
Dua minggu sudah, Ayu benar-benar membantu pekerjaan James di kantor. tidak ada lagi gelaget aneh dan mencurigakan yang ditunjukkan James. Semuanya berjalan lancar dan biasa saja. sesuai dengan waktu kesepakatan mereka. Pekerjaan James bisa di handle nya dengan baik, dan Jason pun tidak terlalu khawatir lagi tapi tetap waspada.
Sekarang sudah mulai memasuki minggu ke tiga,dimana pesta pernikahan Ayu dan Jason akan di gelar besar-besaran. Dan Ayu masih di minta untuk membantuannya menyelesaikan pekerjaan yang sudah deadline. dan Jason pun sudah memberikannya izin. karena masih ada satu minggu lagi untuk benar-benar mengistirahatkan tubuh mereka.
" Ini ada tugas yang harus diselesaikan Nyonya, di kumpulkan di pertemuan berikutnya "Ibu Cahaya memberikan lembaran tugasnya.
" Baik Ibu Cahaya, terima kasih "Ucap Ayu.
" Sama - sama Nyonya "Balas Ibu Cahaya.
Ibu Cahaya pun pamit dari sana dan segera meninggalkan area gedung perkantoran.
" Baby sudah selesai ?"Tanya Jason sambil mengecup bibir Ayu sekilas.
" Hem... "Balas Ayu singkat, tapi Ibu Cahaya memberi ku tugas yang sangat banyak "Jawab Ayu dengan menunjukkan lembaran kertasnya.
" Tidak masalah Baby, kamu bawa saja ke kantor James. kalau bisa kamu kerjakan disana, kalau tidak nanti kita kerjakan berdua di dalam kamar"Goda Jason sambil menarik dagu Ayu serta me lu mat bibir nya cukup lama.
Drt, Drt, Drt
" Honey, ponsel mu bunyi. lihat dulu siapa tahu penting ?"Ayu menahan wajah Jason supaya menghentikan ciuman mereka.
Dengan langkah gontai, Jason mengambil ponselnya yang masih menyala.
" Iya Dad "Jawab Jason mengangkat telepon dari Daddy nya.
" Jas, Daddy butuh bantuan mu ?!" Ucap Daddy Leo terdengar panik dan gugup.
" Iya Dad ada apa? "Tanya Jason menakutkan kedua alisnya.
" Perusahaan kita yang di London, semua para pekerja melakukan mogok kerja secara masal. sistem produksi semuanya tidak ada yang berjalan, Uncle Willi meminta kita datang dan melihat sendiri. Karena para pekerja hanya ingin berbicara dengan kita"Ucap Daddy Leo menjelaskan.
Jason memijat pangkal hidungnya sambil menatap Ayu yang sedang menatapnya juga.
" Kamu tahu sendiri kan perusahaan itu sudah turun temurun. memberikan kehidupan untuk warga sekitar. Kamu yang paling bisa Daddy andalkan dalam masalah ini karena kemampuan kamu bisa berbicara dengan lugas dan baik dengan semua pekerja dan bisa memberikan mereka ketenangan serta pemahaman ".
" Kalau masalahnya cepat selesai, kamu tidak akan lama disana. nanti selebihnya biar Daddy dan Uncle Willi yang handle ".
__ADS_1
" Iya Dadd kasih aku satu jam ya untuk berbicara dengan Ayu. nanti aku telepon balik Daddy lagi".
" Ada Apa Honey? kenapa pucat begitu?"Tanya Ayu saat Jason sudah mematikan teleponya.
" Baby..."
Jason mencium bibir Ayu sambil menahan tengkuknya. Jason ingin mencurahkan segala rasa dalam ciumannya. Dengan senang hati Ayu membalas dan menyambut bibir Jason. Mereka saling me ma gut untuk beberapa detik. Lidah Jason menerobos masuk ke dalam rongga mulut Ayu, mebelit lidah dan saling bertukar saliva.
Mereka melepaskan pa gut an nya setelah pasokan oksigenya berkurang. Jason mengusap bibir Ayu yang basah karenanya.
" Baby, Daddy meminta ku untuk ikut bersama nya ke London karena ada masalah di sana. Dan kamu tolong belajar handle langsung perusahan kita. ada Agas dan Pak Anton yang akan selalu membantu dan memberikan arahan pada mu".
" Honey... "
Telunjuk Jason menempel tepat pada bibir Ayu yang sangat candu baginya. Jason menempelkan kembali bibirnya disana.
" Kamu belajar jadi pemimpin langsung di perusahaan kita dengan ilmu yang sudah kamu dapatkan. dan kamu sudah tahu apa saja proyek yang sedang perusahaan kita kerjakan dan kontrak kerja bersama siapa saja kamu sudah paham dan sangat menguasainya. Schedul belajar mengajar tetap sama, setelahnya baru kamu yang pimpin perusahaan. Agas dan Pak Anton yang akan menyesuaikan dengan mu ".
" Aku percayakan semuanya di tangan mu istri ku, kesayangan ku, cinta ku, sayang ku "
" Dan untuk pesta pernikahan kita? "Ucap Jason pada dirinya sendiri.
Ayu sudah menatapnya dengan berkaca-kaca.
" Tidak masalah Honey, itu hanya sekadar resepsi saja. karena pernikahan kita sudah sah dimata hukum dan agama. kalau pun tanpa pesta itu tidak masalah. terpenting kita sudah terikat suami istri sampai maut memisahkan kita berdua ".
" Aku tidak perlu pengakuan orang-orang di luar sana tentang status kita. yang jelas kita saling memiliki secara hukum dan agama. itu sudah lebih dari cukup. dengan cinta dan ketulusan yang kamu tunjukan untuk mencintai dan menerima ku sungguh sangat luar biasa "
Jason mencumbui Ayu, menyentuh beberapa titik sensitif nya.
" Ah..."De sah an Ayu terdengar juga disela ucapannya.
" Tenang lah kamu disana Honey, aku akan menjalankan perusahaan ini sesuai amanah mu. bantu lah Daddy Leo semampu mu. dan jangan khawatirkan aku, jarak dan waktu tidak akan sanggup memisahkan kita ".
" Ah... geli Honey, pelan, stop it?!"Ucapannya diakhiri dengan meracau.
Jason tidak ingin membuang waktu yang hanya tersisa sedikit. Dengan cepat Jason sudah membuat Ayu polos dan tidak berselang lama dirinya pun polos.
__ADS_1
Jason menggendong tubuh Ayu, membaringkannya di tempat tidur yang berukuran kecil namun sangat nyaman. Ayu sudah berada dalam kungkungan tubuh Jason.
" Akh... " De sah an keduanya terdengar memenuhinya ruang pribadi Jason kala burung Jason sudah terperangkap dalam go a berlorong dan sudah sangat basah. Sehingga membuat burung Jason terjebak dalam lu bang kenikmatan.
Drt, Drt,
Satu jam sudah batas waktu yang diminta oleh Jason. Dimana Daddy Leo menghubunginya lagi.
" Iya Dad, iya aku akan ikut bersama Dady. perusahaan sudah aku serahkan di bawah kepemimpinan Ayu. dan untuk kantor Daddy gimana? "Tanya Jason.
" Perusahaan Daddy akan di handle James "Jawab Deddy Leo.
" Daddy sudah memesankan tiket pesawat untuk kita berdua. kamu berangkat saja langsung dari sana. satu jam lagi kita bertemu di Bandara ".
" Ok Dad, terima kasih ".
" Daddy yang harus nya mengucapkan terima kasih, karena. Daddy selalu mengandalkan mu disaat seperti ini. karena kamu memang memiliki jiwa pemimpin yang bagus. dan untuk Ayu... "
Jason langsung menghidupkan pengeras suaranya supaya Ayu bisa mendengar apa yang akan disampaikan oleh Daddy nya.
" Ayu, terima kasih banyak sudah memberikan semangat pastinya dan dukungan juga yang luar biasa untuk Jason. Maaf kalau Daddy membawa Jason untuk membantu Daddy dalam menyelesaikan masalah pekerjaan Daddy di sana "
" Iya Dad, Daddy tidak perlu berterima kasih. karena kami anak-anak mu Dad, yang akan selalu membantu dan menemani kalian melewati masa sulit ini. Hati-hati Daddy disana "
" Ayu, Jason ... I Love You "Terdengar suara isak tangis Daddy Leo sebelum akhirnya terputus.
" I Love You to Dad "Gumam Jason lirih yang tidak bisa didengar oleh Daddy Leo.
Saat masih memiliki waktu satu jam lagi. Jason tancap gas lagi yang kedua kali nya, bersemayam dalam tubuh istrinya yang tidak berhenti memberinya kepuasan dan kenikmatan.
" Hadir lah son dalam rahim Mommy mu"Gumam Jason dalam sepenggal doa lalu di kecupnya perut Ayu yang masih rata, yang sampai sekarang belum di percaya untuk memiliki momongan.
" I Love you Baby... "
" I Love you to Honey..."
Muachh..
__ADS_1