
" Sah "
Ucap kedua orang pria yang menjadi saksi pernikahan Ayu dan Jason.
Akhirnya nya kini Ayu dan Jason sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
Tidak banyak yang hadir, hanya keluarga inti Ayu, Abah dan Umi, Pak Anton dan dua orang saksi serta para petugas pernikahan.
Ayu dibawa kehadapan Jason, sudah lengkap dengan pakaian pengantinnya, hanya berupa kenaya dengan bawahan kain songket. yang sudah disiapkan Pak Anton sebelumya.
Jason begitu terpukau melihat Ayu dalam balutan pakaian pengantin. dengan penampilan biasa saja Ayu sudah bisa menyihir Jason, apalagi dengan penampilan Ayu yang sekarang.
Ayu duduk disebalah Jason, mendengar penghulu memberikannya sedikit wejangan. Serta Ayu mencium panggung tangan Jason dengan takjim. begitu juga Jason mencium kening Ayu dengan penuh kasih sayang dan cinta beberapa detik.
Pak Anton mengambil beberapa gambar momen indah keduanya.
Setelah bebarapa menit berlalu para petugas pernikahan sudah meninggalkan rumah Abah Dapi setelah memberikan surat nikah Jason dan Ayu.
Pak Anton pun keluar untuk membagikan makanan yang sudah dipesannya untuk para tetangga disekitar rumah Ayu, sebagai syarta saja mereka sudah mengetahui jika Ayu kini sudah menikah.
Kini hanya ada Abah Dapi, Umi Ita, Jason dan Ayu. Ayu dan Umi Ita masih diselimuti rasa haru karena hari ini memang hari sangat bersejarah dalam hidupnya. Ayu yang masih berusia delapan belas tahun sudah menyandang predikat istri dari seoarang pria yang bernama Jason yang notabenenya Tuan nya sendiri.
" Nak Jason, tidak banyak yang Abah minta,tolong lindungi, sayangi, cintai, ajari Ayu yang memang masih harus banyak belajar, sabar menghadapinya".
" Iya Abah akan saya mengusahakan yang terbaik dengan sangat maksimal untuk Ayu. dan sekali lagi terima kasih banyak sudah merestui kami Abah, Umi".
Umi hanya mengangguk sambil tersenyum menatap Jason dan Ayu.
Ayu selalu menggenggam tangan Umi Ita yang duduk disampingnya. sesekali menciumi nya dengan air mata yang selalu di melewati kedua pipinya.
Begitu pun Umi selalu menghapus air matanya dengan menampilkan senyum tulus seorang Ibu pada anak gadisnya. yang akan segera dibawa pergi oleh suaminya.
" Setelah ini Nak Jason mau langsung membawa Ayu lagi atau bagaimana? karena rasanya kalau tidur disini kurang memungkinkan karena kondisi tempatnya juga".
Abah Dapi menyadari keadaan rumah nya yang walau terasa nyaman untuknya tapi agak sedikit jauh dari kata layak.
Dan Jason pun tidak ingin membuat Abah dan Umi kecewa karena langsung membawa Ayu dari kedua orang tuanya, Jason memutuskan kan akan tinggal bersama disini dulu sampai sore hari. setelahnya Jason akan membawa Ayu lagi ke Apartemennya.
" Mungkin nanti sore atau malam, kami akan kembali ke Jakarta lagi itu pun kalau Abah dan Umi tidak keberatan".
Abah Dapi menggeleng pelan.
" Tentu saja tidak Nak Jason, sekarang Ayu sudah menjadi hak Nak Jason. kapan pun mau dibawa pergi silakan "Ucap Abah bijaksana.
Abah melihat Umi yang sepertinya tidak bisa lepas dari Ayu sejak dari tadi pagi dan Abah pun sangat paham.
__ADS_1
" Mi, bisa ikut Abah sebentar karena ada yang mau Abah bicarakan. kita ke halaman belakang saja sekalian sapa tetangga ".
Umi yang mengerti pun mengiyakan. dan mereka pun meninggalkan Ayu dan Jason setelah berpamitan pada mereka.
Jason dan Ayu menatap kepergian Umi dan Abah nya yang entah kenapa menurut mereka seperti sengaja ingin meninggalkan mereka berdua.
" Baby... "
" Tuan... "
Panggil keduanya sembari saling menatap, tapi Jason langsung membuat Ayu berdiri bersamanya.
" Sekarang aku suami mu, lupakan Tuan, yang ada Honey. kamu ingat kan?! ".
Ayu mengangguk paham.
" Kamu sangat cantik Baby, aku sudah tidak sabar..."Jason sengaja menggantungkan kalimatnya.
" Tu.., Honey "Dengan cepat Ayu meralatnya sebelum Jason mengingatkannya lagi.
" Baby, aku mau makan!!".
Ayu melihat masih ada beberapa kotak nasi yang masih belum di buka. dan Ayu mengambilnya hendak membuka kotaknya. namun dengan cepat Jason menghentikan tangan Ayu.
" Ada apa Honey? bukannya kamu mau makan?"Tanya Ayu polos dengan nasi kotak yang masih ditangannya.
Jason menggeleng karena bukan makan nasi yang dimaksudnya.
" Bukan Baby..."Ucap Jason dengan manja dan mendekati wajah Ayu yang tidak bosan dipandangnya.
" Lalu apa Honey? " Ayu meletakkan kembali nasi kotaknya kebawah.
" Aku mau makan kamu Baby?! "Ucap Jason dengan berisik ditelinga Ayu, wajah Ayu langsung merah merona perkataan Jason.
" Ish.... "Ayu memegang lengan Jason dan sedikit memcubitnya gemas.
" Siap-siap saja Baby, saat kita sudah di Apartemen.aku akan mengurung mu didalam kamar untuk dua hari kedepan"Semangat Jason begitu menggebu.
Ayu hanya tersenyum menanggapinya.
" Ganti lah pakaian mu Baby!!"
Ayu mengangguk dan akan berjalan ke arah kamar Umi nya.
" Baby ikut?!"Pinta Jason sambil mengikiti Ayu dari belakang.
__ADS_1
.
.
.
.
Lyra sudah tidak bisa menahan emosinya lagi dengan keadaan Jason yang sedikit berubah dari kebiasaannya, ia pergi dari Apartemen nya untuk menemui seseorang.
Lima belas menit berlalu, kini Lyra sudah bersama dengan seseorang yang ingin ditemuinya di dalam Apartemen.
Lyra langsung mengambil satu gelas yang berada dihadapannya sudah terisi dengan wine dan langsung meneguknya dalam satu kali gerakkan.
" Kenapa? kamu mulai dicampakkan? "Tanya seseorang pada Lyra.
" Jason tidak akan berani mencampakkan aku, Jason sudah terikat dengan ku"Jawab Lyra dengan begitu sombong.
" Ku kira, makanya kamu datang padaku"Tanya seseorang lagi sambil menuangkan wine dalam gelas Lyra yang sudah mulai kosong.
Lyra menatap intens pada lawan bicara di hadapannya.
" Lantas apa yang sedang kamu rencanakan? ".
" Aku ingin bisa mengandung keturunan Gilbert, supaya aku dengan leluasa mendapatkan apa yang sudah lama aku inginkan".
" Bukannya selama ini kamu dan Jason sering melakukanny? bahkan aku pernah mendengarnya beberapa kali suara de sahan kalian yang saling bersahutan "Ucap seseorang itu dengan sinis.
" Iya kami sering melakukannya, tapi Jason tidak pernah membuangnya didalam. aku sudah berulang kali mengalihkan perhatiannya namun belum berhasil. di saat dalam keadaan mabuk berat pun Jason selalu bisa membuangnya diluar".
" Kamu berarti yang kurang cerdik, masa kamu tidak mengambil selahnya dari sepuluh tahun kebersamaan kalian".
Lyra meneguk lagi wine nya dan mengibaskan rambut panjangnya kebelakang. sehingga belahannya terlihat dengan jelas dan tonjolan daging yang menyembul keluar. membuat lawan bicaranya menelan saliva berkali-kali.
Lyra tersenyum melihat seseorang yang sudah sangat mendamba tubuh dan sentuhan darinya.
" Kemarilah!! "Ucap Lyra meletakkan gelas wine nya. dan mulai membuka semua pakaiannya.
Seseorang tersebut tidak membuang kesempatan, langsung saja mengangkat tubuh polos Lyra membawanya kedalam kamar.
Bugh..." Awww..."
Lyra tertawa saat tubuhnya mendarat diatas tempat tidur.
Mereka saling berciuman dengan ganas, sama-sama melepaskan gairah yang sudah tersulut sedari tadi. dan Lyra pun yang biasanya setiap hari bersama Jason melakukannya. Namun sudah beberapa hari ini tidak disalurkannya karena kesibukan Jason yang menurutnya dibuat-buat.
__ADS_1