
Ayu dan Soraya sudah berbincang dari setengah jam yang lalu, yang menjadi topik pembicaraan keduanya adalah Della.
"Apa kamu tidak ada keinginan untuk mengadopsi anaknya Della?. Mungkin kalau ditangan mu dan James, anak itu akan lebih baik terjaga semuanya, terutama keamanannya. Karana seperti yang kamu bilang kemarin, kalau Ayah dari bayi itu tidak bertanggung jawab."
"Jujur saja dalam hati kecil ku iya, aku sempet terpikir untuk mengadopsi bayi itu. Tapi aku aku dan James butuh pertimbangan yang sangat matang. Bukan hanya tentang bayi itu, tapi bagaimana nanti kalau di saat yang bersaman, Tuhan memberikan ku titipan juga seorang anak. Apa kami siap untuk membagi adil perasaan kami berdua.
Memang tidak ada yang salah yang dikatakan oleh Soraya. Soraya dan James butuh kesiapan mental yang benar-benar harus siap untuk bisa mempertanggungjawabkan. Kalau mengenai keselamatan bayi itu, mungkin Ayah dari bayi tersebut tidak akan sampai hati untuk melukainya.
"Tapi akan aku bicarakan lagi dengan James kalau mengenai keselamatan bayi itu. Meski pun justru itu yang selalu aku pikirkan, bagiamana cara untuk bisa tetap melindungi bayinya Della."
Begitu juga James dan Jason yang membicarakan banyak pekerjaan. Proyek-proyek yang akan berjalan kedepannya. Tapi Jason juga menyelipkan pertanyaan bagiamana kalau Soraya untuk sementara waktu tunggal bersama mereka sampai istrinya melahirkan.
"Aku tidak akan mengizinkan kalau hanya Soraya yang tinggal di sini. Tapi kalau bersama ku, pasti kami mau. Karena itu Anka kami juga."
"Ya pasti kalian berdua lah, mana mungkin aku ingin memisahkan kau dengan Soraya."
"Ya kau tahu sendiri, kalau kami tidak akan pernah terpisah."
__ADS_1
Keduanya berkelakar sangat kencang, sehingga Ayu dan Soraya mendatangi kedua pria tersebut.
"Honey..."
"James..."
Ayu duduk di sebelah Jason, Soraya duduk di sebelah James.
"Apa yang kalian tertawaan?." Tanya Ayu pada Jason.
"Ini Baby, James bilang kalau James tidak bisa jauh dari Soraya." Tunjuk Jason pada keduanya. "Jadi mereka satu paket akan tinggal di sini menemani kita, sampai kamu melahirkan." Lanjut Jason.
Ayu tersenyum tipis melihat pasangan pengantin yang masih hangat itu.
.
.
__ADS_1
.
Pagi ini Soraya dan James masih tinggal di unit Apartemen mereka. Soraya yang sedang mengemas semua pakaian yang akan di bawa ke rumah Ayu. Sehingga James harus berangkat kerja sendiri.
Sampai di tempat area parkir, tanpa James ketahui. Paula sudah bersembunyi di balik pilar besar.
"James, tolong dengarkan aku. Aku ini Paula!." Paula membekap mulut James supaya jangan berteriak dan jangan menghindar.
Dirasa James cukup mengerti dengan apa yang dikatakannya, Paula segera lepaskan tangannya dari mulut James.
"Apa lagi yang kau inginkan?." Tanya James saat kini posisi mereka berhadapan.
"James bisa kah kita bicara berdua saja?, beri aku kesempatan James?." Mohon Paula.
James segera menggeleng, "Aku tidak bisa, aku tidak ingin membahayakan pernikahan ku." James hendak membuka pintu mobil kala ia sudah membuka kuncinya.
"James aku tahu kamu sangat ingin memiliki anak, aku bisa mewujudkan impian mu, James." Paula begitu yakin, kalau James akan menerima tawarannya. Tapi justru sangat diluar ekspektasi Paula, kalau James ternyata sangat menolaknya.
__ADS_1
"Istri ku yang lebih menginginkan untuk segera hamil. Bukannya aku, kau salah orang Paula."