Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 81


__ADS_3

Masih sekitar pukul delapan malam Ayu sampai di rumah setelah memarkirkan mobilnya didepan rumah.


Ayu masih melihat kedua jagoannya sedang mengerjakan tugas sekolah didalam kamarnya.


" Bibi Theresia baru saja pulang, Setelah membantu kami menidurkan Papa. Apa Mama bertemu didepan? " Tanya John ketika melihat Ayu masuk kedalam kamar mereka.


" Tidak, mungkin Bibi Theresia sudah masuk ke rumah nya " Jawab Ayu sambil mengusap wajah tampan kedua putra nya.


" Kami besok bawa bekal lebih banyak Ma, karena teman-teman ku sangat menyukai masakan Mama " Pinta Jack penuh harap.


" Baiklah sayang besok Mama akan membuat yang banyak " Balas Ayu.


" Kami sudah selesai. Selamat malam Ma " Kedua putra memberikan kecupan selamat malam pada kedua pipi Ayu secara bergantian. Begitu juga Ayu memeluk hangat keduanya.


Masa yang sulit berangsur membaik dan bisa mereka lewati bersama tanpa sosok Daddy mereka. Meski berat dan berliku tapi Ayu masih selalu bersyukur dengan apa yang dimilikinya saat ini.


Ayu berjalan keluar menutup pintu kamar Jack dan John setelah memastikan keduanya tertidur pulas. Ayu menatap pintu kamar yang berhadapan persis dengan kamar kedua putranya. Sebelum akhirnya Ayu masuk kedalam kamarmya.


Ayu membersihkan dirinya hanya sebentar saja. Karena rasa dingin yang menyelimuti tubuhnya.


" Hai kamu!. Apa kamu sudah melupakan kami, sehingga kamu tidak sanggup menemukan kami disini? ".


" Apa keputusan yang ku ambil dulu begitu salah sampai kamu tidak pernah sedikitpun hadir dalam mimpi ku ".


" Aku, Jack dan John selalu berdo'a dan berharap kamu akan selalu baik dan bahagia".


Itu yang setiap malam Ayu lakukan selama tujuh tahun ini sebelum Ayu bisa memejamkan kedua matanya. Menyapa dan mengajak berbicara orang yang masih sangat mempunyai tempat teristimewa didalam hati dan hidupnya.


Keesokan paginya, Ayu melakukan rutinitas yang selalu sama disetiap paginya bersama kedua putranya. Tapi kali ini agak berbeda sedikit, karena Mrs. Stella semalam mengirimkan pesan yang baru dibukanya tadi setelah bangun tidur, supaya Ayu ikut sarapan pagi bersama mereka. Sekalian membantu menjamu calon menantu sekaligus penanam modal pada perusahaannya.


" Mama tidak sarapan bersama kami? Celoteh John yang bertanya kebiasaan Mama nya yang hari ini tidak dilakukannya.


Ayu menggeleng pelan sambil mengusap rambut John yang sangat tebal dan lurus."Mama hari ini akan sarapan di kantor bersama Bos dan seorang klien ".


" Ok, kalau begitu Mama makan saja punya ku dua suap dan punya Jack tiga suap untuk mengganjal perut Ma ".


" Itu betul Ma, tidak baik kita bepergian atau berkendara perut kita dalam keadaan lapar karena nanti bisa masuk angin ya John " Ucap Jack mengingatkan sekaligus memberitahu Mama nya dengan meminta John supaya lebih memastikan lagi.


" Baiklah kalau begitu, Aaaa... " Ayu membuka mulutnya lebar dan meminta Jack serta John menyuapinya.


" Mama manja " Celoteh John yang diikuti gelak tawa oleh Jack dan Ayu sambil menutup mulutnya rapat karena lagi menguyah.


Teriakan pun terjadi lagi dimana mobil jemputan Jack dan John sudah datang. Dan seperti biasa juga Bibi Theresia yang dengan senang hati memberitahu mereka.

__ADS_1


" Dah Ma...Bibi... " Jack dan John melambaikan tangannya kearah mereka.


" Kamu sepertinya tidak sedang buru-buru pagi ini " Tanya Theresia memperhatikan Ayu yang semakin dewasa dan cantik tentunya.


Ayu mengatakan ajakan sarapan bersama Mrs. Stella. Yang sering Ayu ceritakan pada Theresia.


Drt...Drt...


" Sebentar..." Ucap Ayu pada Theresia sambil membaca pesan yang dikirimkan oleh Mrs. Stella. Berupa sharloc alamat restoran untuk sarapan mereka.


" Aku sudah harus jalan. Seperti biasa aku titip Papa anak-anak dan kedua putra kesayangaku pada mu " Pinta Ayu sembari menggenggam erat tangan Theresia.


" Iya tenang saja, aku senang bisa membantu kalian "Balas Theresia memeluk Ayu dengan erat.


" Sudah sana berangkat!, nanti tidak enak jika mereka terlalu lama menunggumu ".


Ayu hanya mengangguk pelan sembari mengambil tas kerja, membawa masuk kedalam mobilnya.


.


.


.


" Hai sayang " Sapa Mrs. Stella pada putri kesayangannya.


" Hai Tante " Sapa seorang pria dewasa yang sangat terlihat tampan diusianya yang menginjak matang.


" Hai calon menantu kesayangan ku, kamu semakin tampan. Pasti ada banyak wanita yang berusaha mendekatimu, Iya kan? " Tanya Mrs. menggoda calon menantunya.


" Bukan banyak lagi Mommy, tapi sangat banyak sekali. Tapi Mommy tenang saja, calon menantu Mommy ini type pria setia pada satu pasangannya. Yaitu putri kesayangan Mommy ini " Akunya dengan menepuk dada sambil membanggakan dirinya. Karena berhasil menyingkirkan wanita lain yang berusaha mendekati calon suaminya.


Mrs. Stella tertawa lepas sambil mengancungkan kedua jempol tangan pada calon menantunya.


" Kalian yakin tidak mau beristirahat dulu barang satu sampai dua jam di Hotel?"Tanya Mrs. Stella pada keduanya.


" Tidak Mom, karena calon menantu Mommy ini sudah tidak sabar ingin berbisnis dengan Mommy. Ayo kita pesan makanan sekarang? ".


" Yang sabar ya calon menantu ku, putri ku itu dewasa jika sedang memakai pakaian kebesaran dan kebanggaannya. Tapi jika berpakian seperti ini sangat manja sekali " Ucap Mrs. Stella memberitahu. Karena ia melihat putrinya yang selalu bergelayut manja pada calon menantunya.


" Tidak masalah Tante " Balasnya.


Makanan pun sudah ada beberapa yang dipesan dan terhidang dimeja makan.

__ADS_1


" Mommy tidak makan sekarang atau Mommy lagi menunggu seseorang ".


" Iya Mommy sadang menunggu salah satu karyawan terbaik sekaligus parter kerja Mommy. Pasti kalian akan cepat akrab karena usia kalian sama " Mrs. Stella baru mengatakan kalau ia mengajak orang lain dalam sarapan mereka kali ini.


" Pria atau wanita Mom? Cantik, tampan atau gemulai " Pertanyaan bernada candaan dari putri Mrs. Stela.


" Cantik sekali, tapi bagi Mommy kamu yang paling cantik " Puji Mrs. Stella.


" Ok kita lihat seberapa cantik Mom?, dan Mommy bisa lihat dan pastikan sendiri jika calon menantu Mommy ini tidak akan pernah melirik wanita mana pun selain putri Mommy ini ".


" Baiklah...baiklah sayang, Mommy akan menilainya sendiri seberapa setia calon menantu ku ini " Goda Mrs. Stella lagi.


" Apa masih lama datangnya Mom. Aku sudah lapar ".


" Seharusnya tidak sayang, karena perjalanan dari rumahnya kesini tidak memakan waktu lama " Mrs. Stella mengedarkan pandagannya pada sekeliling restoran. Hingga kedua matanya menangkap sosak yang sedang di tunggunya.


" Nah itu sudah datang, Moms J " Panggil Mrs. Stella seraya melambaikan tangannya pada sosok Ayu yang sedang berjalan kearah meja mereka.


Deg...deg...deg...


Ayu menyeret langkah kakinya yang seakan susah untuk digerakkan karena kehadiran seseorang yang sudah sangat lama dirindukannya duduk satu meja dengan Mrs. Stella. Yang artinya itu?!.


.


.


Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:




Cinta Tuan Alex ( Tamat ).




Suami ke dua ( Ongoing ).



__ADS_1


Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 😊🙏.


__ADS_2