
Islandia,
Selepas pulang sekolah, Jack dan John langsung pulang ke rumah karena Bibi Theresia sudah kembali pulang bersama suaminya. Perawat Noni yang membantu James selama satu minggu ini, sudah kembali bekerja di Rumah Sakit.
Sebenarnya Ayu masih ingin menggunakan jasa Perawat Noni supaya lebih fokus dan telaten terhadap James, karena Perawat Noni juga selama satu minggu ini kerja dengan baik dan James mulai mau membuka komunikasi. Namun sayang, James merasa keberatan dengan hal itu dikarenakan masalah biaya yang cukup besar yang harus Ayu keluarkan untuk dirinya. Meski Ayu sudah bilang itu tidak masalah dan masih ada lebihnya dari Gajinya selama bekerja. Dan Ayu pun tidak bisa memaksakan kehendaknya, lebih baik menunggu Jason atau Jack dan John saja yang akan membujuknya.
James lebih terlihat hidup, memilik gairah serta semangat karena Jack dan John kembali menemani dirinya bermain walau hanya di dalam kamarnya saja, setelah dua hari kemarin tidak terdengar suaranya menghiasi rumah itu. Tapi itu tidak menjadi masalah bagi James, yang penting untuknya adalah kebersamaan dan kebahagiaan mereka.
Disela-sela pertandingan games, Jack mengetik sesuatu di layar iPad miliknya,"Kalau kami menang, kami mau Papa melakukan sesuatu untuk kami ".
James membaca pesan tersebut setelah mendapat notif pada layar paling atas tanpa harus membukanya. Jadi tidak menganggu main gamesnya.
" Melakukan apa? ".
" Melakukukan apa pun untuk kami berdua, Aku dan John " Balas Jack.
" Kalian tidak sedang menjebak Papa kan? ".
Keduanya menggeleng dengan kompak.
" Baiklah tujuh kali pertandingan, 7-0 untuk kemenangan kalian berdua, Papa akan melakukan apa pun untuk kalian"Ketik James.
" Horeeeee " Teriak keduanya tanpa melihat kearah James yang menautkan kedua alisnya karena ia sedang berpikir keras.
" Apa yang akan mereka lakukan"Batinnya.
Sedangkan Jack dan John tetap fokus pada permainan games mereka karena ingin mendapatkan kemenangan sempurna untuk bisa membawa Papa nya ke Dokter seperti yang sudah dipesankan oleh sang Daddy.
Jack dan John menjadi perantara yang baik untuk Daddy dan Papa nya. Yang tidak diketahui James sama sekali. Setiap hari ini nya anak-anak ini selalu berbicara dengan Jason melalui sambungan telepon walau hanya sebentar untuk memikirkan cara apa yang bisa mereka gunakan untuk membawa James kembali ke Dokter guna mendapatkan perawatan yang intensif untuk kesembuhannya. Sampai akhirnya mereka menyadari salah satu kebiasaan, hobi dan kesenangan Papa nya pada sebuah games, maka mereka menggunakan cara itu.
Bibi Theresia memberikan kabar pada Ayu melalui pesan singkatnya atas kesepakatan yang sedang kedua putranya lakukan bersama James, dengan senyum yang terus mengembang dari Bibi Theresia. "Good Luck Jack, John".
__ADS_1
Sementara itu, Ayu yang berada di kantor, ikut tersenyum sama persis dengan yang Bibi Theresia lakukan saat Ayu mendapatkan pesan tersebut yang langsung membaca isinya. Kedua putranya selalu bisa diandalkan seperti halnya Jason.
" Semoga kamu tidak akan marah pada kami Kak James, kami ingin yang terbaik untukmu " Gumam Ayu lirih.
Mrs. Stella mentap wajah Ayu lekat sembari mendekat kearahnya. Menelisik wajah cantik dan setiap yang ada pada tubuhnya terlihat sangat sempurna. Ia saja yang seorang wanita mengakui itu, apalagi kaum Adam diluar sana.
" Sepertinya hari ini Moms J sangat senang? "Tanya Mrs. Stella setelah dekat di meja kerja Ayu.
Ayu menoleh kearah Mrs. Stella yang berdiri disamping meja kerjanya," Ah tidak Mrs. Stella. Hanya saja karena Papa nya anak-anak sedang membuat kesepakatan bersam Jack dan John ".
Mrs. Stella mengangguk paham. Karena memang Mrs. Stella tahu sedikit cerita tentang James tapi belum pernah bertemu langsung dan tidak sedetail itu mengenal sosok yang sering disebut Ayu Papa nya anak-anak.
" Aku kira apa? " Ucap Mrs. Stella sambil berlalu dari meja kerja Ayu yang menimbulkan tanya balik dari Ayu untuk Mrs. Stella.
" Memangnya apa yang dikira Mrs. Stella?"Tanya Ayu yang mampu diucapkannya dalam hati sambil melihat Mrs. Stella yang sudah duduk di kursi kebesaranya.
" Moms J kita ada meeting dengan pihak Hotel untuk Pesta Pertunangan Jason dan Soraya. Oh ya aku lupa mengabari Moms J, mungkin besok pagi calon menantu ku sampai disini. Jadi minta tolong Mom J untuk menyambutnya dan kita langsung bertemu di Hotel saja " Ucap Mrs. Stella tanpa beban karena minta tolong pada Ayu untuk menyambut Daddy dari kedua putranya.
" Ok Mrs. Stella "Jawab Ayu singkat dan kembali fokus pada pekerjaannya dengan pikirannya yang cukup tidak tenang. Karena mereka akan bertemu lagi tapi dengan kondisi Jason yang akan segera bertunangan dengan Soraya.
Sedangkan dilain tempat, Jack dan John tertawa senang dan sedikit mengejek kearah James. Karena mereka berhasil mengalahkannya dengan kemenangan yang telak 7-0 sesuai permintaan James.
" Jadi, Papa harus siap-siap melakukan apa pun yang kami perintahkan.
James mengangguk paham, karena memang itu kesepakatan awalnya.
" Lalu apa yang harus Papa lakukan?"Tanya James lewat pesan singkat yang dikirimnya pada Jack dan John.
Jack dan John saling pandang dan tersenyum lebar," Mulai besok Papa akan mulai melakukannya. Kalau sekarang masih rahasia "Jawab Jack.
James hanya mengangguk patuh tanpa banyak bertanya apa-apa lagi. Ia sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Jack dan John terhadap dirinya, asalkan demi dan untuk mereka bahagai.
__ADS_1
Karena selama tujuh tahun ini hanya Jack dan John yang sanggup mengendalikan hati dan pikirannya dari obsesi untuk memiliki Ayu seumur hidupnya. Karena kehadiran Jack dan John yang mampu meluluhkan semua kekerasaannya dan kegilaannya terhadap Ayu. Terlebih saat Jack dan John yang memanggilnya dengan sebutan Papa untuk pertama kali mereka bisa bicara. Sampai ia rela mengakui jika dirinya yang sudah memanipulasi semua dokumen perpisahan Ayu dan Jason, yang sebenarnya tidak ada, hanya rekayasa saja. Termasuk tanda tangan Ayu yang dibuatnya, dengan meminta bantuan pada seseorang yang sudah ahli dalam bidang memalsukan dokumen, Yang sebenarnya tidak ada.
Walau demikian, Ayu yang mengetahui kebenaran tersebut, tidak lantas Ayu meninggalkannya, membencinya, membuangnya, balik berbuat jahat padanya, bahkan Ayu bisa saja membiarkannya mati di rumah sakit. Namun tidak dilakukan wanita yang bernama Ayu itu. Justru Ayu dan kedua putranya yang selalu merawatnya dengan sabar, telaten dan penuh perhatian. Bahkan mereka bertiga rela tidak mencari Jason dan keluarganya yang lain hanya untuk menemani dan mambantunya sembuh, tapi sayang kendala terhadap biaya yang sanagt besar.
James sudah mempunyai tekad yang besar yang sudah tersimpan dalam hatinya, ia akan mengambalikan kebahagiaan mereka yang sudah James ambil.
" Maafkan Aku, Maaf ".
.
.
Mampir Yuk di Novel Author yang lain :
Cinta Tuan Alex ( Tamat).
Istri kedua ( On going ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih kawan 🙏😊.