
Keesokan paginya...
Vida begitu antusias bangun pagi kali ini sebab ada Anthoni yang sedang menginap di rumah dan pastinya sudah bangun juga.
Sampai di meja makan, Vida hanya menemukan Mommy dan Daddy nya saja. Ah mungkin Uncle Agas dan Anthoni masih bersiap di dalam kamar. Pikir Vida.
" Selamat pagi Mommy...Daddy..." Dengan gaya centil nya Vida mengecup kedua pipi Ayu dan Jason kemudian ia duduk di sebelah Mommy nya.
" Selamat pagi sayang " Balas Ayu dan Jason bersamaan. Mereka begitu senang melihat Vida yang begitu bersemangat.
" Vina mana sayang?." Tanya Ayu sambil meletakkan satu gelas teh panas untuk Jason.
" Masih di kamar Mom " Balas Vida, sesekali ia melihat ke arah pintu yang semalam digunakan oleh Uncle Agas dan Anthoni.
__ADS_1
Tingkah yang seperti itu yang di tunjukkan oleh Vida menarik perhatian Jason dan Ayu. Karena mereka tahu persis apa yang sedang di tunggu oleh putri mereka. Tapi baik Ayu atau pun Jason tidak ada yang bersuara hanya saling melempar pandang saja.
Satu jam sudah ia di meja makan hingga sampai juga pada waktu dirinya harus belajar dengan Vina bersama Miss Loisa. Namun yang ditunggunya tidak kunjung keluar dari kamar.
" Uncle Agas dan Anthoni kenapa mereka belum keluar dari dalam kamar Mom, Dad?." Akhirnya Vida bertanya sebelum pergi dari sana guna menyusul Vina dan Miss Loisa.
Jason bangkit berdiri, membawa Vida dalam pangkuannya.
" Uncle Agas dan Anthoni pagi-pagi sekali mereka harus pulang ke Jakarta sayang. Sebab Uncle Agas sudah di tunggu oleh orang lagi di sana dan Kak Anthoni harus sekolah juga sama seperti Vida." Ucap Jason memberikan pengertian pada Vida. Dan seketika wajah Vida langsung berubah seratus delapan puluh derajat menjadi murung padahal yang tadinya sangat ceria.
Tanpa tahu apa yang ada dipikiran Vida, Ayu dan Jason menunggu reaksi apa yang diperlihatkan oleh sang putri. Namun setelah menunggu beberapa menit tidak terjadi apa-apa. Dengan lemah Vida turun dari pangkuan Jason guna mengikuti pelajaran hari ini.
" Baik Dad, Mom. Enggaka apa-apa. Sekarang aku harus belajar."
__ADS_1
" Iya sayang " Jawab keduanya berbarengan dengan tatapan yang tidak lepas dari Vida. Sampai benar-benar Vida menghilang dari pandangan mereka.
" Ini Honey yang semalam membuat aku marah pada mu." Ucap Ayu kala melihat wajah putri cantik nya bersedih.
Jason menggaruk tengkuk sambil tersenyum kikuk, " Aku kira kamu sudah melupakannya Baby bersamaan dengan suara kamu yang mendesah hebat."
Ayu tidak melayangkan protes atau pun ingin mendebat Jason.
" Honey, kamu terlalu memanjakan Vina dan Vida. Jadi mereka agak sulit untuk diberikan arahan mau pun pengertiannya. Kita harus satu suara untuk Vida dan Vina jangan seperti yang terjadi pada tadi malam." Ucap Ayu menjeda kalimatnya, sebab Umi Ita dan Bibi Yuni lewat sambil membawa tentengan plastik berisi buah dan sayur.
" Semalam itu aku hanya kasihan saja pada Vida, Baby. Makanya aku membiarkannya untuk tetap ngobrol dengan Anthoni yang ternyata benar mereka pagi-pagi sekali sudah pamit pulang pada kita, menganggu saja Ayah dan anak itu." Jason mengemukakan alasannya namun diakhiri dengan kekesalan yang di tujukan pada Agas dan Anthoni sebab mereka menganggu Jason yang akan melakukan serangan Fajar pada Ayu.
" Honey "
__ADS_1
" Baby "