Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 2


__ADS_3

Meninggalkan seluruh keluarga besar untuk melakukan apa yang sudah mereka rencanakan beberapa hari ini tentunya sangat lah menyenangkan dan sekaligus ada rasa sedih. Karena setelahnya mereka tidak akan bertemu lagi dalam waktu yang cukup lama.


Mommy Irena kembali ke London bersama Daddy Leo dan juga kedua putra Jason untuk melanjutkan sekolah mereka di sana.


Ayu, Jason beserta kedua putri mereka kembali ke rumah mereka yang di Jakarta. Meninggalkan Mommy Stella yang lebih memilih untuk tinggal bersama Umi Ita, Bibi Yuni dan Ibu Risma.


Momen yang paling ditunggu James dan Soraya akhirnya tiba kala mereka bisa melakukan perjalanan untuk berbulan madu.


Persiapan yang sudah dilakukan dengan sangat maksimal, tentunya James ingin memberikan yang terbaik bagi Soraya. Sebelum melakukan perjalanan mereka sudah terlebih dahulu menginap disalah satu hotel bandara untuk mempermudah semuanya.


"Semua tidak ada yang tertinggal sayang?" Bisik James merangkul tubuh sang istri yang sudah terlihat rapi, wangi dan tentunya cantik.


"Iya James sudah. Semuanya sudah ok." Soraya sudah mempersiapkan perlengkapan yang akan dipakainya untuk bertempur dengan sang suami.


Negara yang sudah Daddy Leo pilih untuk James dan Soraya untuk honeymoon adalah semua negara yang ada di Eropa. Tapi Soraya dan James memutuskan hanya lima negara saja yang dikunjunginya.


Dan kini mereka setelah menempuh beberapa jam perjalanan James dan Soraya sudah sampai di negara tujuan pertama yaitu Paris, Perancis

__ADS_1


Tidak ada tempat lain lagi yang James tuju setelah sampai di sana tetap hanya lah sebuah kamar hotel. Apa pun nantinya yang akan mereka lakukan kamar hotel yang menjadi pilihan utama nya.


"Kamu lelah sayang?." James meletakkan dua koper berukuran besar di dekat tempat tidur.


"Tidak James semuanya sungguh menyenangkan apalagi bersama mu." Soraya duduk ditepi tempat tidur.


Melihat James yang begitu sibuk mondar mandir ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk mereka. Setelah nya ia memesan makanan di minta dibawakan ke dalam kamar nya.


"Ayo sayang kita mandi!." James sudah menyiapkan handuk dan pakaian ganti untuk mereka.


"Aku bisa menyiapkannya James!." Soraya menarik koper yang sedang dibongkar oleh James. Tapi James malah menghentikan tangan Soraya dan memintanya segera masuk ke kamar mandi. Dirinya sekalian akan menunggu makanan yang sebentar lagi datang.


Air bathtub sudah terisi penuh dengan air hangat yang mengeluarkan wangi aroma terapi supaya membantu tubuh dan pikiran lebih rileks. Jangan lupakan dengan taburan kelopak mawar mawar yang memenuhi permukaan air.


"Jadi sayang mau dipakai berendam nya." Soraya memainkan beberapa kelopak bunga mawar dan menghirup wangi nya.


"Sayang belum mandi juga?." James masuk hanya memakai boxer nya saja.

__ADS_1


"James kamu mau mandi juga?, mandi bersama?." Wajah yang begitu terlihat panik namun sangat menggemaskan bagi James sampai ia mengikis jarak dengan Soraya.


"Kalau begitu kamu saja yang mandi duluan." Soraya menghindar, mundur beberapa langkah supaya James tidak bisa menjangkau nya.


"Bersama sayang!. Sekarang kita sudah menjadi satu, jadi alangkah lebih baik kita selalu lalukan semuanya berdua." Sebuah perintah yang tidak ingin dibantahnya.


James menawarkan diri untuk membantu Soraya melepas semua pakaiannya. Yang pada awalnya Soraya menolak, namun sepertinya itu tidak ada artinya. Karena James tetap melakukannya, jadi Soraya pun hanya bisa pasrah dan merasakan suatu perasaan hangat yang mengaliri darahnya.


Tanpa terasa kini tubuh Soraya hanya tinggal mengenakan CD berwarna putih berwarna senada dengan BH yang masih menutupi gunung kembar yang beberapa hari kemarin sudah pernah di dakinya.


"Kemari lah!."


Soraya begitu terhipnotis dengan semua yang ada pada diri suami nya saat ini yang sudah masuk ke dalam bathtub lebih dahulu sambil mengulurkan tangan pada Soraya.


Perlahan namun pasti kaki janjang Soraya mulai berjalan mendekati James dengan menerima uluran tangan.


"Rileks sayang!."

__ADS_1


Soraya hanya mengangguk patuh, tatapan nya tidak mampu berpaling selain pada wajah tampan yang dulu pernah ditinggalkan nya. Kini pria itu sudah menjadi suami yang akan menjadi teman hidup untuk selamanya.


"Aku sangat mencintai mu James, suami ku!. Jadikan lah aku istri yang seutuhnya!." Ungkapan yang begitu tulus, dengan suara yang mengalun merdu serta dalam suasana begitu syahdu.


__ADS_2