga, mengesampingkan rasa malu nya untuk bisa menangisi cinta dan kerinduan yang sudah tidak bisa ditahannya lagi. Menutup wajah dengan kedua tangannya. Beberapa tahun lalu ia masih bisa terlihat baik-baik saja, tapi tidak dengan hari ini. Biarlah hari ini menjadi miliknya, untuk menangisi dan meratapi perasaan yang begitu besar dan kuat untuk Soraya.


Jack dan John perlahan berdiri dengan gerakan yang dibuat se-pelan mungkin supaya tidak mengganggu James yang terisak. Bergerak semakin jauh meninggalkan James duduk seorang diri masih dengan menutup wajah.


Wanita yang dicari keberadaannya kini sudah duduk di samping James dengan posisi wajah menghadap James.


Ya Soraya yang sejak tadi pagi sudah berada di rumah Umi Ita berkumpul dengan anggota keluarga yang lain. Pertama atas permintaan Ayu dan Jason. Namun Soraya masih enggan untuk datang, sampai Mommy Irena dan Daddy Leo yang berhasil meyakinkannya dan setuju untuk datang ke sana menemui James untuk segera menyelesaikan semuanya yang sudah terjadi.


Namun sedikit dilengkapi dengan drama yang sengaja sudah disiapkan oleh Jason dan kedua putra nya. Supaya James lebih menghargai lagi sebuah perjuangan dan berharap James selamanya bisa menjaga Soraya dan saling mencintai.


Deg


James mengucek kedua mata berulang kali, tapi kali ini sosok Soraya nyata ada didepannya. Tanpa pikir panjang lagi James memeluk Soraya dengan sangat erat saking erat nya Soraya dibuatnya sulit bernafas. Sampai Mommy Irena menghampiri James hanya untuk menepuk pundak putra pertama nya karena kasihan melihat Soraya seperti ikan keluar dari kolam.


" Aku sangat merindukan mu, sangat." Saat James melerai pelukannya beberapa detik dan selanjutnya memeluk Soraya kembali.


Baru Soraya membalas pelukan James yang terasa nyaman pada tubuh nya tidak seperti tadi, hangat yang kini sama-sama mereka rasakan. Soraya menyadari jika hati dan perasaannya masih terpaut jelas pada James, pria yang ditinggalkannya beberapa tahun yang lalu. Kalau James sudah tidak perlu diragukan lagi, kali ini kesetiaannya benar-benar teruji dan tidak terbantahkan.


Mommy Irena, Daddy Leo, si kembar Jack dan John serta Ayu bersama Jason meninggalkan dua sejoli yang ingin membicarakan banyak hal. Mereka semua menuju taman belakang dimana makanan sudah tersaji di sana, tentunya Umi Ita, Bibi Yuni dan Ibu Risma yang memasaknya.


" Kamu masih mau menikah dengan ku?." Tanya James gerak cepat pada pertemuan mereka ini. Sudah tidak ada waktu baginya untuk menunda lagi.

__ADS_1


" Apa kamu tidak sedang terikat dengan wanita mana pun saat ini?." Tanya balik Soraya meminta kejelasan pada James. Soraya tidak ingin dekat kembali dengan James yang sudah memiliki status bersama wanita lain.


" Kalau teman wanita ada, nama nya Paula. Tapi hanya sebatas teman saja, Jack dan John pun tahu wanita itu." Jawab James jujur.


" Apa kamu yakin cuma teman saja?." Selidik Soraya sambil memegang wajah James dan menatapnya dengan lekat.


" Benar hanya berteman saja. Bisa dibilang Paula teman baik ku selama di London. Kamu bisa meneleponnya untuk mu dan kamu bisa tanyakan langsung pada nya." Tantang James, supaya Soraya tidak berpikir macam-macam tentang dirinya dan wanita lain.


" Bagaimana kamu masih mau menikah dengan ku?." James mengulangi pertanyaan nya setelah bicara ke sana kemari.


" Hem, bagaimana ya James?. Aku sekarang berbeda jauh dengan Soraya yang dulu. Sekarang aku tinggal di kota kecil bersama Mommy. Pekerjaan ku disini cukup hanya untuk menghidupi kami berdua. Aku dan Mommy tidak ingin menjadi beban untuk mu."


Soraya ingin menjelaskan pada James semua tentang perekonomian keluarga nya saat ini.


Semua sudah habis untuk pengobatan Mommy Stella selama beberapa tahun terakhir ini. Ingin dari dulu Soraya datang ke rumah Gilbert setelah kesembuhannya namun sayang Mommy Stella sangat membutuhkan dirinya dan ia rela menjauh dari cinta dan keluarga Gilbert demi sang Mommy.


" Bagi ku semuanya tidak ada yang berubah, kamu tetap Soraya aku, Soraya yang sama dengan beberapa tahun yang lalu. Ayo kita temui Mommy Stella dan kita bawa berobat ke rumah sakit besar. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu hanya karena ini, aku sudah lama menunggu mu, aku tidak ingin kita terpisah lagi. Ayo kita menikah dan kita bangun rumah tangga kita bersama anak kita." Jelas James tulus.


Soraya tampak berpikir sebelum menerima ajakan James untuk menikah sampai terdengar suara yang lainnya menyoraki.


" Terima....terima...terima... "


" Terima Ma...terima Ma..."


" Ayo Ma katakan iya...katakan iya Ma..."

__ADS_1


__ADS_2