
" Moms J bagaimana, apa kamu bisa melihatnya? "Tanya Mrs. Stella agak sedikit memaksa karena Ayu seperti terlihat sedang melamun.
" Mungkin itu cuma perasaan Mrs. Stella saja. Bukannya kita dibelahan bumi ini ada 5-7 orang yang akan sama walau tidak persis dengan kita. Nah mungkin itu yang terjadi pada Tuan Jason dan kedua putra ku " Jawab Ayu, yang mencoba mengulur waktu sampai Jason berbicara terlebih dahulu dengan Soraya.
Meski tidak puas dengan jawaban yang diberikan Ayu, namun Mrs. Stella menganggukan kepalanya pelan. Tidak mungkin juga untuk memaksa Ayu untuk mengakui sesuatu yang sangat tidak berdasar.
Drt, Drt.
Ayu melihat ponselnya dimana pesan dari Jason yang meng-shareloc posisi mereka saat ini." Ini perumahan yang sangat elit yang ada di Islandia ".
Ayu buru-buru menutup ponselnya sebelum Mrs. Stella menyadari sesuatu yang sedang disembunyikannya.
" Mrs. Stella mau langsung pulang atau masih mau disini? " Tanya Ayu sudah menenteng tas kerjanya.
" Kamu duluan saja Moms J, Happy Weekand Moms J " Ucap Mrs. Stella kembali duduk dimeja kerja Ayu sembari menatap wajah Jack dan John bergantian.
" Feelingku kenapa kuat sekali, jika mereka sangat mirip, bisa dibilang hampir 99% sama. Apa yang harus aku lakukan sekarang? " Ucapnya pada diri sendiri.
Ayu berjalan keluar dari gedung perusahaan menuju mobilnya yang terparkir di halaman depan.
" Maaf jika aku masih menyembunyikan identitas mereka dari Mrs. Stella " Gumam Ayu lirih seraya menatap pada ketinggian gedung dimana Ayu meninggalkan Mrs. Stella disana. Kemudian Ayu membawa mobilnya menuju jalanan sore hari yang sedikit lengang karena biasanya sebagian besar para pekerja akan melakukan kerja lembur.
.
.
.
Sedangkan di dalam sebuah rumah kawasan elit, Jack dan John tidak ada lelahnya bermain, mulai bermain dengan mainannya, barmain basket sampai berenang bersama.
" Dad, dari tadi ponselnya bunyi terus. Mungkin penting " Jack memberitahunya, karena ia pun sangat terganggu dengan bunyinya.
" Baiklah, Daddy lihat sebentar " Jason keluar dari kolam renang mengambil ponselnya.
Jason duduk di kursi pinggir kolam, membuka satu persatu pesan dan email yang masuk. Ada banyak informasi yang sudah didapatnya secara garis besarnya saja mengenai James selama tujuh tahun ini. Dan semua kehidupan Ayu dan kedua putra.
Jason tersenyum bahagia karena tiba-tiba saja mendapatkan ide untuk memperbaiki hubungannya dengan Ayu, cintanya, hidupnya. Jason pun mengirimkan pesan balasan untuk melakukan satu hal lagi untuk dirinya.
" Kita lanjutkan lagi Boys " Jason menceburkan dirinya kedalam kolam renang yang disambut riuh tepuk tangan kedua putranya.
" Daddy pintar sekali berenang. Mungkin kita pintar juga karena Daddy Jack " John menimpali sambil berenang kearah Jason.
" Mungkin, tapi kamu jangan salah Mama juga sangat pintar " Balas Jack tetap mengakui Ayu sangat pintar juga.
__ADS_1
" Naiklah cepat nanti Mama nanti keburu datang, kita akan memberinya kejutan " Ucap Jason dengan antusias.
Mereka bertiga pun keluar dari dalam kolam dan langsung pergi ke kamar nya untuk mandi.
Satu jam tiga puluh menit sudah berlalu, rumah di bagian ruang tamu sudah dihiasi dengan buket bunga dan balon yang sudah dipesan Jason sebelumnya, untuk menyambut Ayu yang sekaligus merupakan ibu dari kedua putranya.
" Benar disini rumahnya " Gumam Ayu sambil keluar dari dalam mobil yang sudah terparkir dihalaman rumahnya.
Ayu melangkahkan kakinya menuju pintu yang bertuliskan Blok J 3 Gilbert.
Tidak ada yang membuka pintu, walau Ayu sudah mengetuk pintu dengan lumayan kencang dan sesekali memanggil nama Jack, John dan Jason. Tapi sampai sekarang Ayu belum mendengar ada suara kehidupan didalam sana.
Cklek
Ayu menautkan kedua alisnya, karena mendapati pintu dalam keadaan tidak di kunci. Ayu mecium harum wangi yang berasal dari bunga yang sudah dalam bentuk buket yang sudah berderet rapi menghiasi sekeliling rumah.
Saat kaki Ayu bergerak melangkah masuk kedalam terdengar mereka memberikan ucapan kepada dirinya.
" Surprise..... " Ucap Jack, John dan Jason dari balik deretan bunga.
" Selamat datang di rumah kita, Mommy Ayu Puspita Gilbert " Teriak ketiganya dengan semangat dan pancaran kebahagiaannya yang jelas terlihat dari wajah mereka.
Ayu begitu terharu dengan penyambutan yang mereka buat untuk dirinya. Sangat jauh diluar dari perkiraannya Jason dan kedua putranya bisa melakukan hal seromantis ini.
Biarlah dirinya egois terhadap Jason dan perasaannya saat ini, sebelum Jason benar-benar menjadi milik Soraya dan kembali menjauh dari kehidupannya dan kedua putranya.
" Bertahanlah lagi disampingku, seperti dulu. Kita akan melewati semuanya bersama. Tidak akan ku biarkan apa pun memisahkan kita lagi " Bisik Jason pada telinga Ayu, dengan gerakkan sedikit menempelkan bibirnya pada cuping Ayu.
Seketika dirinya meremang disertai gelenyar yang sama seperti tujuh tahun lalu, ketika kulit mereka bersentuhan. Ayu sangat merindukan saat-saat itu,kebersamaan itu disetiap harinya. Tapi kini semuanya sudah tidak sama lagi, setelah tujuh tahun mereka lewati dengan perpisahan.
Ayu menatap heran pada Jason, kenapa Jason memintanya lagi untuk bertahan disampingnya?. Lalu Soraya?, kedua belah keluarga yang sangat pas dan cocok mau dilihat dari segi apapun.
" Tapi bagaiman dengan perasaanku?, kebahagiaan kami? ".
Berusaha sekuat apa pun, tetap tidak bisa membuatnya melupakan Jason dari hidupnya.
" Bertahanlah demi aku dan kedua putra kita " Ucapnya lagi sembari mendaratkan kecupan pada salah satu pipinya, yang diikuti oleh Jack dan John.
" We Love You Mommy " Ucap ketiganya memberi pernyataan yang tidak bisa membuatnya menangis.
Jason membawa Ayu, Jack dan John kedalam pelukannya. Walau Jason menyadari masih banyak hal yang akan menghalangi kebahagiaanya bersama Ayu dan kedua putranya pasti salah satunya Soraya. Namun untuk saat ini biarlah mereka menikmati sejenak menjadi keluarga seutuhnya seperti yang selalu diimpikannya.
Jack dan John meminta Ayu memasak untuk makan malam mereka berempat sekaligus unjuk gigi pada sang Daddy. Dan dengan senang hati Ayu mulai memasak.
__ADS_1
" Bagaimana Dad masakan Mommy " Tanya Jack setelah menghabiskan makanannya tanpa sisa.
" Enak bukan, pasti sama seperti teman-teman ku Daddy akan ketagihan " Timpal John memprovokasi dan membereskan piring kotor dijadikan satu dengan milik Ayu yang sudah tidak ada makanan lagi.
Jason tampak berpikir seolah mempertimbangkan rasa dari masakan Ayu," Masakan Mommy sungguh nikmat rruar biasa. Dan Daddy akan menjadi pelanggan setia masakan Mommy kalian".
Gelak tawa terdengar menggema sampai keseluruh isi rumah megah ini.
Setelah mereka berbincang sebentar, Jack dan John pamit pada Ayu dan Jason untuk beristirahat karena sudah sangat mengantuk karena seharian ini padat dengan banyak kegiatan yang sangat membahagiakan mereka.
" Selamat malam Mom, Dad " Ucap John yang memberikan kecupan untuk kedua orang tuanya, yang kemudian diikuti oleh Jack.
" Mimpi indah jagoan Mommy, Daddy " Balas Jason yang melakukan hal yang sama pada kedua putranya, begitu juga Ayu.
Kini hanya ada Jason dan Ayu yang saling pandang, wajah keduanya saling mendekat, mengikis jarak diantaranya sampai terlihat ponsel Jason menyala dengan mode tanda panggilan masuk.
" Angkatlah!, ia calon istri mu sekarang " Ayu pergi meninggalkan Jason dengan ponsel ditangannya.
.
.
Mampir Yuk di Novel Author yang lain :
Cinta Tuan Alex ( Tamat).
Istri kedua ( On going ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih kawan 🙏😊.
__ADS_1