
Ayu akhirnya bisa melalui perjalanan singkat tapi terasa sangat lama baginya. Dimana Ayu benar-benar harus bisa melawan semua rasa takutnya saat bertemu dengan James demi bisa menemui Jason yang sedang terbaring di rumah sakit. Ayu berusaha menghalau pikiran-pikiran aneh yang datang menghampirinya, mengenai keadaan Jason disana, Ayu harus yakin kalau Jason akan baik-baik saja demi dirinya dan Baby Twins.
Untuk bisa melakukan perjalanan ini, Ayu bersama Mommy Irena sebelum berangkat menyempatkan diri berkonsultasi dengan Dokter Lara. Demi untuk menjaga segala kemungkinan yang akan terjadi, Dokter Lara pun memberikan obat penguat kandungan untuk Ayu. Serta ia meminta Ayu untuk tidak berpikir terlalu berat supaya terhindar dari stres. Karena itu juga bisa mempengaruhi Baby Twins.
.
.
Rumah Sakit, Pontianak.
Dan kini Daddy Leo, Mommy Irena, Ayu dan James sudah berada di rumah sakit dimana Jason dirawat.
Pak Anton menyambut kedatangan mereka berempat dengan sedikit membungkukkan tubuhnya. Entahlah sepertinya Pak Anton merasa sangat bersalah dalam masalah ini. Padahal sama sekali ini tidak ada sangkut paut dengan dirinya dan diluar dugaan mereka.
" Dokter yang menangani Tuan Jason sudah menunggu kedatangan Anda Tuan" Ucap Pak Anton meminta Daddy Leo untuk menemui Dokter nya terlebih dahulu. Karena untuk saat ini pun Jason tidak bisa ditemui dalam kondisi yang masih kritis, tapi diperbolehkan hanya bisa melihat dari kejauhan.
" Pak Anton tolong bawa Irena dan Ayu untuk melihat kondisi Jason, walau hanya dari jendela kaca itu tidak masalah, Jason akan bisa merasakan kehadiran Mommy, Istri dan Baby Twins" Ucap Daddy Leo tidak ingin ada perdebatan lagi disini.
" Dad..." Mommy Irena merengek seperti anak kecil yang tidak diperbolehkan membeli permen.
" No Mommy, ini sudah perjanjian kita, Ok" Balas Daddy Leo dengan tegas.
" Ayo Mom, temani Ayu dan Baby Twins! " Ajak Ayu pada Mommy Irena, karena Ayu tidak ingin membuang tenaganya untuk hal yang kurang penting. Yang hanya mendapatkan anggukan kepala secara pelan Mommy Irena sebagai jawabannya.
Pak Anton membawa kedua Nyonya Nya untuk bisa melihat Tuan Jason.
Sedangkan Daddy Leo dan James sudah masuk keruang Dokter setelah salah satu suster memberitahunya.
"Selamat siang Tuan Leo, Tuan James " Sapa Dokter yang memang sudah sangat familiar dengan wajah kedua lelaki didepannya.
" Selamat siang Dokter " Balas Daddy Leo.
" Begini Tuan Leo, Tuan James. Kondisi Tuan Jason masih belum melewati masa kritisnya. Karena pertama, sudah banyak kehilangan darah. Kedua benturan pada kepalanya cukup keras, ketiga sangat lama sekali mendapatkan pertolongan pertama dan keempat yang cukup memperburuk keadaan Tuan Jason yaitu kondisi dimana pada saat pertama dibawa kesini sedang dalam pengaruh obat perangsang dengan dosis yang cukup tinggi. Dan Untuk stock darah yang sesuai dengan putra Anda, disini kami sangat terbatas. Dari pihak rumah sakit, kami sudah mencari dari rumah sakit lain namun hanya ada beberapa dan itu pun belum cukup untuk mengganti darah yang sudah hilang. Jadi saya berharap dari pihak keluarga ada yang bisa membantu mendonorkannya " Ucap Dokter menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
James melihat gurat kecemasan pada wajah Daddy nya. Walau pun ia sekarang sangat merasa kesal, marah, benci dan kecewa pada Daddy Leo. Tapi tetap saja ia tidak bisa memungkiri jika Daddy Leo yang selalu menyayangi dan peduli pada kedua putranya tentunya selain Mommy Irena.
" Sejauh ini kami sudah melakukan yang terbaik untuk membuat keadaannya stabil. Mohon dibantu dengan do'a juga supaya Tuan Jason bisa melewati masa kritisnya. Dan apabila ada keluarga yang bisa mendonorkan darahnya, bisa melakukan secepatnya " Tambah Dokter lagi.
" Baik Dok, kami akan melakukan secepatnya. Terima kasih ".
" Sama-sama Tuan Leo ".
Mereka sudah berada ruang VVIP untuk Jason jika sudah sadarkan diri, setelah mereka meninggalkan ruangan Dokter. Supaya keluarga yang menunggu bisa mengistirahatkan diri mereka disana.
Daddy Leo menatap intens wajah James yang kurang bersahabat setelah resmi Daddy Leo membuat laporan atas diri James beberapa waktu lalu.
" Apa Dad? " Tanya James yang tidak suka ditatap dengan seperti itu oleh Daddy Leo.
" Kamu tadi dengarkan, jika mereka masih membutuhkan darah lagi untuk Jason. Dan yang bisa mendonorkan darahnya dalam keluarga kita hanya kamu James " Daddy Leo sangat berharap James akan mengesampingkan permasalahan mereka untuk sebentar saja demi kelangsungan dan keselamatan Jason.
" Daddy Leo bukannya bisa melakukan segala hal?,kenapa tidak meminta bantuan dari seluruh rumah sakit yang ada di indonesia?. Aku juga yakin kalau Daddy bisa mendatangkan dari Luar Negeri darahnya untuk membantu Jason? " Begitu sinis apa yang sudah dikatakan James tentang kemampuan sang Ayah untuk melakukan apa pun.
Daddy Leo menahan segala amarahnya karena ia dapat memperkirakan jika James akan mempersulit dalam penanganan Jason. Tapi ia akan sekuat tenaga untuk membujuk James supaya mau membantunya dengan cepat.
James melihat Daddy nya yang sedang mengetik sesuatu pada layar ponsel canggihnya. Ia yakin kalau Daddy nya pasti mengerahkan semua kemampuannya untuk bisa mendapatkan apa yang sedang dibutuhkannya. Namun James juga sangat tahu jika golongan darah yang dimiliki Jason tidak selalu memiliki stock banyak disetiap rumah sakit nya. Bahkan pernah sampai ada beberapa rumah sakit yang tidak memiliki persediaan darahnya.
James tidak boleh membuang kesempatan yang sekarang yang dimilikinya untuk mendapatkan apa yang diingikannya selama ini.
" Dad, bagaimana kalau aku buat penawaran untuk Daddy?. Tapi aku ingin Mommy dan Ayu juga mendengarkan penawaranku. Bagaimana Dad? "Tanya James dengan senyum jahatnya, bahkan pada keluarganya sendiri.
" Katakanlah! " Jawab Daddy Leo. Ia ingin tahu penawaran apa yang bisa diajukan oleh seorang James untuk menukar keselamatan putra keduanya.
" Pasti James akan menukar dengan kebebasannya "Batin Daddy Leo.
James menghubungi Mommy Irena supaya datang ke ruang VVIP untuk ikut berbicara dengan mereka.
Daddy Leo hanya menatap layar ponselnya yang mendapatkan banyak notifokasi dari pesan yang masuk pada ponselnya.
__ADS_1
Sepuluh menit sudah, Mommy Irena dan Ayu sudah bergabung denga Daddy Leo dan James.
" Ada hal penting apa yang ingin kamu sampaikan pada kami James? "Tanya Mommy Irena setelah mereka duduk seperti sedang rapat penting.
James menceritakan terkait kondisi Jason saat ini. Dengan sangat datail seperti tadi Dokter menyampaikan pada Daddy Leo dan dirinya.
" Lantas apa penawaran mu? " Tanya Mommy Irena geram dengan apa yang dikatakan James.
" Sabar Mommy ku sayang " Balas James mengulur waktu demi mempermainkan emosi semuanya. Karena ia merasa memegang kendali atas situasi saat ini.
.
.
Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( Ongoing ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih kawan 😊🙏.