Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 15


__ADS_3

Usai percintaan Soraya dan James, stamina mereka kembali pulih, setelah mendapatkan beberapa kali pelepasan. Wajah sumringah James sangat terlihat jelas, setelah puas memanjakan adiknya yang sedari tadi berulah.


"Terima kasih sayang." James mengecup kedua pipi Soraya.


"Terima kasih juga sayang." Soraya memakaikan Jas pada tubuh atletis James. Lalu mengecup bibirnya singkat.


"Mau nambah lagi sayang." Goda James memeluk pinggang ramping Soraya, merapikan rambut Soraya yang masih sedikit berantakan.


"Ish James, aku udah lelah sangat." Rajuk Soraya, menempelkan kening mereka untuk beberapa saat.


"Kalau pekerjaan mu sudah selesai, ayo keruangan ku?." Ajak James, karena waktu pulang kantor sudah lewat satu jam lalu.


Soraya mengangguk seraya mengambil tas kerja miliknya. Berjalan saling bergandengan, yang mampu menghipnotis mereka yang melihat keharmonisan, kebahagiaan dan keserasian mereka berdua.


.


.


.


Pulang dari rumah sakit, mereka tidak langsung pulang ke rumah. Melainkan mampir ke rumah Ayu, sebab Soraya mendapatkan telepon dari Vina dan Vida, putri kembar Jason.


Sesampainya mereka di sana, Vina dan Vida serta Ayu sudah menyambut hangat kedatangan James dan Soraya.


"Mama...Papa..." Vina dan Vida lari berhamburan kearah mereka lalu memeluknya dengan erat.


"Aku sangat merindukan kalian." Ucap Vina yang memeluk Soraya.

__ADS_1


"Iya aku juga..." Vida menimpali yang memeluk James.


"Mama, Papa juga rindu sama kalian." James membawa Vida dalam gendongannya menuju ruang tengah, sedangkan soraya menggandeng Vina dan Ayu, yang sekarang perutnya sudah terlihat.


Tangan Soraya mengelus perut Ayu berulang kali. Sampai James dibuat terharu olehnya. Begitu besar keinginan Soraya untuk segera memiliki seorang anak sebagai pelengkap kebahagian mereka.


"Semoga saja aku juga bisa cepat hamil." Soraya mengelus sendiri perutnya.


"Aamiin." Ucap Ayu bersamaan dengan Vina dan Vida serta James.


Jason yang baru pulang, langsung tertawa melihat penampakan James yang sudah terlihat segar dan berseri-seri. Tidak kusut seperti tadi.


"Kau sudah terlihat segar James?" Jason kembali tergelak sembari mendaratkan bokongnya pada kursi sebelah istrinya.


"Kau tahu lah pastinya." Jawab James tertawa lalu melihat Soraya yang sudah menatap dirinya.


Soraya hanya menggelengkan kepalanya.


"Halo sayang..." Sapa Jason pada Vina dan Vida sambil mengecup pipi kedua bergantian.


"Daddy kenapa baru pulang?." Vina termasuk anak yang sering protes kalau Jason pulang terlambat.


"Daddy banyak pekerjaan sayang, tapi besok-besok enggak lagi."Janji Jason namun Vina tidak mudah percaya begitu saja.


Setelah beberapa jam berlalu, makan malam pun sudah selesai dan mereka sedikit banyak berbincang-bincang, sampai akhirnya Soraya dan James harus terpaksa pamit pulang. Karena besok pagi mereka harus bekerja. Walau pun Vina dan Vida melarang mereka, tapi sebagai gantinya Soraya dan James akan menginap jika week and. Dan Vina serta Vida pun menerimanya dan membiarkan Soraya dan James untuk tetap pulang.


.

__ADS_1


.


.


Sampai di Apartemen Soraya dan James langsung membersihkan diri. Soraya yang sudah keluar terlebih dahulu pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Drt Drt Drt


Soraya menoleh pada ponsel James yang terus sana berbunyi.


"James ponsel mu berbunyi." Teriak Soraya.


Soraya bangkit dan berjalan kearah kamar mandi.


"James ponsel mu berbunyi." Soraya membuka pintu kamar mandi.


"Tolong kamu angkat saja sayang." Ucap James sambil memperlihat tubuhnya yang masih dipenuhi oleh busa.


"Baiklah." Jawab Soraya kembali menutup pintu kamar mandi.


Drt Drt Drt


Ponsel James kembali berbunyi setelah beberapa saat sudah mati. Soraya mendekat kearah nakas dan langsung mengambil ponsel James.


"Paula?" Gumam James.


Soraya pun mengangkat telepon tersebut.

__ADS_1


"James, kapan kau balik kesini?. Aku kesepian tanpa mu James. Aku besok akan menikah tapi sebelum itu aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting James. Aku sudah jatuh cinta pada mu James."


__ADS_2