
Pak Anton sedang beristirahat, duduk dikursi yang berada dibawah pohon jambu air. membaca semua pesan yang masuk dari Agas. karena seiri rumah Gilbert di buat heboh oleh Lyra yang terus saja menanyakan keberadaan Tuan mereka, Jason.
Pak Anton hendak memasukkan kembali ponselnya sebelum ia melihat pesan yang dikirimkan Jason. Helaan nafas yang begitu kasar keluar dari lubang hidung Pak Anton. terasa berat pekerjaan yang dikerjakannya karena sudah hampir dua minggu ini selalu dibuat sibuk urusan pribadi Jason. tanpa adanya istirahat.
" Setelah semua ini selesai aku akan meminta libur satu minggu "Gerutu Pak Anton sambil tetap melakukan apa yang diperintahkan Jason padanya.
Sedangkan didalam kamar Umi. Ayu sudah berpakaian rumahan. dengan penampilan Jason tetap dengan kemejanya. duduk di tepi ranjang yang diyakini Jason tidak akan bisa menjadi arena nya berolah raga bersama Ayu.
" Baby, sore kita sudah kembali ke Jakarta. tidak masalahkan? ".
" Iya Honey, saya ikut saja kemana kamu akan membawa saya pergi ".
" Aku senang mendengarnya".
Jason menarik tubuh Ayu membawa kepangkuannya.
" Nanti ada Umi atau Abah yang masuk!"Ayu mencoba turun dari pangkuan Jason.
" Tidak akan Baby, pasti Abah dan Umi mengerti kalau kita sedang menyicil yang seharusnya dibayar tunai"Jason meletakkan kedua tangan Ayu pada bahunya.
" Apa itu? "Tanya Ayu sambil membenarkan posisi duduknya.
" Arghh... Nanti juga kamu akan tahu" Suara Jason sudah serak.
Tanpa aba-aba lagi Jason mencium bibir merah Ayu yang sejak tadi menggodanya. Ayu pun membalas ciuman Jason, berusaha mengimbangi permainan bibirnya. yang sudah merupakan candu baginya juga.
Tangan Jason sudah tidak bisa di kondisikan lagi, sudah berada pada salah satu gunung yang ingin segera didakinya. Jason memberikan remasan pelan disana. dengan bibir yang saling mema gut dan melu mat sampai Ayu ikut bergerak liar diatas kedua paha Jason. seakan memposisikan dirinya untuk senjata Jason.
" Akh... Baby... ini sungguh luar biasa".
Baru seperti ini saja Jason sudah berhasil mengeluarkan larva nya.
Ayu turun dari pangkuan Jason dan merapikan pakaian dan rambutnya.
" Bersiaplah sebentar lagi kita berangkat. karena aku tidak membawa pakaian ganti".
" Baiklah Honey ".
Mereka pun keluar dari dalam kamar beriringan, Ayu menghentikan langkahnya saat melihat Pak Anton, Abah, Umi dan Ibu Risma sudah duduk disana. menghadap pada kamar Umi yang baru saja ditempatinya.
Ibu Risma baru ikut bergabung dengan mereka setelah pulang dari rumah sakit mengambil obat untuk Abah dan sekalian mengambil gajinya. Umi sudah menceritakannya pernikahan dadakan Jason dengan Ayu. yang belum mereka ketahui jika Ibu Risma berada di rumah ini atas perintah Jason.
" Apa kalian mendengar sesuatu? "Tanya Ayu menatap keempat orang yang kini menatap kearahnya juga.
Mereka kompak menggelengkan kepalanya berulang kali.
" Kalau merekanya mendengar pun tidak masalah Baby, itu hal yang wajar. mereka sudah terlebih dahulu mengeluarkan suara yang sama persis denganku tadi"Ucap Jason dengan enteng dan tidak tahu malu.
Ayu mencubit punggung Jason yang penuh dengan otot.
Sedangkan mereka hanya tersenyum tipis mendengar apa yang dikatakan Jason.
.
.
__ADS_1
.
.
Sepuluh menit yang lalu Lyra dan lawannya sudah selesai dengan sesi percintaan mereka. mereka masih ditempat tidur dengan keadaan polos tanpa selimut yang menutupi kedua tubuhnya.
" Kamu tidak ingin mengandung anakku Ly?, dan katakan pada Jason itu anaknya".
Lyra mengusap rahang tegas orang tersebut.
" Jason pria pintar, pasti Jason akan sanggup membuktikannya dengan cepat. tapi jika dari darah daging Gilbert yang mengalir pada darah anakku, walau pun Jason sanggup membuktikannya, tetap itu darahnya".
" Lantas apa yang akan kamu lalukan sekarang?".
" Membuat Jason mengeluarkannya didalam".
Lyra mengecup sekilas bibir lawannya dan bergerak naik keatas tubuhnya lagi.
" Aku ingin terus bersenang-senang dengan mu, sampai rasa kesal ku pada Jason menghilang".
" Silahkan ratuku bermainlah sepuasmu dengan tubuh ku. aku tidak akan menolaknya"Ucapnya sambil tertawa terbahak seiring dengan gerakan Lyra yang semakin panas diatas tongkatnya.
.
.
.
.
" Iya banget Ris, Bibi Wati juga merasa begitu.sudah cantik, baik, rajin lagi ya".Bibi Wati menimpali.
Bibi Yuni hanya tersenyum sambil memasukkan nasi kedalam mulutnya.
" Kalau ada Ayu itu senang aja bawaannya, karena Ayu juga nggak pernah sedih didepan kita?"Bi Sinta ikut menimbrung.
" Iya, aku juga nggak pernah melihat Ayu capek atau ngeluh. apa saja dikerjakan, siapa aja dibantunya. rajin anaknya".Ucap Bi wati lagi.
" Seperti nggak ada capeknya, terus kalau nggak tahu itu Ayu mau belajar dengan cepat. jadi kita terbantu banget dengan adanya Ayu. baru ditinggal dua hari aja sudah kaya mau dua tahun"Ucap Bi Sinta.
" Setuju "Ucap Risa dan Bi Wati kompak.
Irena mendengar semua apa yang dibicarakan para ART nya tentang Ayu, saat dirinya akan mencari Bibi Yuni.
" Apa aku yang salah paham tentang malam itu?. tapi benar Jason keluar dari dalam kamar Ayu. Apa Jason saja yang keganjenan sama Ayu? Tahu akh pusing "Gumam Irena sambil berlalu pergi lagi dari sana.
" Jason berapa hari di luar kotanya?"Tanya Oma Grace pada Irena ketika sudah duduk bergabung di ruang keluarga.
" Kata Leo paling Minggu atau Senin juga sudah pulang".Jawab Irena.
Oma Grace mendekati Irena.
" Apa menurut mu Jason berselingkuh dari Lyra? atau hanya perasaan Lyra saja? ".Bisik Oma Grace.
" Aku tidak tahu Oma, nanti tanya saja langsung pada Jason, daripada kita menebak-nebak".
__ADS_1
Oma Grace mencubit kencang lengan Irena antara gemas dan kesal.
" Sakit Oma! ".
" Kamu jadi orang tua masa tidak peka pada anak sendiri".
Irena menggeleng dengan cepat.
" Tidak Oma, tidak sekuat itu ikatan batin kami".
" Kamu ini hanya getol bikinnya saja tanpa mau menyusuinya, jadi ikatan batinnya kendur".
" Bukan tidak mau Oma, tapi tidak keluar"Irena membela diriny sendiri.
" Iya sekalinya mau keluar, udah diduluin sama Leo"Ucap Oma Grace masih dengan wajah kesalnya.
" Iya kan memang kesukaannya Leo itu Oma sayang".
Oma Grace benar-benar dibuat geram oleh Irena sampai Oma Grace melemparkan bantal sofa pada pangkuan Irena.
Irena hanya mencebik kesal balik pada Oma Grace sambil meletakkan kembali bantal sofanya.
.
.
.
.
Setelah berpamitan,Ayu langsung masuk kedalam mobil karena air matanya selalu jatuh saat menatap wajah Abah dan Umi nya. Perpisahannya kali ini lebih sedih dari sebelumnya. Apa karena sekarang sudah berganti status atau memang Ayu nya saja yang lagi melow.
Jason memberikan amplop berwarna coklat tapi ini berukuran lebih besar daripada yang diberikan Ayu.
" Abah tolong terima ini, untuk pegangan Abah dan Umi saja. jika nanti butuh sesuatu bisa menghubungi saya atau pun Ayu atau pun Pak Anton".
" Ini apa Nak Jason? simpan lah nanti kalian akan sangat membutuhkannya"Abah menolaknya saat ia menyadari sepertinya uang yang ada didalam amplopnya.
" Saya mohon terima ini Abah, Umi. anggap saja anak laki-laki Abah yang memberikannya"Ucap Jason dengan tulus.
Abah menatap Umi meminta pendapatnya. dan Umi pun mengangguk pelan.
" Baiklah kami menerimanya Nak Jason. terima kasih banyak".
" Sama - sama Abah, Umi. sekarang saya pamit. doakan terus untuk rumah tangga kami Abah,Umi".
" Itu pasti Nak Jason ".
Beberapa menit kemudian, Jason sudah masuk kedalam mobil.duduk bersebelahan dengan Ayu. Jason melihat Ayu yang belum selesai dari menangisnya.
" Sudah Baby, kita kan masih bisa berkunjung lain waktu lagi. kita akan sering-sering datang kesini".
Ayu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Jason sambil memeluk tubuhnya.
" I Love You Baby, Ayu Puspita "Jason mengecup pucuk kepala Ayu dengan sayang.
__ADS_1
Pak Anton melajukan kendaraannnya meninggalkan rumah Abah dan Umi sambil melambaikan tangannya dari kaca mobil yang dibuka setengahnya.