
Berselang setengah jam dari pertemuan di aula tadi. kini Lindan sudah membawa dua orang yang mau buka suara terkait berita itu.
" Permisi Tuan Jason, Tuan Leo, Tuan Willi"Sapa Lindan pada ketiga nya yang berada di ruangan tersebut.
" Masuk Lindan, duduklah! "Daddy Leo menyuruhnya mereka bertiga masuk.
Mereka bertiga duduk di sofa yang terdapat di ruangan itu yang berhadapan langsung dengan Daaddy Leo dan Jason.
Lindan memperkenalkan kedua orang yang bersamanya, yakni Simons dan Sammy.
" Bagaimana, silakan siapa yang mau berbicara terlebih dahulu? "Tanya Daddy Leo.
Simons yang pertama berbicara dan menjelaskan asal mula beritanya itu, karena masalah ini dari mulut ke mulut lumayan juga mereka harus hati-hati mengurutkannya. kemudian Sammy yang menyambung apa yang dikatakan pertama oleh Simoms dan memperkuat beritanya. sehingga mereka memdapatkan satu nama orang yang diyakini mereka orang tersebut yang pertama kali menyebarkan beritanya.
" Laura Anastasya "
Seorang model yang pernah perusahaan mereka pakai satu minggu yang lalu sebelum kontraknya tidak diperpanjang karena sudah ada model yang lain yang menggantikannya. Dan Laura Anastasya ini, Jason sangat mengenalnya. karena ia satu circle dengan Lyra dan juga Celia.
" Kalian bisa mempertanggungjawabkan ini semua?"Tanya Jason penuh semangat. karean tiba-tiba saja memiliki ide cemerlang untuk dirinya.
" Iya Tuan Jason kami akan bertanggung jawab"Jawab keduanya penuh keyakinan.
" Dan kami akan menjamin keamanan kalian, jika kalian sendiri bisa menyimpan apa yang baru saja kalian katakan. dan kami akan mengurusnya"Balas Jason dengan tegas.
Mereka melakukan ini karena sebagai bentuk permohonan maaf dan rasa terima kasih mereka pada perusahaan yang sudah mau mempekerjakan mereka diusia yang tidak lagi muda.
Linda, Simons dan Sammy kembali bekerja setelah selesai berbicara dengan pemilik perusahaan.
" Siapa yang punya andil cukup besar dalam kasus kita Jas? "Tanya Daddy Leo.
" Siapa pun bisa sangat punya andil Dad, tentunya tinggal kita bisa mencari siapa sebenarnya dari kedua kandidat penyebar berita itu "Jawab Jason.
Willi hanya diam saja saat nama Celia dan Lyra di perbincangkan oleh Daddy Leo dan Jason. karena itu merupakan urusan intern mereka. jadi biarkan saja mereka mau memberikan sanksi apa untuk salah satu diantara Lyra atau Celia.
" Willi kau urus model itu jika masih berkeliaran di negara ini. tapi akan menjadi urusan ku dan Jason kalau model itu ada di Indonesia "Ucap Daddy leo.
" Baik Kak secepatnya aku akan memberikan info pada kalian "Balas Uncle Willi.
" Bagaimana, apa bisa aku pulang lagi ke Jakarta?"Daddy Leo mengerutkan keningnya sehingga menimbulkan lipatan, setelah mendengarkan apa yang baru saja diucapkannya.
" Bisa, karena masalah disini sudah selesai. tapi apa tidak capek Jas? "Tanya lagi Daddy Leo yang hendak menelepon Mommy Irena.
__ADS_1
" Jangan mengatakan apa pun pada Mommy tentang ku, karena aku akan pulang sekarang hari ini juga dan aku akan mengabari Ayu langsung"Ucap Jason sambil meminta sekertaris Uncle Willi untuk mencarikannya tiket.
Kemudian Jason mengirimkan pesan pada Pak Anton untuk mengerjakan sesuatu untuknya.
.
.
.
.
" Apa rencana kita akan berhasil Tan, Oma?" Tanya Lyra setelah ia sampai di rumah kediaman Gilbert, lebih tepatnya didalam kamar Oma Grace.
Lyra yang membantu Mommy Irena dan Oma Grace untuk mengambil gambar Ayu dan James yang terlihat sangat intim. Karena Oma Grace meyakini jika Jason sangat tidak suka dengan kedekatan James dengan Ayu.
" Harusnya berhasil Ly karena gambar-gambar ini sangat meyakinkan sekali. tapi sejauh ini Jason tidak membalas pesan Tante "Jawab Mommy Irena.
" Apa mungkin Jason nya masih sibuk dengan pekerjaan disana.Entah lah Tante tidak tahu "Mommy Irena menambahkan.
" Kalau tidak berhasil, masih banyak cara yang akan kita lakukan untuk memisahkan mereka. ini hanya baru permulaan saja "Ucap Oma Grace menimpali.
Lyra tersenyum senang saat mengetetahui bahwa ia mempunyai sekutu yang sangat kuat di rumah ini. Akan sangat mudah bagi untuk mendapatkan Jason kembali dalam pelukannya.
" Baik Oma, aku percayakan semuanya pada Oma dan Tante"Balas Lyra.
" Tapi kamu juga harus hati-hati saat melakukan sesutu disini.karena sepertinya para pelayan di rumah ini sangat menyukai Ayu "Terang Mommy Irena.karena ia tidak ingin juga keburukannya diketahui orang lain apa lagi sampai Daddy Leo tahu.
" Iya Tante tenang saja. Aku akan berhati-hati. Terima kasih sudah memperingatkan aku Tan "Balas Lyra.
Mommy Irena hanya mengangguk pelan.
.
.
.
.
Sedangkan di kantor, James sedang menyiapkan berkas yang akan dibawanya pulang demi bisa lebih dekat dan berduaan dengan Ayu di rumah tanpa ada yang mencurigainya.
__ADS_1
Sebenarnya James ingin sesekali mengajak Ayu untuk menemaninya meeting di luar kantor.tapi sepertinya untuk sekarang akan sangat sulit.mengingat Ayu yang memegang langsung perusahaan Jason. Padahal itu akan mempermudah geraknya untuk memiliki Ayu.Namun sejauh ini masih hanya ada dalam angannya dan belum bisa direalisasikannya.
" Sar tanyain Agas, Nyonya Ayu sudah pulang dari kantor belum? "James memerintahkan Sari untuk menghubungi Agas menanyakan keberadaan Ayu.
" Baik Tuan James "Jawab Sari yang langsung mengambil ponsel nya menghubungi Agas.
Selang beberapa menit...
" Bagaimana Sar, kok lama ?"Tanya James lagi.
" Belum Tuan, mungkin mereka masih mengadakan meeting dengan PT. Cahaya Gemilang"Jawab Sari.
" Ok. Biar aku menghubunginya langsung"Ucap James.
" Baik Tuan "Balas Sari.
Terlihat James mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi no Ayu. Tapi sepertinya Ayu sedang tidak bisa dihubunginya mungkin karena memang Ayu masih sedang meeting dengan klien.
.
.
.
.
Ayu sudah bersiap untuk pulang. Merapikan beberapa beberapa berkas yang akan dibawanya pulang ke rumah. Karena Ayu memiliki waktu luang untuk mempelajari berkas-berkas itu.
Ayu melihat Pak Anton dan Pak Agas yang sedang berbicara sangat serius saat Ayu keluar dari dalam ruang kerja Jason.
Tidak ingin mengganggu Ayu pun membiarkan mereka sampai selesai. Tapi Pak Anton dengan cepat menyadari itu. Sehingga Pak Anton dan Agas menghampirinya.
" Sudah mau pulang Nyonya ? "Tanya Pak Anton.
" Iya Pak Anton kalau urusan Pak Anton dan Pak Agas sudah selesai "Jawab Ayu.
" Oh sudah Bu. Kami hanya bicara santai saja, Tidak ada yang serius "Ucap Pak Anton.
" Baik lah Pak Anton " Balas Ayu lagi.
" Pak Agas saya pulang dulu. Terima kasih untuk hari ini "Ucap Ayu dengan tulus sekalian pamit pada Agas.
__ADS_1
Ayu dan Pak Anton pun berjalan meninggalkan Agas menuju area parkiran.