
" Apa kamu tahu apa saja yang sudah aku lakukan pada Ayu? "James tidak ingin menutupi apa pun dari wanita yang sudah sedikit banyaknya ikut membantu dirinya dan keluarganya. Ia tidak peduli dengan apa pun tanggapannya setelah ini, toh ia tidak meminta pada wanita ini untuk melakukan apa pun untuk dirinya.
Soraya mengangguk yakin sambil melipat kedua tanganmu didada.
" Tahu, kamu yang hampir saja melecehkan Adik Ipar mu sendiri, sampai Daddy Leo sudah melaporkan mu. Kalau tidak ada kejadian di Pontianak mungkin kamu sekarang masih didalam sana atau bisa jadi baru keluar, sama-sama jauh dari keluargamu. Tapi bedanya kamu didalam sana untuk menebus semua kesalahan mu, namun yang kamu lalukan malah membuat kesalahan baru dengan membawa Istri Adik mu dan dua kemenakan kembar mu juah dari keluarga mu. Sampai apa yang sudah menimpa mu, keluarga mu tetap menerima dan memaafkan mu " Jawab Soraya dengan detail.
" Kamu tidak tahu apa saja yang sudah terjadi sebelum sekarang ini? "James berusaha membuka diri dan mencoba menceritakannya pada Soraya.
" Tahu, pernikahan mu sebelumnya yang gagal dengan seorang Model. Model itu lebih mementingkan karirnya dari pada rumah tangganya, misalnya kehadiran seorang anak sebagai pelengkap kebahagiaan kalian. Dan Model itu sekarang bekerja pada Mommy dan Jason. Dan itu pun karena kesalahan mu, karena perasaan mu pada Adik Ipar mu sendiri " Jawab. Soraya santai namun tegas.
" Setelah kamu mengetahui banyak hal seperti itu yang buruk tentang diriku, kamu masih mau untuk mengajakku bahagia bersama? " Tanya James pesimis, karena kesalahan itu tetap akan menjadi kesalahan yang akan terus melekat dan menempel pada ingatan seseorang yang mengenalnya.
" Kenapa tidak?. Semua orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama, asalkan ia mau berubah dan tidak melakukan kesalahan lagi".
" Apa kamu yakin aku kita bisa bahagia walau berada berdekatan dengan mereka? ".
" Tentu saja yakin, kalau tidak yakin untuk apa aku mengajak mu untuk bahagia bersama. Tapi ada yang harus kita lakukan supaya lebih mudah untuk memulai semuanya. Kita hatus konseling terlebih dahulu untuk lebih memantapkan perasaan dan pikiran kita".
James terlihat berpikir, ternyata Soraya begitu detail dan paham apa yang sekarang dibutuhkannya saat ini. Mereka berdua memang membutuhkan bantuan itu sekarang ini. Sehingga James pun menganggukkan kepala sebagai tanda ia pun menyetujui apa yang dikatakan Soraya.
Tiga minggu sudah setelah obrolan panjang mereka, menggali apa yang bisa mereka lakukan di masa depan, selama itu pula mereka hampir setiap hari melakukan konseling dengan waktu yang disesuaikan dengan jadwal Soraya yang cukup padat. Namun dirinya tetap ingin melakukan itu untuk kebahagiaan dirinya nanti bersama James.
Sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Ayu dan Jason yang sudah menemukan kembali kebahagiaan mereka setelah tujuh tahun silam terampas dari kehidupan mereka. Kita kebahagiaan itu datang kembali berkali-kali lipat dengan kehadiran Calon Baby Twins yang sekarang sedang tumbuh di dalam rahim Ayu.
Kehamilan Ayu yang sekarang sama dengan kehamilan yang pertama, tidak mengidam hal aneh atau makanan tertentu pada diri Ayu. Namun kali ini Jason yang sering bersikap lebih manja, lebih sering di rumah tanpa mengerjakan apa pun, betah lama-lama di depan meja rias guna menyisir rambut Ayu, atau hanya sekedar merapikan make up tipis yang Ayu pakai diwajahnya.
" Sudah cukup Honey, mau berapa kali kamu terus saja menyisir rambut ku?" Ayu mulai protes. Karena dibuat tidak bisa melakukan apa pun selain melakukan keinginan aneh Jason.
__ADS_1
" Sampai rambut mu lurus Baby " Jawab Jason kesal. Karena Ayu selalu saja protes, merusak kesenangannya seperti ini.
Ayu menepuk jidatnya kuat sambil menggeleng lemah, " Honey rambut ku tidak akan pernah lurus kalau hanya disisir. Ya sudah nanti siang aku minta tolong Mommy untuk menemani ku ke Salon untuk meluruskan rambut ku ini ".
" Jangan Baby!. Biarkan saja rambutmu ikal bergelombang seperti ini, aku sangat menyukainya.Jangan kamu apa-apa kan rambut indah mu ini dan tidak ada yang boleh menyentuhnya selain aku" Jason sudah mulai menunjukkan sisi posesif dan sensitifnya. Dan Ayu pun hanya pasrah dan mengalah,urusan rambut saja bisa panjang seperti ini. Namun untungnya Mommy Irena sangat memahami dan memaklumi kondosi mereka saat ini.
" Grand Ma, Grand Pa, kita jadi minggu depan mulai sekolah. Kami ingin segara memiliki teman?" Jack bertanya dengan memasang wajah sendunya.
" Kenapa Jack memasang wajah seperti itu?" Mommy Irena mendekatinya.
" Mommy lebih sering mengahabiskan waktu berdua saja bersama Daddy ketimbang bermain bersama kami seperti dulu " Jack mulai merajuk.
Mommy Irena dan Daddy Leo saling menatap, mereka menyadari mulai merasakan ada kecemburuan pada diri Jack dan John.
" Tidak sayang, Mommy, Daddy masih bisa bermain dengan kalian berdua. Hanya saja untuk saat ini tidak bisa dilakukannya, mengingat dalam perut Mommy ada Calon Adik kembar kalian yang harus mendapatkan perhatian lebih. Sama seperti Jack dan John di dalam perut Mommy dulu, Mommy sangat menjaga kalian. Jadi untuk sementara waktu ini kalian mainnya sama Grand Ma dan Grand Pa. Atau jangan-jangan Jack dan John tidak senang bermain dengan kami? "Mommy Irena berpura-pura memasang wajah sedih.
" Tidak, kami berdua sangat senang bermain sama Grand Ma dan Grand Pa" Wajah John yang kini berubah jadi sendu. Namun terlihat lucu dan mengemaskan bagi Mommy Irena.
" Bagaimana kita satu hari ini, Grand Ma, Jack dan John ikut ke kantor bersama Grand Pa?. Nanti kalian bisa main sepuasnya karena di sebelah kantor Grand Pa ada wahana permainan yang terlengkap disini ".
" Hore... Asyik "Teriak keduanya sambil jingkrak-jingkrak kesenangan karena diajak bermain bersama Grand Ma dan Grand Pa nya.
Akhirnya mereka sudah berada di kantor Daddy Leo sebelum sesudahnya Mommy Irena memberitahukan Ayu dan Jason apa yang terjadi pada Jack dan John. Sehingga Daddy Leo berinisiatif untuk mengajak keduanya ke kantor sekaligus bermain.
Walau ada perasaan tidak enak pada Mommy Irena dan Daddy Leo karena sudah sangat merepotnya, namun Ayu tetap mengizinkan mereka untuk pergi.
Mereka masih menunggu Daddy Leo yang hanya mendatangi ruang meeting untuk memasrahkan meetingnya pada Uncle Willi. Setelahnya baru Daddy Leo mengajak mereka bertiga ke tempat Wahana Permainan yang diceritakan Daddy Leo.
__ADS_1
Sedangkan di dalam rumah, Ayu dan Jason terlihat saling mendiamkan, setelah Mommy Irena mengatakan tentang Jack dan John. Sampai akhirnya Jason mengalah dan mulai berbicara.
" Aku juga ingin terus berdekatan dan berduaan saja dengan mu Baby, apa kamu tidak merasakan itu?, setelah tujuh tahun lamanya kita terpisah. Sementara Jack dan John selalu dalam pelukanmu selama itu "Tiba-tiba saja Jason melow dan mengeluarkan air matanya.
.
.
Mampir Yuk di Novel Author yang lain :
Cinta Tuan Alex ( Tamat).
Suami kedua ( On going ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih kawan 🙏😊.