Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 77


__ADS_3

Jason melihat sekeliling ruangan usai Jason membuka kedua matanya dengan lebar.


" Ini dimana? Kenapa bukan tempat yang semula? " Ucap Jason lirih, sambil menekan tombol untuk memanggil perawat.


Tidak berselang lama datanglah wanita bule dengan seragam perawat yang dikenalinya.


" Apa saya sedang di rumah sakit London? " Tanya Jason to the points sebelum perawat itu berbicara.


Terlihat perawat itu menganggukkan kepalanya " Benar sekali Tuan Jason, Anda berada di rumah sakit London. Apa ada yang Anda perlukan? ".


Jason menatapnya tidak percaya.


" Ayu " Gumamnya lirih tapi perawat itu masih bisa mendengarnya. Sehingga ia memberikan jawaban kalau yang menjaganya adalah Tuan Leo, Daddy nya sendiri. Bukan Ayu yang sudah disebutkan Jason.


" Tolong panggilkan Daddy saya? " Pinta Jason, ingin mendengar langsung apa alasan yang akan diberikannya.


" Baik Tuan Jason saya akan panggilkan"Jawab perawat sambil meninggalkan ruang inap Jason.


Ayu saja belum bisa dihubunginya, kini Daddy Leo sudah membawanya jauh kesini.


" Ini ada apa? " Tanyanya pada diri sendiri.


Daddy Leo membuka pintu, melihat Jason yang sudah menunggu kedatangannya dengan tatapan yang kali ini bisa dibaca Daddy Leo. Pasti Jason akan meminta penjelasannya.


" Baik Daddy akan jelaskan " Daddy Leo mendaratkan bokongnya diatas brankar bersama Jason.


" Semua Daddy lakukan untuk mempercepat kesembuhan mu? ".


" Tunggu Dad!, tapi kenapa tidak memberitahu ku sebelumnya?. Apa yang Daddy rencanakan? ".


" Iya semata Daddy lakukan untuk kesembuhan mu. Disini kamu akan segera pulih dan bisa kembali lagi ke Indonesia ".


" Berapa lama Dad aku akan pulih?, berapa lama aku akan terpisah dari Ayu dan Baby Twins?. Justru ini akan memperburuk keadaan ku Dadd! ".


" Berapa lama aku harus berada disini Dad?, aku sudah sangat merindukan istriku dan Baby Twins!, aku tidak ingin berpisah dengan mereka Dad! ".


Daddy Leo berdiri memeluk Jason yang sudah mulai hilang kendali.


" Tenangkan diri Jason! Daddy melakukan ini karena ingin yang terbaik untuk mu ".


" Aku pinjam ponsel Dad! ".


" Tidak sekarang Jason! ".


" Aku semakin tidak percaya dengan semua yang Daddy katakan demi kebaikanku dan kesembuhan ku, Dad ".


Daddy Leo menghubungi Dokter langsung yang menangani Jason.


Dokter langsung memberikan suntikan untuk menenangkan Jason.


" Kenapa Anda tidak jujur saja pada putra Anda tentang kepergian istrinya? " Tanya Dokter setelah obat itu bereasksi membuat Jason tertidur.


" Aku tidak sanggup melihat putra ku hancur! ".


" Tapi dengan semua ini juga Anda sudah membuat putra Anda hancur secara perlahan ".


" Cobalah bicara perlahan dengan putra Anda. Mungkin dengan begitu putra Anda bisa mengerti ".


" Baiklah akan ku pertimbangkan ".


Dokter pun meninggalkan Daddy Leo yang masih menatap Jason dengan perasaan bersalah karena tidak bisa melindungi Ayu dan Baby Twins.


Hari berganti minggu berganti bulan.

__ADS_1


Jason masih setia tidur diatas brankarnya. Seolah Jason tidak ingin berusaha untuk segera pulih apalagi sembuh.


Akses untuk bisa berbicara dengan Abah Dapi, Umi Ita dan Ayu seakan ditutup oleh Daddy Leo dan Mommy Irena. Tetapi karena memang sebenarnya mereka tidak mengetahui keberadaan Ayu yang hilang bagaikan ditelan bumi.


Daddy Leo dan Mommy Irena sudah menerima berkas perpisahan Jason dan Ayu yang sudah ditandatangi oleh Ayu sendiri. Yang dikirimkan Pak Anton melalui email. Tapi mereka masih menyembunyikannya dari Jason, karena kondisinya yang tak kunjung membaik.


Yang artinya James bisa segera menikahi Ayu kapan saja.


Selama ini yang Jason sebut, panggil dan ingat hanya Ayu-Baby Twins, Ayu-Baby Twins dan Ayu-Baby Twins dalam keterpurukannya.


.


.


.


" Jason "


Satu nama yang sering disematkan dalam setiap do'anya. Karena Ayu tidak pernah tahu lagi keadaan Jason bagaimana dan seperti apa?.


Perut yang sudah sangat terlihat membesar diusia kemahilannya yang menginjak bulan ke-Lima. Dengan tubuh yang terlihat semakin kurus dan kering tidak terawat atau lebih tepatnya tidak dirawat.


Kini Ayu dan James sedang dalam perjalanan pulang setelah melihat Baby Twins dari layar monitor Empat Dimensi.


" Aku akan kembali ke kantor setelah mengantarmu pulang ".


" Iya Kak ".


" Aku akan pulang telat malam ini, sebagai ganti aku mengantar kalian ke Dokter ".


" Iya Kak ".


" Makan yang banyak, jaga diri kalian"Ucap James sebelum melajukan mobilnya dari sana.


Sekarang mereka tinggal disini, Negara Islandia. Yang tidak jauh dari London. Tapi James berhasil menutup rapat keberadaan mereka dari mata-mata Daddy Leo. Atas bantuan salah satu temannya.


Tidak banyak hal yang mereka bicarakan, hanya sesekali saja jika mereka memerlukannya.


James bekerja sebagai Manager di salah satu Hotel terbesar di Islandia. Sebagai karyawan biasa seperti yang diimpikannya selama ini. Tapi tetap menghasilkan pundi-pundi rupiahnya dari Perusahaan yang ada di Indonesia.


Dengan penghasilan itu James sanggup membeli rumah yang cukup sederhana tapi nyaman di Islandia. Untuk mereka tinggali.


Kesibukan Ayu setiap harinya hanya bertaman dihalaman rumah yang sangat luas dan sesekali berbincang dengan tetangga sebelah rumahnya.


" Jadi kamu ke Dokter? " Tanya Theresia, Tetangga baru Ayu.


" Iya, tadi pagi kami sudah kesana. Baby Twins sangat sehat " Jawab Ayu sambil memotong tangkai bunga yang layu.


" Kamu sudah menyiapkan perlengkapan untuk Baby Twins ".


" Belum, nanti saja ".


" Apa jenis kelaminnya sudah terlihat? ".


Mereka duduk pada hamparan rumput yang sangat lebat nan hijau.


" Sudah tapi aku tidak ingin mengetahuinya ".


" Kenapa? ".


" Laki-laki atau perempuan sama saja, yang penting mereka lahir dengan selamat tanpa kekurangan suatu apa pun".


" Iya itu yang terpenting ".

__ADS_1


" Baiklah kita masuk, sepertinya mau hujan " Ajak Ayu sambil berdiri.


" Terima kasih Ay, lain kali saja ".


" Baiklah, aku masuk " Pamit Ayu pada Theresia seraya melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.


.


.


.


Sore ini Oma Grace ikut ke rumah sakit bersama Mommy Irena dan Daddy Leo.


Oma Grace masuk terlebih dahulu ke ruangan Jason. Sambil berbicara ditelepon. Sementara Daddy Leo dan Mommy Irena menemui Dokter Soraya yang selama ini menangani Jason.


" Jason, Oma datang! " Oma Grace menyapa Jason tapi Jason tidak meresponnya.


" Apa yang kamu rasakan sekarang?"Tanya Oma Grace.


Jason melirik kearah Oma Grace yang sedang memegang ponselnya.


" Aku pinjam ponsel Oma?! "


Jason mengambil paksa ponsel yang berada ditangan Oma Grace.


Dengan cepat Jason memasukkan deretan nomor yang masih diingatnya. Ketika Jason memasukkan nomor ponsel orang terdekat mereka berdua pada ponsel baru Ayu.


" Semoga saja masih bisa dihubungi " Ucap Jason dalam hati.


" Kamu menghubungi siapa? " Tanya Oma penuh selidik.


" Em aku mau menghubungi Dokter Soraya. Karena ada sakit yang aku rasakan disekitar kepala " Ucap Jason sambil meringis untuk meyakinkan Oma Grace.


" Oh.... " Tanpa curiga Oma masuk ke kamar mandi meninggalkan Jason dengan ponselnya.


Jason senang saat mendengar suara Umi Ita yang mengangkat teleponnya. Dan mereka berbagi sedikit kabar.


" Ayu dan Baby Twins sehat Nak Jason, sudah lama Umi tidak menerima kabar dari Ayu ".


Deg


.


.


Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:




Cinta Tuan Alex ( Tamat ).




Suami ke dua ( Ongoing ).



__ADS_1


Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 😊🙏.


__ADS_2