Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 3


__ADS_3

"Aku juga sangat mencintai mu sayang." James menempelkan bibirnya pada bibir Soraya dengan posisi masih saling berdiri.


Saling merasakan sentuhan pada tubuhnya masing-masing. Saling membelai menyalurkan hasrat, gelora dan gairah yang sudah bangkit tanpa dibangkitkan.


James menggendong Soraya membawa keluar dari bathtub dengan mata yang saling mengunci. Untung saja kaki James memiliki mata, jadi walau pun James tidak melihat jalanan menuju tempat tidurnya nyatanya sampai juga dengan aman.


"Kita tidak jadi mandi?." Soraya menatap mata James yang sudah diselimuti kabut gairah. Saat dirinya direbahkan di atas kasur empuk.


James menggeleng seraya langsung merapatkan tubuh mereka dan mencium bibir Soraya. Saling *******, memagut, menghisap dan mengulum. Soraya yang pada awalnya kewalahan dengan ciuman dan serangan James namun lambat laun ia pun bisa mengikuti, membalas dan menerimanya dengan suka cita.


******* dan lenguhan terdengar silih berganti mendominasi kamar hotel itu kala James mulai menyerang beberapa titik sensitive milik Soraya. Dimainkannya sesuka hati, tanpa jeda dan tanpa ampun menyentuhnya di sana sini. Meninggalkan banyak tanda cinta yang kini mendominasi warna kulit tubuh Soraya.

__ADS_1


"Ahhh...ugh..." Rintihan Soraya mampu memancing sisi James yang begitu buas. Bukan hanya dihisap saja tapi sesekali digigitnya gemas sampai Soraya sesekali memekik.


"Jangan digigit lagi James!, lecet." Soraya melihat ujung buah dadanya yang memang terlihat lecet dan sudah mulai terasa sedikit perih.


"Maaf sayang saking gemasnya. Punya kamu besar jadi serasa mengemut permen." James memasukkan kembali ujung nya itu sampai Soraya mendesis, mengekspresikan rasa yang begitu nano-nano. Namun sangat mengenakkan dan memabukkan.


Soraya memposisikan tubuhnya senyaman mungkin untuk menerima sentuhan James selanjutnya yang bisa dipastikan tidak akan terkendali yang nantinya akan membuat dirinya ikut terhanyut dalam permainannya.


James tidak ada puasnya mencumbui tubuh Soraya yang memang sangat menggiurkan. Tidak ada bosan untuk mengulangi cumbuan demi cumbuan pada tubuh dan posisi yang sama. Sampai sesuatu dibawah sana ingin segera mendapatkan kepuasannya juga.


"Apa sayang?." James memposisikan tubuhnya dengan sempurna di atas tubuh sang istri.

__ADS_1


"Pelan-pelan, jangan sampai dipaksa ya?." Ucap Soraya begitu memelas dibawah kungkungan sang suami nya.


"Kalau tidak dipaksa ya tidak akan masuk sayang." James menggesek pelan mempertemukan kedua inti mereka.


"Iya boleh maksa, tapi jangan terlalu dipaksa. Sakit!." Ringis Soraya kala inti tubuhnya sudah mulai diterobos masuk oleh milik James yang memiliki ukuran super, dengan bibir yang ikut dibungkam oleh bibir James dengan lembut namun menuntut.


Kuku Soraya tertancap kuat pada punggung James ketika miliknya sudah berhasil masuk dengan sempurna. Deru nafas Soraya yang begitu memburu diharapkan bisa menghalau rasa sakit yang terasa luar biasa pada inti tubuhnya karena desakan milik James yang kini terbenam.


Namun sungguh terasa amat sakit, dan lelehan air mata pun tidak bisa ditahan dan dibendungnya lagi.


"Maaf" Suara James begitu lirih, namun tidak ada sedikit penyesalan pun yang terlihat dari mata James. Bagaiman mungkin James bisa menyesal atas perjuangan yang sudah membuahkan hasil. Yang ada James ingin segera menghentak milik Soraya sampai titik terdalamnya.

__ADS_1


Soraya menggeleng lemah seraya berusaha tersenyum namun tidak mampu sebab rasa sakit yang begitu mendominasi.


"Ahh..."


__ADS_2