Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Extra Part 49 T3JG


__ADS_3

Malam semakin larut, James belum bisa memejamkan matanya yang jauh dari rasa kantuk. Pikirannya bercabang entah terbagi menjadi beberapa bagian, namun lebih banyak ia memikirkan Soraya. Wanita yang selama ini menempati sepenuh hati nya dan tidak tergantikan sampai sekarang.


" Kamu dimana sekarang?. Kenapa aku tidak bisa menemukan mu?." Gumam James sambil merebahkan tubuh dan menatap langit-langit kamar. Seolah langit-langit itu dipenuhi wajah Soraya yang bisa di pandang dan diajaknya bicara.


" Aku begitu merindukan mu. " Gumam James lirih sebelum berhasil memejamkan matanya di saat sudah pukul tiga pagi.


Suara riuh tepuk tangan dari ruang makan nyatanya tidak juga mampu membuat James terganggu dengan tidurnya. Dimana mereka semua sedang merayakan sesuatu yang sudah lama mereka tunggu kini sudah berada diantara mereka.


Bukan suara dari semua orang yang berisik dari area meja makan, melainkan suara lembut seorang wanita yang sudah sangat lama dirindukannya.


" James bangun! " Suara yang sudah lama di nanti kini seakan menjadi nyata terdengar oleh telinga nya.


" Hah "


James mengedarkan pandangan ke segala arah, mencari sosok yang dicarinya. Tapi rupanya tidak ada, " Aku hanya mimpi."


Tubuh basah yang dibanjiri keringat itu masih terlihat bagus karena memang James merawatnya dengan baik.


" Kenapa tidak ada yang membangunkan ku?."


James langsung membawa handuk masuk ke dalam kamar mandi. Mengingat lagi suara yang begitu terasa nyata memanggil namanya.


Hampir satu jam lamanya James bersiap untuk menyambut hari ini yang akan diawali nya dengan menyapa seluruh keluarganya sebelum pada akhirnya James akan membawa calon Mama untuk ke empat anak nya.


Tidak ada satu pun orang yang bisa ditemuinya di dalam rumah. Entah pada kemana pergi nya mereka. Padahal James merasa tidak terlalu siang saat ia bangun hanya saja ia sudah melewatkan sarapannya.


" Jason " Panggil James kala ia melihat Jason yang baru keluar dari dalam kamar. James berlari menghampiri Jason yang masih berdiri di dekat pintu kamar nya.


" Semua pada kemana?. Kok aku tidak menemukan yang lainnya?." Tanya James masih berharap akan menemukan anggota keluarga yang lainnya.


" Owh itu, mereka sedang mengajak Mama mereka ke Mall." Jawab Jason santai. Jason berjalan ke arah meja makan dan mengambil beberapa cemilan.


" Aku tidak salah dengar kan Jason?." James ikut duduk di sebelah Jason sambil menatap nya intens.


" Iya. Kau bisa telepon Mommy atau Jack atau Vida. Mereka sudah menyukai calon Mama mereka." Jawab Jason begitu meyakinkan. James di buat pusing dengan pernyataan Jason yang menurutnya tidak mungkin.

__ADS_1


" Aku tidak akan menyetujui apa pun sebelum aku melihat dan berbicara langsung dengan wanita itu. Enak saja wanita itu masuk dengan mudah dalam hati mereka. Secantik dan sebaik apa wanita itu sampai anak-anak mau menerimanya." James menggerutu sendiri sambil ikut menguyah, sebab perutnya pun lapar karena mengoceh sedari tadi.


" Jam berapa tadi wanita itu datang kesini?." Tanya James melirik jam tangan nya.


" Jam enam pagi."


" What?. Apa se-niat itu untuk menjadi Mama buat anak-anak ku?. Ah kau gila juga Jason, masa anak orang pagi-pagi buta sudah diminta untuk datang." James kembali mengomel.


" Lagian ya Jason, wanita itu harusnya bertemu dengan ku dulu untuk berbicara atau paling tidak ia memperkenalkan dirinya dulu pada ku sebelum menemui calon anak-anak nya." Lanjut James dengan mulut yang penuh dengan makanan.


" Sudah. Tadi ia sudah membangunkan mu tapi kau tak kunjung keluar." Tatap Jason.


" Kapan Jason?. Yang benar?. Tidak ada yang masuk ke kamar untuk membangunkan ku?. Kapan?." James mulai penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Jason tentang sosok wanita sudah membangunkannya.


Jika memang benar adanya, benar kan suara itu?. Apa ada wanita yang memiliki suara begitu mirip?. Ah rasanya mustahil.


" Dimana wanita itu tinggal?."


" Tidak jauh masih di Kota ini. Kami balum lama saling bertemu dan menurut ku wanita itu keibuan, baik, cantik dan pekerjaan keras. Jadi aku pikir wanita itu akan cocok dengan mu." Jelas Jason.


Jason hanya tersenyum penuh arti melihat James yang sudah kebingungan dengan kening yang sejak tadi berkerut.


" Tunggu saja wanita itu di sini. Paling sebentar lagi mereka pulang. Tadi bilangnya tidak lama." Jason berlalu meninggalkan James yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.


Tidak ada yang bisa dilakukan oleh James tanpa anggota keluarga yang lain di rumah selain bermain ponsel di ruang tengah sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa.


Tidak terasa sudah hampir dua jam dirinya bermain ponsel dengan posisi yang semula, sampai terdengar suara mobil yang berhenti di pekarangan rumah.


James langsung bangun guna melihat wanita yang sudah merebut hati semua keluarga nya.


" Mama...Mama..." Teriak Vida dan Vina bersamaan, kadang silih berganti memanggil nya.


James melihat fokus pada pintu mobil yang sudah di buka oleh Jack, " Mommy "


James masih ingin melihat siapa lagi yang keluar dari dalam mobil, " Bibi Yuni, Ibu Risma."

__ADS_1


" Akh paling Umi Ita?." James sudah malas melihat ke arah mereka.


" Mama...Mama..." Terdengar lagi teriakan histeris dari kedua putri cantik nya.


James membalik kembali tubuh nya guna melihat Vina dan Vida serta wanita yang dipanggilnya Mama. Namun lagi-lagi James kecewa sebab berikutnya yang keluar adalah Ayu dengan banyak belanjaan di tangan nya.


" Huh " James menghela nafas panjang, ia kecewa karena belum bisa melihat wanita yang dimaksud.


James hendak pergi meninggalkan ruang keluarga karena untuk merapikan dirinya kembali sebelum bertemu dengan wanita itu.


" Jack "


Deg


Jantung James kembali berdetak kencang kala mengenali suara yang memanggil nama salah satu putra nya itu. James berlari ke arah luar, mengedarkan pandangannya pada mereka satu persatu. Tapi lagi-lagi ia tidak menemukan orang yang ingin ditemuinya.


" Kenapa Pa?." Tanya Jack melihat James yang seperti orang kebingungan.


" Siapa yang memanggil mu Jack?." Tanya James berharap akan menemukan jawaban.


" Mama! " Jawab Jack santai sampai melangkah masuk tidak mempedulikan wajah Papa nya yang merasa heran.


" Tunggu Jack!." James menghadang langkah Jack dan menatapnya secara intens.


" Katakan pada Papa mana wanita yang kamu dan kalian panggil Mama itu?." Belum Jack menjawab sudah terdengar suara wanita itu memanggil nama anak laki-lakinya yang lain.


" John "


Deg


Lagi-lagi James seperti orang bodoh mencari suara yang begitu mirip dengan wanita yang sedang ditunggunya. Dengan wajah frustasi James berteriak dengan sekuat tenaga memanggil nama yang sangat dirindukannya itu.


" Soraya...Soraya...Soraya..."


" Soraya dimana kamu...?."

__ADS_1


" Aku tahu itu suara mu, kamu dimana...?."


__ADS_2