
Baru saja mereka melepas kepergian Daddy Leo, Mommy Irena, Jack dan John di Bandara. Raut wajah mereka penuh kesedihan setelah kepergian mereka semua. Benar dengan apa yang sudah disampaikan Mommy Irena. Pasti Umi Ita akan tambah bersedih lagi saat mereka semua perlahan mulai meninggalkannya. Makanya Mommy Irena sangat bijak sekali dengan meminta pada Ayu dan Jason untuk semntara tinggal bersama Umi Ita.
" Umi " Ayu mengalihkan perhatian Umi Ita sembari memeluk manja dengan senyum manis nya.
" Apa? " Umi mengusap wajah Ayu yang masih saja lembut dan halus.
" Masih aja manja, padahal udah punya anak empat." Umi Ita mengikat rambut Ayu setelah Ayu menyodorkan ikat rambut pada Umi Ita.
" Enggak apa-apa sama Umi aku sendiri ini." Ayu mencium kedua pipi Umi Ita.
Tidak terbayang jika dirinya ditinggal juga oleh Umi Ita untuk selamanya. Walau sekarang sudah memiliki suami dan mertua yang sangat menyayanginya namun akan terasa kurang jika tanpa kehadiran orang tua sendiri. Membayangkan hal itu tiba-tiba saja kedua sudut matanya sudah berair. Dengan cepat Vina dan Vida yang menghapusnya, sehingga Ayu tidak bisa menahan kesedihannya lagi.
" Mommy sudah janji pada kami untuk tidak menangis lagi. Nanti aku bilang sama Kak Jack dan Kak John." Ucap Vida. Ada campur haru, lucu dan gemas sehingga Jason dan Umi tertawa.
Semuanya berjalan beriringan menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat nya sekarang. Jason segera melajukan mobilnya saat semua sudah masuk ke dalam mobil.
" Vida " Panggil Jason sembari tetap fokus pada kemudi.
" Iya Dad " Sahut Vida.
" Kalau Mommy sedih dan nangis kenapa harus jauh-jauh bilang pada Kak Jack dan John?." Tanya Jason melirik Vida yang berada di kursi belakang bersama Umi Ita dan Vina.
Vina dan Vida tertawa renyah, " Iya Dad, kata Kak Jack dan Kak John harus seperti itu. Nanti mereka yang akan menggantikan Mommy setiap Mommy menagis."
__ADS_1
" Benarkah? " Tanya Jason.
" Iya Dad karena kami semua sayang Mommy. Kami tidak mau Mommy bersedih terus. Jadi Mommy harus bahagia kalau tidak mau melihat kita menangis juga." Jawab Vina.
Jason menatap Ayu yang sudah berhenti menangis beberapa waktu lalu setelah Vida mengatakan jika ia akan mengadukannya pada Jack dan John.
" Kita sangat beruntung Baby, memiliki mereka semua yang teramat begitu menyayangi mu. Vina dan Vida walau usia mereka masih sangat kecil tapi mereka sudah bisa memahami kesedihan mu. Jadi kamu harus bahagia untuk kami semua dan tentunya untuk diri mu sendiri."
" Betul apa yang bilang Nak Jason. Kamu harus bersyukur dengan apa yang kamu miliki sekarang. Dan apa pun yang akan terjadi nanti ke depan kamu harus lebih kuat supaya untuk menguatkan mereka semua. Bersedih perlu tapi sewajarnya saja." Sambung Umi Ita.
" Iya sayang maaf kan Mommy." Balas Ayu.
Tidak terasa mobil yang membawa mereka sudah sampai di depan rumah. Di sambut hangat oleh Bibi Yuni dan Ibu Risma. Mereka langsung menuju meja makan dan mulai menyantap lahap makanannya karena mereka melewatkan jam makan pagi mereka. Setelah selesai, Vida dan Vina ikut menemani Umi Ita ke ruang tengah. Sedangkan Ayu masih menemani Jason di meja makan.
" Aku sudah meminta seorang Guru pada pihak sekolah untuk datang kesini mengajari Vina dan Vida."
" Bagus kalau ada Guru yang bisa datang ke sini."
Bersambung
Sambil menunggu Ayu dan Jason Up lagi, silakan mampir di Novel Author yang lain:
__ADS_1
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( On Going ).
Cinta Karena Perjodohan ( On Going ).
Jangan lupa dukungannya berupa Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih banyak.
__ADS_1