Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 29


__ADS_3

Saat ini Soraya sudah berada di ruangan Della karena permintaan Della.


"Mohon maaf saya sudah meminta Ibu Soraya untuk datang ke sini. Tapi saya tidak memiliki cara lain." Ucap Della sambil berurai air mata, lalu cepat-cepat dihapusnya.


Soraya menggelengkan Soraya meraih tangan Della, yang terpasang selang infus dan menggenggamnya erat, "Tidak apa-apa Della, justru aku senang kamu mau menemui ku."


"Saya harus bekerja Bu!. Saya sudah tidak apa-apa Bu. Tolong biarkan saya bekerja lagi Bu, saya tidak ingin merepotkan siapa pun." Della mencoba kuat untuk diri dan bayinya. Pasti mereka berdua akan baik-baik.


"Della tolong dengarkan aku baik-baik. Kamu jangan memikirkan pekerjaan lagi!. Yang perlu kamu pikirkan dan kerjakan sekarang adalah menjaga kesehatan mu dan bayi mu. Itu yang lebih penting dan itu menjadi fokus kami di sini." Jawab Soraya ikut menitikkan air mata.


"Bu, saya hanya orang luar yang baru Ibu kenal kemarin, tapi Ibu dan Bapak serta keluarga sudah sangat baik pada kami berdua. Saya tidak tahu harus berterima kasih bagaimana?." Ucap Della kembali menghapus air matanya.


"Jaga diri mu dan bayi mu. Kalian berdua harus sehat. Itu sudah lebih dari cukup bagi kami, khususnya aku dan James." Balas Soraya. Lalu pandangan mereka tertuju pada suara James dan Dokter Fandi saat memasuki ruangan itu.


"Sayang...." James mendekat lalu mengecup pucuk kepala Soraya dengan sangat sayang.


"James..." Soraya memeluk pinggang James sambil menunjukkan wajah yang begitu khawatir.

__ADS_1


"Semuanya akan baik-baik sayang." Balas James.


Dokter Fandi hanya sebentar saja mengajak Della berbicara, sebelum nanti semua hasil secara keseluruhan kesehatan Della selesai sore ini.


.


.


.


"Sekali saja kau menolak!. Kau tidak akan ku biar kan untuk mengajar atau pun bekerja. Kau akan selamanya di atas tempat tidur sampai kau hamil." Ucap Gibran beranda ancaman yang berhasil membaut bulu kuduk Paula berdiri. Ngeri sekali kalau hal itu sampai terjadi. Mendekati James saja belum berhasil, ini sudah ada ancaman ini itu. Makanya Paula harus berhati-hati saat melancarkan aksinya nanti.


"Iya sayang aku mengerti, aku tidak akan mengulanginya lagi." Balas Paula sambil beringsut duduk dan memeluk Gibran.


Gibran kembali meniduri Paula, untuk hari ini Gibran tidak ingin ditinggal oleh Paula lagi pengen-pengennya banget. Paula tidak bisa berkutik lagi dan harus mau melayani suaminya.


.

__ADS_1


.


.


Beberapa hari kemudian...


Soraya dan James sedang harap-harap cemas atas kondisi Della. Dokter Fandy sudah bersama mereka saat ini di ruangan James.


"Dengan sangat menyesal aku harus sampaikan, kita harus mengeluarkan segera bayi itu karena akan semakin mengancam keselamatan Della." Ucap Dokter Fandy sangat menyayangkan karena sudah menyampaikan kabar buruk ini.


"Tidak ada jalan lain selain itu?." Tanya Soraya.


Dokter Fandy menggeleng lemah, "Sayangnya tidak ada." Ucapannya terjeda.


"Karena kondisi tubuh Della sendiri sudah sangat lemah dari awal kehamilan. Ditambah lagi ia tidak pernah memeriksakan kesehatan, jadi semakin memperparah semuanya." Lanjut Dokter Fandy.


Soraya terdiam, kembali teringat pesan sekaligus permintaan Della yang meminta untuk dibantu berpisah dari Firman. Supaya nanti anaknya bisa di asuh oleh keluarganya di kampung.

__ADS_1


__ADS_2