
Hati Soraya tambah tidak tenang lagi saat masuk ke dalam ruangan James. Dimana Della berada di sana dengan perut yang dapat dilihat oleh Soraya.
"Kau siapanya suami ku?." Tanya Soraya.
"Tenang dulu sayang!. Ini tidak seperti yang kamu bayangkan atau kamu lihat. Aku bisa menjelaskan semua kesalahpahaman ini!." James menarik tangan Soraya lalu mendudukkannya di atas kursi kerjanya. Vina dan Vida pun ikut duduk di atas pangkuan Soraya.
James menghela nafas panjang, kala menyadari keribetan yang sedang dihadapinya. Tidak mungkin mereka berbicara masalah orang dewasa di depan kedua anaknya.
James mengambil ponsel untuk menghubungi orang tua kandung dari Vina dan Vida. Karena tidak ingin membuang waktu lagi, James langsung saja berbicara saat teleponnya diangkat oleh Jason.
"Secepatnya kau harus segera datang ke sini!. Aku sedang ada dalam masalah besar!" Belum juga Jason menjawabnya, James sudah mematikan sambungan teleponnya.
Della merasa tidak enak sendiri, berada diantara Soraya dan James. Dirinya bukan tidak ingin menjelaskan lebih dulu, hanya saja ia takut kalau itu justru akan memperburuk suasana yang sudah sangat tegang ini.
.
.
__ADS_1
.
"Baby, aku belum selesai. Sebentar lagi mau keluar, tanggung ini." Rengek Jason saat Ayu lebih memilih untuk menyudahi permainan yang baru setengah jalan itu.
"Honey, kamu tidak mendengar apa yang dikatakan kan oleh James. James sedang dalam masalah besar. Tadi juga Pak Anton menelepon ku, mengabari kalau Soraya membawa Vina dan Vida ke rumah sakit milik mereka." Ayu menutupi tubuh polosnya dengan handuk, namun tidak sanggup menutupi tubuhnya yang terlihat lebih berisi.
"Hanya lima menit lagi Baby, aku akan bermain cepat. Ayo kemari lah Baby!, kasihan milik ku yang tidak bisa dijinakkan lagi. Hanya kamu yang bisa menenangkannya Baby." Semua jurus Jason keluarkan hanya untuk membawa Ayu dalam kungkungan nya.
"Ok, lima menit Honey. Keluar enggak keluar, kamu harus menyudahinya." Nego Ayu sambil melepaskan handuknya.
Dalam hati, Jason bersorak sorai. Mendapatkan apa yang diinginkannya. Urusan lima menit, itu urusan nanti. Yang penting miliknya masuk aja dulu.
.
.
.
__ADS_1
Dua jam, waktu yang dibutuhkan Jason dan Ayu untuk bisa sampai di rumah sakit Soraya. Dengan wajah yang di tekuk, Ayu berjalan bersebelahan dengan Jason. Lima menit yang dijanjikan Jason, nyatanya menjadi satu jam. Walaupun dirinya ikut larut dalam menikmati permainannya.
"Sudah Baby, jangan di tekuk begitu wajah cantiknya!."
"Kamu selalu saja begitu Honey."
"Aku selalu tidak bisa menahannya Baby, apalagi kalau melihat milik itu. Rasanya...."
Ayu segera menutup mulut Jason yang selalu berkata jujur seperti itu. Padahal ini di tempat umum.
Sampai lah Jason dan Ayu di ruangan James. Dimana wajah James sudah sangat marah, karena dirinya harus menerima kemarahan Soraya yang ditunjukkan lewat sorot matanya. Soraya dan kedua putrinya sedang asyik bermain games dengan laptop milik Papa mereka
"Kau ada masalah besar apa?."Jason menatap Della dengan intens. Rasanya tidak mungkin James berselingkuh dengan wanita yang ada dihadapannya saat ini.
"Kau bawa pulang Vina dan Vida. Aku ingin bicara serius dengan Soraya." Jawab James sembari berjalan kearah Jason.
"Kau kepergok Soraya?, sebab di leher dan kerah kemeja kau ada noda lipstik." Tunjuk Jason.
__ADS_1
"Paula" Gumam James, mengingat kembali kejadian tadi pagi.