
Soraya sudah berada di Dalam ambulance yang akan membawa mereka ke rumah sakit terdekat, untuk memberikan pertolongan. Dengan peralatan dan kebutuhan yang dibawa oleh team medis saat datang bersama ambulance. Tidak lupa pasiennya sudah diberikan obat juga, semoga saja bisa tahan. Sedangkan suami dari pasien dan James membawa mobil masing-masing.
Sampai di rumah sakit, pasien secepatnya mendapatkan penanganan Dokter Obgyn dan beberapa team medis yang lain.
Soraya menunggu di tempat yang sudah disediakan. Kecemasan yang berlebihan kini terlihat lagi dari raut wajah Soraya setelah beberapa tahun lalu ia pernah merasakannya.
Ketakutan untuk mengulang kesalahan yang sama, apalagi ini dua orang yang harus diselamatkan dalam keadaan darurat.
"Sayang" James memeluk tubuh Soraya yang bergetar, semakin erat James memeluknya.
"Semuanya akan baik-baik saja. Sekarang dan selamanya aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi lagi dari hidup ku untuk masalah apa pun.
Setengah jam sudah, suara tangis bayi pun pecah. Soraya dan James dapat mendengar itu, lalu ibunya bagaimana?.
__ADS_1
Terlihat seorang perawat keluar dari ruangan persalinan, segera James menghadangnya.
"Bagaimana dengan ibu yang baru melahirkan?."
"Alhamdulilah sehat Pak, pendarahannya sudah berhenti. Tapi nanti akan terus kami pantau." Jawab perawat tersebut lalu kembali melanjutkan langkahnya.
"Semuanya sudah baik-baik, jangan kamu cemaskan lagi. Sebagai seorang Dokter kamu itu sangat handal, cekatan, bisa mengambil keputusan disaat yang genting sekalipun. Aku bangga menjadi suami mu, sayang."
"Bagaimana menurutmu makanannya?." Tanya James yang menghentikan suapannya.
"Enak, mungkin karena aku sangat lapar." Jawab Soraya dengan mulut yang sedang mengunyah.
"Tapi sedikit asin." Kekeh Soraya melanjutkan suapan terakhirnya.
__ADS_1
Sudah hampir dua jam, Soraya dan James masih di sana. Sampai Soraya bertemu dengan Dokter yang menangani pasien. Soraya dan James pun begitu tenang saat semuanya sudah aman terkendali. Jadi mereka berdua bisa pulang ke rumah sakit mereka dengan tenang.
"Kita kembali ke rumah sakit atau pulang ke Apartemen?." Tanya James saat dalam perjalanan.
"Ke rumah sakit aja dulu. Aku tadi lupa memberikan berkas untuk bahan evaluasi pada bagian pengadaan alat kesehatan. Supaya bisa di follow up secepatnya." Jawab Soraya melirik James. James hanya mengangguk saja.
Sampai di rumah sakit, Soraya dan James kembali ke ruangan masing-masing. Soraya langsung mengerjakan apa yang tadi disampaikan pada James, setelah sebelumnya ia mengganti pakaian yang sudah terkena darah dengan pakaian baru.
Usai Soraya menyerahkan berkas tersebut, ia kembali duduk di kursi dan menyandarkan tubuhnya. Mengingat kembali kejadian tadi yang masih saja berputar di atas kepalanya.
Soraya berasa takjub saat tadi di dalam mobil Ambulance, kedua tangan Soraya diletakkan di atas perut buncit seorang wanita yang akan melahirkan. Soraya dapat merasakan dengan jelas saat bayi dari pasien itu bergerak lincah, seolah memberi tahu kalau keadaannya di dalam sana baik-baik dan bayi pun memberikan semangat pada Ibunya untuk bertahan.
Soraya menatap kedua tangannya, tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja, mengenai kedua tangan yang masih dapat ia rasakan gerakan-gerakan lincah dari bayi tersebut.
__ADS_1