Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Extra Part 55 T3JG


__ADS_3

Mommy Stella di bawa pulang ke rumah Umi Ita sebab pernikahan James dan Soraya akan dilakukan dalam waktu dekat yaitu dua hari lagi dari kepulangan Mommy Stella dan Daddy Leo. Saat ini mereka sedang berada di ruangan sambil mengerjakan beberapa yang harus segera diselesaikan.


Semua orang yang di rumah Umi Ita begitu senang menyambut kepulangan Mommy Stella yang sudah sedikit-sedikit bisa berjalan dengan bantuan tongkat dan Daddy Leo yang secara tidak langsung dipaksa pulang oleh Mommy Irena demi putra putri mereka yang akan menikah.


" Kenapa mesti mendadak seperti ini James?, apa Soraya sudah kamu buat mengandung anak mu dulu?." Daddy Leo yang belum mendapatkan kabar lengkap mengapa pernikahan James dan Soraya di percepat. Sekarang apa lagi alasan yang tepat kalau bukan alasan seperti itu, pikir Daddy Leo yang paling simpel.


" Ish Daddy bukan begitu." Bela Mommy Irena. Lalu ia pun menceritakan semuanya pada Daddy Leo dengan bersemangat dan sesekali disertai suara tawa yang kencang.


" Pikiran Daddy sudah enggak-enggak aja pada ku?." Cebik James tapi masih dengan tangan yang mengikat bingkisan yang akan dibagikan pada tetangga terdekat.


" James tidak seperti itu Daddy." Timpal Soraya ikut membela James. Dan memang benar adanya jika mereka belum pernah melakukan hal yang lebih jauh lagi.


" Daddy kira sayang, kan kamu tahu sendiri James sudah lama menduda jadi haus belian. Dan pasti yang lainnya juga akan akan berpikiran yang sama dengan Daddy kalau mereka tahu rencana mu yang tiba-tiba dimajukan seperti ini. Sampai Daddy harus melepas beberapa tender." Ucap Daddy Leo yang harus merubah semua schedule kerja yang dibuat berantakan olah pernikahan putra sulung nya. Namun Daddy Leo tetap bahagia menyaksikan James akan segera menikah dengan Soraya. Dan semoga saja mereka bisa saling setia sampai tua.


" Kan masih banyak Dad tender-tender yang lain?." Celetuk Jason yang baru datang dari arah kamar bersama Ayu.


Mommy Irena yang tidak habis pikir dengan putra keduanya itu selalu saja meminta jatah di setiap pagi sampai Ayu tidak bisa melakukan apa pun selain di kamar tidur. Untung saja Vina dan Vida bisa bermain bersama siapa saja jadi tidak terlalu bermasalah. Karena Jack dan John mengerjakan tugas yang harus dikirimkannya secara online jadi tidak bisa menjaga dan mengajak main kedua adik nya itu.


" Lihat bagaimana kelakuan putra kedua mu Dad?." Adu Mommy Irena pada Daddy Leo.


Daddy Leo hanya tersenyum melihat wajah Jason yang selalu terlihat segar dan selalu dipenuhi dengan kebahagian.


" Ya mau gimana lagi Dad, Mom, nama nya juga teman tidur yang sudah halal jadi kapan saja aku bisa melakukannya. Apalagi teman tidur ku itu sangat menyukainya. Bukan nya begitu Baby?." Ayu pun sudah tidak ingin menanggapi apa yang dikatakan oleh suaminya itu dengan wajah yang sangat datar. Karen semakin dibantah Jason akan semakin frontal ucapannya. Terlebih disaat tahu tidak ada kedua putri kembar mereka.


" Tidak apa-apa Mom yang penting menantu ku tidak kelelahan. Itu yang harus kita jaga." Daddy Leo pun sama seperti Jason dulu jadi dirinya bisa merasakan apa yang dialami putra nya itu.


" Daddy! " Mommy Irena memasang wajah cemberut sebab bisa-bisa ia berada di pihak putra nya.

__ADS_1


Satu hari sebelum pernikahan James dan Soraya dilaksankan. Semua anggota keluarga membagi tugas secara rata. Kecuali untuk Ayu dan Mommy Stella.


Jack, John dan Bibi Yuni membagikan bingkisan pada seluruh tetangga rumah mereka. Berupa makanan tahan lama, siap saji dan perlengkapan ibadah. Yang diperkirakan ada kurang lebih tiga ratus bingkisan yang akan dibagikan.


Untuk James, Soraya bersama Vina dan Vida membagikan bingkisan di daerah rumah Soraya yang lebih banyak tetangga nya hampir lima ratus bingkisan, dikarenakan Soraya tinggal di daerah yang cukup padat dengan penduduk nya.


" Kamu jangan terlalu lelah sayang, aku tidak ingin nanti kamu sakit?." James begitu perhatian dan menjaga Soraya dengan baik.


James pun melihat pada kedua putri nya mereka sangat kelelahan walau mereka tidak ada yang mengeluh sama sekali. Hanya saja Vina dan Vida sudah menghabiskan enam botol air mineral beberapa cemilan yang sudah disiapkan oleh Soraya di dalam mobil.


Karana di rasa tidak mungkin mereka akan sanggup menyelesaikan maka dari itu James meminta bantuan pada pihak RT dan RW setempat.


Waktu masih sore saat mereka kembali ke rumah, dimana ternyata Bibi Yuni juga melakukan hal yang sama dengan meminta bantuan pada pihak RT dan RW setempat untuk segera membagikan semua bingkisannya.


" Ternyata sungguh luar biasa capek nya!." Walau tidak mengeluh tapi itu yang benar-benar dirasakan oleh Jack, John, Vina, Vida, James dan Soraya serta Bibi Yuni.


" Tapi serukan?." James mengacak rambut keduanya dengan menyerahkan minuman yang lebih segar dari yang tadi mereka minum.


Dan semuanya pun setuju mengiyakan karena memang sangat menyenangkan bisa berbagi dengan orang banyak.


Pernikahan yang sudah di depan mata, hanya tinggal menghitung jam saja. Vina dan Vida sudah beristirahat setelah usai makan malam. Sedangkan kedua calon pengantin masih ikut bergabung di meja makan dengan Mommy Irena, Daddy Leo, Mommy Stella dan Jason.


" Semua dokumen sudah ok James?."


" Sudah Dad, kalau belum lengkap bagaimana besok kita akan menikah?."


" Apa lagi ada yang kurang enggak?." Daddy Leo memastikan.

__ADS_1


" Kaya nya enggak ada Dad, beberapa kolega yang kebetulan sedang berada di kota ini yang aku undang." Jawab James ikut memastikan.


" Bagus kalau tidak ada yang terlewat." Setelahnya Daddy Leo minta pada Soraya dan James untuk segera tidur supaya besok pagi terlihat lebih fresh dan fit.


Tidak membuang waktu lagi demi menjaga apa yang sudah orang tua mereka berikan berupa wejangan yang akan sangat berguna nantinya. James dan Soraya pun beristirahat terlebih dahulu di kamar masing-masing.


Keesokan pagi nya.


Dekorasi rumah yang terlihat sangat indah dan cantik ditangan para profesional yang tidak diketahui oleh James dan Soraya dalam pengerjaannya, begitu memukau mata kala mereka sama-sama menuju meja makan untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu sebelum di make up.


" Wow cantik sekali! " Soraya begitu terkagum dengan rumah Umi Ita yang sudah di sulap sedemikian rupa cantik nya.


" Karena pengantin wanitanya secantik kamu sayang." Puji James yang berhasil membuat Soraya tersipu malu dengan wajah yang merona.


" Selamat pagi calon pengantin kita." Goda Mommy Irena yang menyambut keduanya di meja makan.


" Ayo isi perut kalian dulu, supaya tidak lemas nanti nya. Karena prosesi nya cukup lumayan panjang." James lebih duduk dekat calon ibu mertua nya itu dan Soraya duduk di samping Mommy Irena.


Keempatnya mulai menikmati sarapan mereka untuk beberapa lama, sampai berdirilah seorang wanita dihadapan mereka yang tidak pernah terbayangkan akan keberadaan nya.


" Selamat pagi semuanya " Sapa seorang wanita yang sudah sangat mereka tahu.


Tidak ada yang membalas sapaan tersebut karena mereka begitu terkejut dan jujur saja ada kekhawatiran jika wanita itu akan menggagalkan pernikahan James dan Soraya. Tapi itu semua rupanya tuduhan atau kecemasan yang tidak beralasan sebab setelahnya Daddy Leo menghampiri mereka dan memberitahu jika dirinya yang sudah mengundang wanita tersebut.


" Tenaga dulu semuanya, Daddy yang sudah mengundang mereka untuk datang ke sini?."


" Mereka? " Tanya Mommy Irena begitu panik dan cemas yang terlihat diwajahnya. Tapi tidak dengan Soraya yang bersikap biasa saja.

__ADS_1


__ADS_2