
Garut, pukul 04.20.
Ayu, Jason dan Pak Anton sudah duduk berhadapan dengan Abah Dapi dan Umi Ita. Abah Dapi belum bersuara lagi setelah Jason mengutarakan niat baiknya. ini memang terlalu mendadak bagi siapa pun, termasuk untuk Ayu dan Jason. Namun ya itu lah niat baik mereka harus mendapat dukungan dari dua belah keluarga. Usia dan materi yang sudah matang yang dimiliki Jason sudah bisa menjadi seorang pemimpin untuk keluarga kecilnya. Namun tidak ada keluarga inti dari Jason yang hadir. yang menjadikan Abah Dapi ragu untuk menerima niat baik Jason. Tapi melihat semua persiapan yang sudah disiapkan nya dalam waktu singkat perlu dihargai.
Umi pun masih terdiam, mengikuti jejak Abah. Umi merasa terkejut dengan keputusan putri kesayangannya. Ayu yang biasanya selalu bercerita banyak hal yang terjadi pada dirinya, namun semenjak bekerja Ayu sudah tidak pernah bercerita apa pun lagi padanya. mungkin karena sekarang Ayu sudah mulai dewasa jadi sudah bisa mengambil keputusannya sendiri.
Jason mulai memutar otak bagaimana supaya Abah dan Umi dengan mudah mau menerimanya?.seperti nya ketidakhadiran salah satu keluarga inti menjadi pertimbangan Abah yang sangat memberatkannya.
Jason mengeluarkan ponsel dan langsung mengirimkan pesan pada kedua temannya. yang diyakininya masih belum tidur karena dijam segini mereka masih di tempat hiburan. dan benar saja salah satu dari mereka berdua ada menyanggupi apa yang diminta Jason.
" Maaf Abah, karena orang tua saya tidak bisa hadir, jadi Abah bisa melakukan sambungan telpon dengan Daddy dan Kakak kandang saya".Usul Jason karena Abah tidak kunjung bersuara.
Abah mengangkat wajahnya, menatap lekat wajah Jason berganti menatap wajah cantik putrinya yang sebentar lagi akan berubah statusnya menjadi istri dari seorang pria yang sedang berhadapan dengannya.
" Tidak masalah Tuan Jason jika hanya lewat sambungan telepon karena mereka tidak memiliki waktu untuk hadir disini"Abah Dapi menyetujuinya.
Ayu dan Pak Anton saling pandang karena mereka berdua tidak tahu apa yang akan dilakukan Jason atau meminta tolong pada siapa? untuk menyelesaikan restu dari keluarga Jason.
" Baik Abah sebentar "Jason pun menghubungi nomor temannya biar lebih meyakinkan.
Tidak berselang lama teleponnya diangkat.
" Hallo Dadd, karena Daddy tidak bisa datang di pernikahan ku dan Ayu. Daddy bicara langsung dengan kedua orang tua Ayu, Abah Dapi dan Umi Ita".
" Baiklah Jason ".
Jason pun menyerahkan ponsel yang masih menyala pada Abah.
Terlihat Abah pun menggangguk, hanya mengatakan iya, dan sesekali tersenyum tipis saat berbicara dengan Daddy KW nya Jason.
Cukup lama obrolan Abah Dapi dan Steve. sampai pada akhirnya Abah Dapi yang memutuskan sambungan teleponnya dengan kalimat " Terima kasih Tuan Leo sudah mau menerima putri kesayangan kami "Ucap Abah sambil melihat Ayu dengan wajah yang berkaca-kaca.
__ADS_1
" Abah merestui kalian, semoga selalu dilimpahkan kebahagiaan dan kelancaran dalam setiap langkah dalam rumah tangganya "Ucap Abah sembari menitikkan air matanya.
Umi pun demikian, merasa haru saat Abah memberikan restunya untuk Jason dan Ayu. Umi pun menyusul Abah memberikan restunya.
" Iya Abah, saya akan selalu mencintai dan menyayangi Ayu dan akan selalu berusaha membahagiakannya. terima kasih sudah merestui kami "Jason merangkul sembari mengecup pucuk kepala Ayu.
Jason dan Ayu menyalami tangan Abah Dapi dan Umi Ita bergantian dengan penuh hormat dan kasih sayang.
" Tuan Jason... ".
" Maaf Umi, Abah, tolong rubah panggilan Tuan pada saya. karena saya akan menikahi putri kalian. itu artinya saya akan menjadi anak kalian juga. Abah dan Umi bisa memanggil nama saja atau yang lainnya, tapi tidak Tuan".
Abah Dapi dan Umi ita pun mengangguk membenarkan alasannya Jason.
" Nak Jason, bisa Umi membawa Ayu ke dalam kamar. karena sebentar lagi Ayu akan menikah,jadi Umi meminta waktunya sekarang sebelum menjadi istri Nak Jason".
" Silahkan Umi jangan sungkan".
Kini Umi dan Ayu duduk di tepi ranjang yang sudah mulai keropos dimakan rayap.
Umi menghapus wajah cantik Ayu yang sudah banyak dengan lelehan air mata.
" Yu, apa ini air mata kebahagiaan?".
Ayu mengangguk sembari memegang tangan Umi yang masih menghapus air matanya.
" Ayu tahu bukan kita sangat berbeda kelas dengan keluarga Tuan Jason. belajarlah dengan sungguh-sungguh supaya kamu tidak mempermalukan suami mu nanti. jadikan lah diri mu berkelas dengan ilmu, sopan santun dan tatakrama. jadikan lah diri mu berharga untuk mu dan keluarga mu nanti. Jadilah wanita kuat dan paling sabar untuk suami mu nanti. berbagilah dengan suami mu segala senang dan keluh kesah mu, percayalah dengan apa yang dilakukan dan diucapkan oleh suami mu nanti".
Ayu menangis sejadi-jadinya mendengar wejangan dari Umi yang begitu panjang lebar namun benar semua. Ayu harus melakukan banyak hal demi suami nya kelak.
" Prioritaskan suami mu diatas segalanya ".
__ADS_1
" Iya Umi, Ayu akan mengingat apa yang Umi katakan hari ini dan Ayu akan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Maaf kan Ayu Mi, Ayu belum bisa membahagiakan Umi dan Abah.Maaf Mi, Ayu tidak pernah cerita tenyang Ayu dan Tuan Jason pada Umi. Maafkan Ayu yang belum menjadi apa pun untuk membuat Abah dan Umi bangga pada Ayu".
" Sekarang Ayu sudah dewasa, jadi tidak semua harus cerita pada Umi. yang penting Ayu baik, sehat, senang itu sudah cukup untuk Umi".
" Umi dan Abah harus jaga kesehatan ya, kalau ada apa-apa kabari Ayu atau Bibi Yuni ya Mi".
" Iya Yu ".
Ayu menangis lagi, mengingat dirinya sebentar lagi akan susah untuk bertemu dengan Umi dan Abah nya. dimana harus ada izin dulu dari yang namanya suami, jika ingin menemui mereka. tidak seperti waktu masih sendiri, Ayu bebas kapan saja mau pulang bertemu dengan mereka.
" Sudah jangan menangis lagi, nanti matanya bengak, pengantin perempuannya punya mata panda".
" Ish Umi, panda matanya hitam, ini kan Ayu bengkak Mi".
Umi merapikan rambut Ayu kebelakang.
" Umi akan minta es batu pada tetangga sebelah untuk mengompres mata sembab Ayu. karena kulkas Umi sudah rusak jadi tidak dingin lagi"Umi terkekeh geli.
" Oia Mi, ini Ayu mau ngasih uang gaji Ayu yang kemarin, yang satu dari Nyonya Irena dan satu lagi dari Tuan Jason".Ayu menyerahkan dua amplop berwarna coklat.
" Tidak Yu simpan saja uangnya, nanti Ayu akan membutuhkan nya".Umi Ita menolaknya.
" Jangan di tolak Mi, nanti Ayu sedih lagi. Ini gaji pertama Ayu Mi, Umi terima ya Mi"Ayu pun memaksa pada Umi nya supaya mau menerima pemberiannya.
" Terima kasih ya Yu, Umi terima uang nya".
" Iya Mi, tapi maaf hanya sedikit Mi".
" Ini banyak Yu ".
Umi menyimpan pemberian Ayu didalam lemari pakaiannya yang sudah tidak bisa dikunci lagi. Umi pun bergegas pergi meminta es batu untuk mata Ayu yang sudah terlihat sembab.
__ADS_1