Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 4


__ADS_3

James enggan beranjak dari tubuh sang istri yang sudah memberinya banyak kenikmatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata tidak dapat diekspresikan dengan mimik wajah seperti apa pun.


Pokoknya kenikmatan yang tiada tara.


"James, apa masih belum selesai?." Soraya merapikan rambut James yang basah karena keringat.


"Hem" James hanya menjawabnya dengan deheman.


"Ah..." Soraya kembali merasakan milik suami nya memenuhi inti tubuhnya.


Soraya hanya bisa pasrah kala James kembali menggerakkan pinggulnya naik turun dengan begitu semangatnya. Hanya tiga kali saja mereka melakukannya sampai dini hari, sebab Soraya yang terus saja merengek minta James menyudahinya.


"Terima kasih sayang." James menarik miliknya yang sudah mengecil kembali dua kali dirinya menyemburkan benih premiumnya pada rahim sang istri. Soraya yang tidak memiliki tenaga lagi hanya mengangguk lemah sambil menyelimuti tubuh polosnya.


Kala pagi datang menyapa. James yang merasa stamina begitu kuat bangun terlebih dahulu dari pada sang istri yang benar-benar dibuat kelelahan oleh dirinya. James membiarkannya untuk tidur lebih lama sebelum nantinya ia akan mengajaknya untuk mengulangi sesi percintaan mereka yang sangat hot.

__ADS_1


Makanan sudah datang lima menit yang lalu setelah ia memesan melalui sambungan telepon. James menatanya di atas meja dan membawanya ke kamar.


Meski ada rasa kasihan melihat sang istri masih harus terkapar di tempat tidur tapi tidak mengurungkan sedikit pun niat James untuk kembali memberikan servis dan kenikmatan pagi ini untuk Soraya dan dirinya sendiri.


"Selamat pagi sayang." James menyibak selimut yang masih dipakai Soraya. Hingga memperlihat tubuh molek yang tidak semulus kemarin.


"James!." Berat sekali rasanya Soraya membuka kedua matanya. Walau kini lidah James sudah bermain dipunggung nya.


"Kamu masih lelah sayang?." James tetap melancarkan serangan, mengabsen setiap tubuh belakang sang istri.


"Hem" Jawab Soraya singkat. Ia berusaha menahan rasa geli akibat permainan bibir dan lidah James.


"Hem" Jawab Soraya lagi sambil membuka kedua matanya.


"Ah James." Soraya tidak bisa mengabaikan permainan James yang begitu luar biasa pada seluruh tubuhnya.

__ADS_1


James menghentak miliknya dari arah belakang sesuai permintaan Soraya yang ia tidak ingin membalik tubuhnya. Mau posisi seperti apa pun tetap rasa yang didapatkan sungguh luar biasa nikmat dan sangat terasa sekali milik James yang begitu besar dan memenuhi inti tubuhnya yang sangat kecil, menurutnya.


James tidak ingin terlalu lama main di pagi ini kala perut Soraya belum terisi apa pun, yang penting kini keduanya sama-sama sudah mencapai pelepasan mereka yang lagi-lagi sempurna.


James bangkit berdiri tanpa memakai apa pun, menyodorkan makanan pada sang istri yang kembali menutup tubuhnya dengan selimut.


"Makanlah sayang!. kamu pasti sangat lapar. Maaf tapi aku sungguh tidak bisa berhenti." Kekeh James sambil mengecup bibir Soraya.


Usai sarapan, keduanya bersantai di dalam bathtub yang semalam tidak dipakainya.


"Pulang dari sini kita langsung ke Apartemen. Agas dan Pak Anton yang membantu memilihkannya sebagai hadiah pernikahan dari Jack dan John." James begitu telaten menggosok tubuh bagian belakang istrinya dengan spons.


"Benarkan mereka memberikan kita hadiah sebagus dan semahal itu?." Tanya Soraya tidak percaya.


"Hem, mereka mendapatkan uang dari warisan Oma Grace untuk memberikan kita hadiah yang sangat bermanfaat untuk kita nantinya." Balas James sembari meremas kedua gunung kembar Soraya.

__ADS_1


"Itu bukannya untuk pendidikan mereka nantinya?." Soraya merasa tidak enak kalau harus menerima hadiah sebagus dan semahal itu.


"Kamu lupa anak siapa Jack dan John?." Tawa James berubah menjadi ******* kala ia menancapkan miliknya pada inti tubuh Soraya.


__ADS_2