
Satu minggu sudah setelah kejadian Soraya dengan operasinya yang gagal. Daddy Leo dan Jason masih mengusahakan jalan damai untuk semuanya. Pihak keluarga pasien yang terus-menerus mendapatkan perhatian lebih dan pemdampingan selama dalam masalah ini, mulai menunjukkan sikap akan luluh untuk bisa menerima apa yang terjadi pada pasien itu bukanlah satu bentuk kelalaian dari para Dokter yang melakukan operasi. Terlebih sebelumnya pasien memang mempunyai riwayat tekanan darah tinggi, itu salah satu yang penyebabnya juga.
Selama itu juga Soraya tidak pernah datang ke rumah sakit. Waktunya ia habiskan di rumah Gilbert bersama Mommy Irena, Oma Grace, Ayu, Jack dan John. Sedangkan untuk Mommy Stella, Soraya belum ingin memberitahunya. Pernikahan yang hanya tinggal dua minggu pun luput dari ingatan Soraya. Seakan ia sudah tidak mempedulikan pernikahannya bersama James.
" Mommy sangat sedih Ay, melihat Soraya yang terus saja seperti ini. Sepertinya Soraya cukup terpukul jiwanya dengan masalah itu. Apa enggak sebaiknya kita minta bantuan pada Psikolog Ay?." Kata Momny Irena ketika berdua di dalam dapur dan menyajikan beberapa menu makan siang mereka.
" Tidak ada salahnya juga Mom, kita harus coba usaha apa pun itu untuk mengembalikan rasa percaya diri Soraya yang sepertinya mengalami krisis akibat dari masalah kemarin." Ayu menyetujui apa yang dikatakan Mommy Irena. Takutnya terlalu lama membiarkan masalah ini dalam diri Soraya yang nantinya akan pelan-pelan menganggu kejiwaannya.
" Iya Ay, nanti kita coba rundingkan lagi dengan Daddy, Jason dan James." Mommy Irena mengajak Ayu untuk ke ruang keluarga, dimana Soraya sedang menemani Oma Grace atau lebih tepatnya terbalik, Oma Grace yang sebenarnya menjaga Soraya.
" Iya Mom " Balas Ayu.
Mommy Irena melihat jam, dimana sekarang sudah waktunya untuk Jack dan John pulang. Namun diantara mereka tidak yang bisa pergi.
Ayu mengusap punggung tangan Mommy Irena yang duduk di sebalah Soraya dan Oma Grace sambil tersenyum, " Jangan khawtir Mom, aku sudah minta tolong pada Miss Paula supaya mengantarkan Jack dan John pulang, karena ternyata sejalan arah pulang. Tapi mungkin sekarang Jack dan John yang harus menunggu Miss Paula sampai benar-benar menyelesaikan pekerjanya, tapi tidak lama Mom paling mereka menunggu kurang dari satu jam."
Ayu melihat panggilan yang masuk pada ponselnya yang ternyata dari Miss Paula.
" Iya Miss " Ayu mengaktifkan pengeras suara supaya mereka bisa mendengarnya.
" Ini Jack, John, Mom " Jawab keduanya dari seberang sana.
" Jack, John " Panggil Oma Grace.
" Iya Oma buyut, kami hari ini pulang terlambat. Karena Miss Paula harus mengejar kelas lain, tapi itu tidak lama, kata Miss Paula hanya tiga puluh menit." Jelas John.
" Iya hati-hati kalian disana ya. Jangan merepotkan Miss Paula, sampai bertemu di rumah cicit kesayangan Oma Buyut."
" Ok Oma Buyut, sampai bertemu di rumah." Kata Jack.
" Mommy " Panggil Jack.
" Apa sayang?."
" Baby Twins ada tendang-tendang perut Mommy enggak?." Tanya Jack.
" Enggak sayang, karena Baby Twins tahu kalau kedua Abangnya belum pulang. Jadi Baby Twins mau menunggu kalian pulang baru tendang-tendang perut Mommy."
" Ok Baby Twins nanti aku dan John usap-usap perut Momny supaya Baby Twins senang di dalam perut Mommy. "
" Ok Jack, John, sampaikan terima kasih untuk Miss Paula karena kalian sudah menghubungi Mommy."
" Dah Mommy "
__ADS_1
" Tunggu Sayang, kami disini ada banyakan loh coba diabsen satu persatu."
" Dah Mommy, Baby Twins, Grand Ma, Oma Buyut sama Bibi Soraya."
" Muuaaaaahhh " Sebagai penutup telepon Jack dan John. Mereka memberikan kecupan jarak jauh untuk semua orang yang mereka sayangi dan menyayangi mereka.
.
.
.
" Jadi masalah ini sudah closed ya Tuan Gilbert. Baik pihak rumah sakit atau keluarga pasien sudah berdamai untuk masalah ini." Terang Pemilik Rumah Sakit.
" Baik, terima kasih atas bantuan Anda." Balas Daddy Leo.
" Sama-sama Tuan Gilbert."
" Dan untuk Dokter Soraya, pihak Rumah Sakit sudah menerima surat pengunduran dirinya. Jadi Dokter Soraya akan mendapatkan yang seharusnya Dokter Soraya dapatkan."
" Baik, sekali lagi terima kasih banyak. Nanti saya akan sampaikan pada Dokter Soraya." Balas Daddy Leo. Sekalian Daddy Leo dan Jason berpamitan dengan Pemilik Rumah Sakit.
" Tunggu Dad." Jason dan Daddy Leo menghentikan langkahnya ketika akan keluar dari Gedung Utama.
" Baiklah, itu gampang. Daddy ada kenalan Psikolog yang sangat bagus. Nanti Daddy akan memintanya datang ke rumah untuk menangani Soraya. Sekarang kita harus balik kantor dulu. James tidak bisa menghandle semua pekerjaan di kantor. Karena Uncle Willi ada meeting di luar." Daddy Leo mengajak Jason untuk segera ke kantor. Karena James memiliki keterbatasan untuk berpikir dan bergerak bebas, ditambah karena saat ini pikirannya juga pasti sangat bercabang dengan Soraya.
Setelah sampai di kantor, James sudah pucat pasi menghadapi klien yang sudah marah-marah kearahnya, karena kesalahan fatal yang sudah diputuskan James.
" Ada apa ini?," Tanya Daddy Leo dengan wajah tegasnya.
" Masa karyawan tidak becus bekerja seperti ini kamu pekerjakan untuk proyek besar kita." Jawab Klien Daddy Leo.
Daddy Leo sungguh tidak terima dengan apa yang baru didengarnya.
" James bukan karyawan ku tapi James adalah anak ku, anak pertama ku, Kakaknya Jason."
Klien baru Daddy Leo pun berkeringat dingin kala mengetahui keberanan tersebut. Bisa-bisanya tidak mengenali pewaris pertama keluarga Gilbert.
" Ah sial! " Umpatnya.
" Maafkan Leo, sungguh aku tidak tahu. Sekali lagi aku minta maaf."
" Minta maaflah pada putra ku James bukan pada ku."
__ADS_1
Klien Daddy Leo pun meminta maaf pada Jason. Hampir satu jam ia memaki, mengumpat, meneriaki James dengan kata-kata kasar yang seharusnya diucapkan.
James menatap Jason dan Daddy Leo bergantian, Daddy Leo dan Jason menggeleng berbarengan. Memberikan kode supaya James membuat keputusan untuk memutus kerja sama diantara mereka. Daddy Leo tidak mempermasalahkan kehilangan Milyaran asalkan James tidak merasa sakit hati atas perkataan dan perlakuan Kliennya. Tapi James tidak melakukan hal itu. Justru ia melukan hal sebaliknya. Ia menerima permintaan maaf dan tetap melanjutkan proyek Daddy Leo yang sedang berjalan bersama kliennya.
" Terima kasih James, terima kasih banyak." Ucap klien Daddy Leo dengan tulus serta disertai rasa yang masih takut-takut.
" Iya, tidak masalah." Balas James.
" Terima kasih Leo, Jason." Kata Klien Daddy Leo sekaligus berpamitan pada mereka semua.
Daddy Leo meminta Jemas untuk segera pulang supaya menemani Soraya dan para wanita di rumah.
Sesampainya rumah, Mommy Irena langsung meminta James untuk menemui Soraya di dalam kamar. Namun sayang Soraya lebih memilih tidur ketimbang harus berbicara dengan James.
.
.
Mampir Yuk di Novel Author yang lain :
Cinta Tuan Alex ( Tamat).
Suami kedua ( On going ).
Cinta Karena Perjodohan ( On going ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih kawan 🙏