Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 28


__ADS_3

Keesokan harinya, Jason sudah berada di salah satu butik terbesar yang dimiliki Mommy nya di Jakarta. Jason memilih beberapa potong pakaian pria dan wanita, dilengkapi dengan semua underwear dan pakaian dinas yang super hot.


Dengan tanpa rasa malu, Jason sendiri yang memilihnya. semua mata pegawai tertuju pada Jason melihat ragawi yang begitu sempurna dengan kegagahan dan ketampanan putra ke dua Bos mereka.


Tidak ada yang tidak berdecak kagum ketika melihat kaun adam seperti Jason.


Setelah dirasa cukup, Jason membayar tunai semuanya. Jason keluar dari butik dengan begitu banyak tentangan papar bag di kedua tangannya.


Kemudian Jason menata rapi dalam bagasi mobil mewahnya. karena masih ada satu tempat lagi yang ingin di datanginya.


Kini Jason sudah berada di swalayan, mengambil banyak semua bumbu dapur,buah, sayuran, daging, minuman,susu, makanan ringan, kue dan coklat.


Jason kini sudah dikasir untuk melakukan pembayaran. Jason todak membutuhkan waktu lama. semuanya sudah selesai. dan Jason bergegas ke Apartemen nya lagi.


Hanya menempuh waktu lima belas menit, Jason sudah berada didalam unit Apartemen nya. Jason langsung menyusun semua pakaian di Walk-in closet kamarnya.


Dan beralih ke dapur menyusun semua makanan dan minuman kedalam kulkas empat pintunya.


" Selesai "


.


.


.


.


Jason pun kembali ke kantornya saat jam makan siang. dan sudah menemukan Lyra yang sedang menunggu kedatangan nya.


" Sayang, kenapa sibuk sekali. aku sampai kesusahan menghubungi mu"Lyra menghambur memeluk tubuh Jason.


" Iya kerjaan ku lagi banyak, Agas sendiri tidak bisa menghandle nya karena ada beberapa investor yang ingin melakukan beberapa meeting"Balas Jason datar.


" Aku pusing dengan persiapan pernikahan kita, apalagi harus tanpa mu sayang"Lyra mulai mengeluhkan persiapan pernikahannya.


Jason melepas dirinya pelukan Lyra, dan Jason langsung duduk di kursi kebesarannya, dengan langsung menatap layar iPad didepannya.


" Bukannya ada WO yang sudah mengurusnya, kenapa harus repot lagi? ".


" Aku ingin semuanya sempurna sayang, tidak boleh ada cacat sedikit pun. aku tidak sangat menyukainya sayang".


Jason menarik nafas panjang, kemudian meminta Agas melalui ponsel pintarnya untuk segera keruangannya.


" Iya Tuan "Ucap Agas berdiri dihadapan Jason.


" Lima menit lagi kita ada meeting. mereka akan segera datang. sambutlah mereka terlebih dahulu. aku sedang menyiapkan berkasnya".

__ADS_1


" Iya Tuan, saya permisi"Agas keluar ruangan dan menuju ruang meeting.


Lyra merasa diacuhkan kehadirannya oleh Jason. kenapa harus melakukan meeting disaat ada dirinya disini. bukannya Ia harus menjadi prioritas utamanya?.


" Aku harus meeting, kalau mau menunggu silakan. kalau mau pulang juga tidak masalah"Ucap Jason keluar sambil membawa berkasnya.


Lyra duduk di kursi kebesarannya Jason."Kamu sebentar lagi akan berada dalam kuasa ku Jas,kamu tidak akan bisa mengacuhkan ku lagi seperti hari ini".


Jason benar-benar sangat sibuk. karena sebuah misi penting sedang dijalankannya. Setelah melakukan meeting yang pertama tadi, Jason melanjutkan dengan meeting berikutnya. sampai-sampai tidak terasa kini sudah memasuki waktunya pulang kerja.


" Mulai besok aku akan mengandalkan mu, selama empat hari kedepan, bagaimana caranya supaya membuat mereka yang bertanya tentang keberadaanku?, percaya jika aku sedang di luar kota".


" Siap Tuan Jason".


" Kalau ada apa-apa kau tetap bisa menghubungi ku".


" Iya Tuan ".


" Masih ada dua kali meeting lagi Tuan?!".


" Iya aku ingin menyelesaikannya hari ini, tidak ada masalah kan?".


" Tidak ada Tuan".


Jason dan Agas pun melakukan meeting selanjutnya.


Tidak terasa meeting terakhirnya baru selesai lima belas menit lalu. kini Jason sedang dalam ruangan pribadinya. merebahkan tubuh lelahnya diatas tempat tidurnya.


Jason mengambil ponsel dan mengirimkan pesan panjang lebar mengenai alasan yang harus dibuat oleh Ayu. dan tempat janjian mereka bertemu sebelum ke Apartemen. Jika sampai pesannya kali ini tidak dibalas, Jason akan mengurungnya didalam kamar selama empat hari itu.


Terlihat layar ponsel menyala, dengan perasaan senang Jason melihat dan membuka pesan yang dibalas tapi sangat singkat oleh Ayu. Namun tidak apa lah yang penting dibalas.


" Good " Gumam Jason lirih.


Jason melepas semua pakaian yang hampir satu hari ini menempel di tubuhnya. dengan guyuran air shower menjadikan tubuh dan pikirannya segar bugar dan banyak sekali ide-ide gila yang bermunculan didalam kepalanya.


.


.


.


.


Sedangkan di tempat lain, Ayu begitu gelisah dengan apa yang akan terjadi besok pada dirinya.


Bukannya Abah sudah tidak memerlukan uang itu lagi, jadi untuk apa?.

__ADS_1


" Aku batalkan saja besok kesepakatan. aku kan belum menerima apa pun dari Tuan Jason".


" Tapi kalau Tuan Jason menolak bagaimana? ".


" Tapi aku sudah tidak membutuhkan uang itu lagi".


" Aku harus bagaimana? ".


Ayu berjalan mondar mandir mengelilingi tempat tidurnya. dengan jari jemari yang saling bertaut.


" Ya besok aku bicarakan baik-baik dengan Tuan Jason, pasti Tuan Jason akan mengerti".


Didalam kamar Mommy Irena dan Daddy Leo, mereka memikirkan Jason dan Lyra. tentang rencana pernikahan yang sudah ditentukan oleh Oma Grace.


" Sepertinya Jason tidak serius dengan pernikahannya"Ucap Daddy Leo sambil berbaring di tempat tidur.


"Mommy pun merasakan hal yang sama Dadd,tapi Oma sudah menentukan waktunya tiga bulan lagi".


" Besok kita bicarakan dengan Jason, kalau memang mau dibatalkan tidak masalah. sebelum semuanya terlalu jauh dengan persiapannya. dan biar lebih mudah memberikan penjelasan pada kedua orang tua Lyra".


" Iya kita berdua bicara dari hati ke hati".


Mommy Irena ingin sekali memberitahukan tentang Ia dan Oma Grace pernah melihat Jason keluar dari kamar Ayu tengah malam. tapi niatnya diurungkan karena biar permasalahan pernikahan mereka jelas dulu.


Karena Mommy Irena masih tidak terlalu srek didalam hatinya menerima Lyra, kalau bukan karena Ayu.


" Apa yang sedang Mommy pikirkan?".


Mommy Irena tersenyum kearah Daddy Leo dengan menopang kepala menggunakan satu tangannya.


" Apa pernikahan James dan Celia baik-baik saja Dadd?"Tanya Mommy Irena mengalihkan pikirannya dari Ayu.


" Kenapa dengan mereka harus tidak baik dalam rumah tangga nya? ".


" Masalah anak Dadd, yang selalu Oma Grace katakan".


Daddy Leo memposisikan tubuhnya seperti Mommy Irena dan mengelus lembut wajah cantiknya.


" Iya kalau masalah anak, Daddy rasa bukan cuma hanya Oma Grace saja yang selalu bertanya. mungkin saja kedua orang tua Celia pun demikian. atau bahkan kerabat mereka pun bertanya hal yang sama. tapi semua kembali lagi pada James dn Celia. mungkin mereka sudah ada pembicaraan sebelumnyan terkait anak".


" Apa kita coba bicarakan juga Dadd dengan James?"Tanya Mommy Irena meminta pendapat Daddy Leo.


" Tidak masalah jika mau mengajak bicara pada James, tapi jangan terlalu memaksa. karena mereka yang menjani rumah tangganya".


" Iya Dadd Mommy mengerti "


Mommy Irena dan Daddy Leo pun berpelukan, dengan mata yang masih terbuka.

__ADS_1


__ADS_2