Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Extra Part 51 T3JG


__ADS_3

" Ya James aku bersedia, aku masih mau menikah dengan mu, aku masih punya mimpi untuk menghabiskan hidup ku bersama mu."


Soraya dan James saling memeluk erat, namun hanya itu saja yang bisa dilakukan mereka sekarang, sebab banyak pasang mata yang tertuju pada mereka. Terlebih lagi ada Vina dan Vida yang sudah bangun dan ikut menyaksikan momen bahagia mereka.


Tidak ada orang yang tidak ikut bahagia dengan pertemuan pertama mereka dan mereka langsung memutuskan untuk menikah secepatnya. Melanjutkan rencana mereka yang tunda, merajut kembali asa dan rasa yang sama yang sempat terpendam tapi kini semua sudah kembali pada posisi bahagia mereka yang lebih bahagia dari sebelumnya.


" Yes Papa, kami akan segera memiliki Mama yang cantik, pintar dan juga seorang Dokter." Ucap Vina dengan polos sambil memeluk James yang diikuti oleh Vida duduk di sebelah Soraya.


" Papa udah enggak galau lagi sekarang sebab sudah menemukan tambatan hati nya." Goda Jack dengan senyum jahil nya.


" Iya pasti Papa enggak bakalan curhat lagi pada kita, Jack." John ikut menimpali dengan wajah cool nya.


Ayu dan Jason hanya tersenyum melihat ke empat anak nya bisa menerima Soraya dan masih menyayanginya.


" Tapi tunggu dulu Soraya, Aku juga berharap kamu bisa menerima aku dengan ke empat anak ku?." Kata James mengelus punggung Vina yang menatap Soraya.


" Justru aku senang bisa menjadi bagian dari anak-anak yang pintar, baik, lucu dan menggemaskan ini." Jawab Soraya mengecup pipi Vida, dan si centil Vina meminta juga Soraya untuk mencium pipi nya.


James mengajak Soraya untuk segera menemui Miss Stella dan memberitahukan rencana mereka setelah berpamitan pada seluruh anggota keluarga yang lain. Jika dari pihak James sendiri mereka sudah menyerahkan semuanya pada James dan Soraya, mereka tinggal mengikutinya saja. Kini James tinggal bicara dengan Miss Stella sang calon mertua.

__ADS_1


.


.


Jarak yang tidak terlalu jauh membuat mereka cepat sampai di rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal Soraya dan Miss Stella. Perasaan yang coba disembunyikan James untuk menghargai Soraya dan Miss Stella tentang keadaannya mereka yang sekarang.


" Mommy " Sapa Soraya mendekat pada tempat tidur dimana Mommy Stella hanya bisa pasrah berbaring. Dan Soraya duduk dipinggiran nya.


" Tumben kamu pulang cepat, pasiennya tidak banyak ya?." Tanya Miss Stella yang belum tahu jika James ikut bersama sang putri.


Soraya menggeleng lemah, antara membenarkan kalau di rumah sakit pasiennya hari ini tidak banyak atau bisa juga jika ia tidak datang ke rumah sakit.


" Ada yang mau bertemu dengan Mommy?." Soraya memberikan isyarat pada James untuk masuk dan menemui sang Mommy.


" James! " Suara Miss Stella terdengar lirih dibarengi mata yang tampak berkaca-kaca menatap sosok pria yang dicintai putri nya. Tapi ia meminta Soraya untuk menjauh dari mereka karena status sosial mereka yang tidak lagi sama, Miss Stella tidak ingin memanfaatkan kebaikan keluarga Gilbert selama ini pada mereka. Jadi Miss Stella meminta Soraya untuk membawa dirinya pergi jauh dari mereka semua. Dan pilihan nya jatuh pada Kota ini. Dimana dulu Ayu pernah bercerita tentang Kota kelahirannya.


Ia meminta Soraya untuk melupakan James dan mengubur cinta nya dalam-dalam, supaya bisa memulai hidup di Negara dan Kota yang baru didatangi nya ini. Walau setalah nya ia tahu bahwa hati tidak mudah untuk diperintahkan namun Soraya tidak pernah membantah atau pun menolak semua keinginannya.


" Maaf kan Mommy James, Mommy sudah membawa pergi jauh Soraya dari hidup mu. Karena hanya Soraya yang Mommy miliki."

__ADS_1


Miss Stella menyesali apa yang sudah dilakukan oleh nya pada Soraya. Tapi sebagai seorang Ibu ia ingin selalu berada dekat dengan putri nya apalagi dalam kondisi dirinya yang saat ini.


Soraya tidak mampu lagi untuk bicara, sedari tadi ia hanya menghapus air mata. Rasa haru dan bahagia yang sekarang dirasanya mampu mengobati semua luka yang dulu dialaminya.


" Jangan meminta maaf pada ku Mommy. Mommy berhak melakukan apa pun pada Soraya karena Soraya putri Mommy satu-satu nya. Berarti pada saat itu Mommy belum sepenuhnya bisa menerima ku sebagai calon suami Soraya yang baik, yang Mommy harapkan. Hingga Mommy lebih memilih pergi ketimbang membagi semua duka Mommy pada kami, terlebih pada ku." Bukannya menyalahkan atau menyudutkan Mommy Stella, James malah merendahkan dirinya.


Pada saat itu terjadi dirinya belum sepenuhnya menjadi James yang sekarang yang jauh lebih baik dari beberapa tahun lalu. Mungkin ia juga harus berterima kasih pada Mommy Stella menyerahkan Soraya saat ini, saat dirinya sudah siap bukan hanya karena nama Gilbert saja, melainkan nama nya sendiri yang utuh seorang James Gilbert. Yang perlahan bisa mewujudkan keinginan nya untuk segera membangun rumah sakit untuk Soraya.


" Apa pun alasan yang Mommy miliki saat itu, maaf kalau harus melukai mu dan keluarga besar Gilbert." Mommy Stella sudah merasa lebih baik dari sebelumnya. Bukan ia tidak mempedulikan perasaan Soraya pada James. Hanya saja Mommy Stella juga tidak bisa menutup mata dan telinga begitu saja saat strata sosial mereka kini jauh berbeda.


" Iya Mommy aku mengerti dengan itu semua. Tapi mulai sekarang, mari kita lupakan itu semua dan kita coba merajut kembali apa yang sempat tertunda antara aku dan Soraya." James menjeda ucapannya, kala melihat Soraya membantu menghapus air mata Mommy Stella.


" Aku masih memiliki niat yang sama untuk tetap bisa menikah dengan Soraya. Jadi kami mohon pada Mommy untuk memberi kami restu. Supaya kami bisa memulai semuanya dengan mudah." Tutur James tegas tanpa keraguan sedikit pun.


Entah mimpi apa semalam hingga mempertemukan mereka kembali di Kota ini dan James tetap mau menikahi Soraya dengan segala kekurangan mereka saat ini.


" Jika Mommy menerima lamaran ku dan memberikan kami restu maka Mommy harus bersedia aku bawa menemui Mommy dan Daddy ku serta keluarga ku yang lain yang sudah mengenal Mommy dan Soraya." Lanjut James.


" Jangan jadikan keadaan kalian untuk menolak kami, Mommy. Aku begitu menyayangi kalian berdua." Jelas James dengan tegas.

__ADS_1


Mommy Stella mengangguk lemah, ia tidak ingin menyakiti hati Soraya yang sudah banyak berkorban untuk dirinya. Ia pun sangat menyadari waktu yang hanya tinggal sedikit ini harus ia gunakan sebaik mungkin untuk mengantarkan putri cantik nya pada pernikahan yang sudah lama dinantikannya.


" Iya Mommy akan ikut bersama mu, James."


__ADS_2