Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 90


__ADS_3

Ayu sudah berpamitan Pada James, jika dirinya akan menjenguk Jack dan John ke sekolah. Dan mungkin akan pulang malam lagi. Padahal itu hanya alasan saja, karena pada kenyataannya, Ayu menemui Jason dan kedua putranya di rumah Jason. Ayu juga seperti biasa sudah menyiapkan semua keperluan James dan memberitahukannya pada Perawat Noni.


Ayu sudah sampai di perumahan kawasan elit milik Jason, dirinya bisa masuk dengan leluasa kedalam rumah karena semalam Jason sudah memberikan kuncinya.


Melihat rumah yang masih sepi, Ayu langsung menuju dapur. Memasak untuk sarapan mereka pagi ini. Sampai semuanya telah terhidang di meja makan, dari ketiga penghuni rumah mewah ini belum ada yang bangun satu pun.


Saat Ayu akan pergi ke kamar Jack dan John, tiba-tiba saja dirinya terbang melayang. Karena ternyata Jason menggendongnya.


" Selamat pagi Baby " Jason merasakan kembali utuh sempurna kehidupannya setelah bertemu Ayu dan kedua putranya.


" Honey " Pekik Ayu, Ayu melingkarkan tangannya pada leher Jason. Karena tidak ingin dirinya jatuh.


Jason pagi ini bisa memandangi wajah cantik Ayu sepuasnya." Kita masih bisa berduaan sebelum Jack dan John bangun dan mengganggu kita ".


Sebelum itu terjadi, ternyata Jack dan John sudah berada dibelakang mereka."Selamat pagi Mommy, Daddy ". Sapa kedua putranya.


" Selamat pagi sayang, Jack, John " Balas Jason sembari balik badan dan menurunkan Ayu.


" Mandilah sana, Mama sudah membuat sarapan untuk kita " Ayu membawa Jack dan John kembali ke kamar nya supaya segera mandi.


" Kemarilah! " Jason menarik lengan Ayu, membawanya keluar menuju meja makan yang berbentuk persegi.


" Kita harus berbicara masalah James! " Ucap Jason setelah melahap cumi goreng.


" Memang kenapa dengan Papa nya anak-anak? "Tanya Ayu menautkan kedua alisnya.


" Apa yang sebenarnya terjadi pada James?, sampai James harus menjadi tanggung jawab mu "Tanya Jason dengan memegang tangan Ayu yang mulai mengeluarkan keringat.


" Sekarang, apa pun yang terjadi pada Kak James. Itu tidak akan mengubah apa pun. Aku tidak ingin merusak kebahagiaanmu "Ayu menarik tangannya.

__ADS_1


Jason dan Ayu menatap kerah pintu kamar,dimana Jack dan John sudah sangat tampan dengan pakaian santainya.


" Hai jagoan kemarilah kita makan bersama "Ajak Jason mengalihkan pembicaraan dan menarik kursi untuk Jack dan John di kanan kiri nya.


Karena ini merupakan pembahasan penting diantara mereka dan James. Tidak perlu melibatkan Jack dan John didalamnya.


Setelah satu jam berada di meja makan dan menghabiskan makanannya masing-masing, Jason meminta pada Jack dan John untuk bermain tanpa dirinya dan Ayu. Karena mereka akan melanjutkan pembahasan yang tadi sempat tertunda.


" Baiklah Dad, Mom, kami bermain games saja yang ada di ponsel. Nanti kalau Daddy dan Mommy sudah selesai ke kamar kami ya " Pinta John pada kedua orang tuanya yang mendapatkan anggukan kecil dari Jack.


" Ok Boys, nanti Daddy dan Mommy akan ke kamar kalian dan ikut bermain games"Ucap Jason memberikan janjinya pada Jack dan John.


Ayu dan Jason menatap punggung kedua putranya yang menghilang dibalik pintu kamar tidur mereka.


Sekarang Jason yang menatap intens ke arah Ayu karena helaan nafasnya yang panjang. "Mulailah bercerita!,supaya kita bisa cepat bermain dengan Jack dan John ".


" Tidak ada yang mesti aku ceritakan tentang Kak James! " Ayu masih enggan untuk memulai ceritanya. Karena itu semua sudah lama terjadi, tidak harus mengungkitnya lagi.


Kali ini Ayu sudah tidak bisa mengelak lagi. Karena Jason sudah mengetahui sebagain ceritanya. Jadi mau tidak mau Ayu mengatakan semua kebenarannya pada Jason.


" Waktu itu kehamilan ku memasuki bulan ke delapan. Kak James sudah mendaftarkan pernikahan kami disini. Yang akan digelar setelah Baby Twins lahir. Ia dan teman-teman kantor nya pergi ke Bar untuk merayakan. Kak James pulang dalam keadaan mabuk berat, tapi tetap ingin berkendara sendiri. Sampai akhirnya kecelakaan naas itu terjadi, dimana ia menabrak sebuah mobil yang sedang terparkir karena kehabisan bensin. Dan mobil yang dikendarainya pun menabrak pembatas jalan sehingga ia terpental keluar dan terseret beberapa kilo meter ".


Ayu menjeda ucapannya, sambil menatap ke arah pintu kamar Jack dan John. Setelah itu Ayu melanjutkan lagi bercerita.


" Ke lima orang yang berada dalam mobil yang ditabrak Kak James meninggal semua, empat orang yang meninggal di tempat, satu orang masih sempat dilarikan ke Rumah Sakit. Walau pada akhirnya ia meninggal dunia. Dan diantara ke lima orang itu ada yang memiliki dua bayi dan tiga anak usia tanggung. Keadaan Kak James pun sangat memprihatinkan, kedua kakinya dinyatakan lumpuh oleh Dokter dan ada syaraf otak yang bermasalah sehingga Kak James tidak bisa berbicara. Sedangkan pihak keluarga korban menuntut ganti rugi dan berniat akan membawa kasus ini pada hukum ".


Ayu merasakan perlahan beban dalam hati dan pundaknya sedikit berkurang karena Ayu sedang membaginya dengan Jason. Orang yang selalu bisa diandalkannya untuk urusan apa pun.


" Aku yang baru tinggal disini tidak punya teman apalagi Saudara yang bisa menolong. Akhirnya aku memberanikan diri meminta bantuan pada Pak Agas untuk menjual Apartemen yang sudah kamu berikan pada ku dan memindahkan saldo rekening pada keluarga Edward sebagai bentuk tanggung jawab ku pada mereka dan Kak James".

__ADS_1


" Sebelum Pak Agas memindahkan saldo rekeningnya, ia memastikannya terlebih dahulu karena saldonya yang sangat besar yaitu 2.5 M. Bukannya dulu aku hanya minta 250 jt saja?. Tapi aku tidak memusingkan hal itu, justru karena uang itu sangat membantu kehidupan kami disana yang jauh dari siapa pun ".


" Selama beberapa bulan Kak James tidak bisa diajak berkomunikasi. Karena ia begitu merasa shock, frustasi, tidak percaya diri dengan tingkat emosi yang sangat tinggi. Sehingga aku harus mulai bekerja untuk memenuhi semua kebutuhan kami dan biaya rumah sakit Kak James. Untung saja ada Bibi Theresia yang selalu memberikan ku semangat supaya perlahan bisa melewati ini semua.Dan di setiap bulan nya aku harus membayar sejumlah uang sebagai kompensasi untuk keluarga mereka yang ditinggalkan korban ".


" Baru setelah satu tahun Kak James bisa berkomunikasi dengan tulisan tangannya, dan meminta pulang ke rumah. Karena tidak sedikit biaya yang harus dikelurkan selama berobat disana. Hingga saat ini setelah aku bisa bekerja dan mempunyai penghasilan yang cukup, Kak James tetap tidak mau berobat lagi. Ia hanya mengandalkan obat-obatan biasa saja setiap kali melakukan pemeriksaan ".


.


.


Mampir Yuk di Novel Author yang lain :




Cinta Tuan Alex ( Tamat).




Istri kedua ( On going ).




Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.

__ADS_1


Terima kasih kawan 🙏😊.


__ADS_2