
" Selain ada Celia, memangnya Daddy ngundang siapa lagi?. Kenapa enggak bilang dulu pada James dan Soraya?. Ini kan pernikahan mereka Dad?." Bisik Mommy Irena melayangkan protes pada Daddy Leo.
" Kejutan dong " Jawab Daddy Leo sambil mengecup pipi Mommy Irena.
" Kejutan yang bikin jantungan iya Dad." Sahut Mommy Irena kesal.
Siapa lagi yang datang kalau bukan Celia Rosaline mantan istri pertama James. Yang bukan tanpa alasan Daddy Leo mengundangnya itu karena Celia kini menjadi istri dari salah satu kolega Daddy Leo yang sekarang menetap di kota ini.
Dan saat ini Celia sedang hamil baru berjalan enam minggu yang dimana belum terlihat untuk perawakan kurus seperti Celia. Dan juga Celia sudah berhenti dari dunia model setelah menikah dengan suaminya yang sekarang.
Soraya dan James sudah berada di kamar masing-masing setelah menyapa dan berpamitan pada Celia untuk dirias ala pengantin kebanyakkan. Menjadi raja dan ratu sehari.
Walau tidak terlalu hangat penyambutan yang didapatnya, namun ia paham dan tidak mengambil pusing semuanya. Dan kini ia berkeliling melihat rumah yang akan dijadikan tempat yang sakral bagi James untuk yang kedua kalinya, setelah mengalami kegagalan bersama dirinya.
Begitu juga dengan anggota yang lain sedang sibuk dengan kesibukannya masing-masing.
Ke empat anak-anak Ayu dan Jason sudah sangat terlihat cantik dan tampan. Dengan balutan kebaya dan batik yang senada dan seragam. ,
" Mommy kami sudah siap!." Teriak Vina setelah mengetuk pintu kamar sang Mommy dan diperbolehkan untuk masuk yang disusul oleh Vida, Jack dan John.
" Iya sayang, Mommy dan Daddy juga sudah selesai." Balas Ayu merapikan rambut yang dibiarkannya tergerai atas permintaan sang suami posesif.
" Daddy tampan sekali!." Puji Vida menghampiri Jason yang baru keluar dari ruang ganti.
" Daddy siapa dulu dong?." Bangga Jason pada ke empat anak nya.
Jason membawa Ayu dan anak-anak nya untuk keluar melihat persiapan yang lainnya.
Mommy Irena, Mommy Stella dan Daddy Leo beserta Umi Ita, Bibi Yuni dan Ibu Risma sudah berada di tempat yang seharusnya bersama James yang sudah terlihat seperti seorang raja hari ini. Yang hanya tinggal menunggu sang ratu dari persembunyian.
__ADS_1
Sudah terlihat penghulu dan beberapa staf yang akan menikahkan James dan Soraya secara agama dan negara.
Para tetangga berbondong-bondong ingin menyaksikan pernikahan James dan Soraya yang tidak mereka kenal sama sekali. Yang mereka tahu hanya Umi Ita dan Bibi Yuni serta bingkisan yang sudah mereka terima sebelum hari H nya.
Tamu penting sudah memenuhi kursi yang memang diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kontrak kerja sama baik dengan Daddy Leo, Jason dan James. Begitu juga beberapa petinggi dari rumah sakit tempat Soraya bekerja dan kenalan dari Daddy Leo. Termasuk Celia dan sang suami Mr. Ammar asal Malaysia.
Melihat hal itu, Jason mengajak ke empat anak nya untuk ikut bergabung semua para orang tua di sana sepertinya acara Ijab kabul nya akan segera dimulai. Sedang kan Ayu melipir masuk ke kamar Soraya untuk menemaninya di sana.
" Kamu cantik sekali Soraya " Puji Ayu tulus sembari duduk di sebelah Soraya yang terlihat sangat tegang.
" Terima kasih Ay, kamu juga sangat cantik." Puji Soraya seraya tersenyum manis sambil menarik nafas dalam-dalam lalu membuang nya perlahan guna menghalau rasa gugup yang sedang melandanya.
" Berdoa saja semoga James lancar mengucapkannya." Ayu memegang tangan Soraya yang terasa dingin, memberikan kekuatan dan ketenangan pada wanita yang sebentar lagi akan menjadi kakak ipar nya.
" Terima kasih Ay, aku senang bisa masuk dalam keluarga besar kalian." Ucap Soraya penuh rasa syukur pada posisinya saat ini.
" Maaf karena aku sudah mengajak mu berbicara jadi kita tidak mendengar kalimat sakral yang ditujukan untuk mu." Ucap Ayu penuh sesal. Tapi tidak bagi Soraya karena itu sudah berhasil menghilangkan ketegangan dan kegugupan diri nya. Namun tetap terucap rasa syukur dan bahagia yang kini menyelimuti hati Soraya.
" Aku sekarang sudah menjadi seorang istri?." Ucap Soraya masih tidak percaya, seakan ini masih mimpi beberapa tahun lalu yang sekarang menjadi nyata.
" Iya Kakak ipar Soraya, selamat ya sekarang kamu sudah menjadi seorang istri. Seorang istri dari James Gilbert. Semoga Kakak ipar Soraya dan Kak James samawa ya dan segera diberikan keturunan." Ucapan selamat yang diakhiri dengan terselip nya sepenggal doa untuk kedua pengantin.
" Sayang, sekarang kamu sudah resmi menjadi menantu Mommy dan menjadi istri dari James. Selamat ya sayang." Pintu kamar terbuka lalu Mommy Irena masuk dan memeluk hangat Soraya. Mencium pipi nya berulang kali karena bahagia dan haru.
" Terima kasih Mommy " Balas Soraya memeluk Mommy Irena sebelum akhirnya Mommy Irena dan Ayu membawa Soraya untuk keluar menemui James, sang suami.
James begitu terkesima dengan penampilan Soraya yang sangat cantik, anggun dan elegan yang sangat pas bila disandingkan dengan dirinya.
Ayu sudah duduk bersama Jason dan anggota keluarganya yang lain, di apit oleh ke empat anak-anak nya. Sebelum menuju James, Soraya terlebih dahulu berhenti dihadapan Mommy Stella wanita yang sangat memiliki pengaruh hebat bagi hidup nya, baik dulu hingga kini. Karena dilewatinya dan Soraya begitu emosional dengan perasaan nya sendiri.
__ADS_1
Air mata bahagia sudah menetes dari mata Mommy Stella kala dirinya mampu melihat kebahagian Soraya yang sudah lama diimpikannya. Begitu juga dengan Soraya yang membiarkan air mata jatuh melewati pipi nya. Dengan telaten Mommy Irena menghapus jejak-jejak air mata itu hingga Soraya melanjutkan langkah nya lagi menuju James.
Mimpi yang kini menjadi nyata setelah penantian panjang yang dikiranya tidak akan berujung bahagia. Tidak henti-hentinya James bersyukur dengan semua yang saat ini dimilikinya.
Mommy Irena menyerahkan tangan wanita yang kini telah sah menjadi istri nya kepada James, lalu dengan senang hati ia menerima nya. Wanita nya, kekasih halal nya, istri nya.
Keduanya duduk untuk menyelesaikan semua administrasi.
Rangakaian demi rangkaian bersama penghulu sudah selesai sebelum Soraya dan James duduk di atas pelaminan.
Namun sebelum itu, Mommy Irena sudah membawa Soraya dan James untuk sekedar minum dan nyemil terlebih dulu setalah melewati proses yang begitu menegang kan.
Pemandu Acara mempersilahkan para tamu undangan untuk mencicipi hidangan yang sudah tersedia sambil menunggu Soraya dan James.
" Apa kamu senang saat aku mampu mengucapkannya dalam satu tarikan nafas menyebutkan nama mu?." Bisik James saat kini keduanya berada di ruangan yang dipakai untuk merias.
" Iya aku senang banget James, seperti masih mimpi?." Soraya memegang dada nya sendiri yang begitu bahagia.
" Ini bukan mimpi sayang." James mengusap lembut pipi Soraya dan berakhir pada bibir nya.
Melihat situasi aman di dalam kamar, James mengikis jarak diantara mereka, hendak mencium bibir istri nya. Namun sebelum itu terjadi Jack, John, Vina dan Vida membuka pintu tanpa terlebih dahulu mengetuknya.
" Mama....Papa..." Teriak mereka bersamaan hingga menggangu apa yang hendak merela lakukan.
" Halo sayang...." Soraya mengusap lengan James sebelum ia menerima ucapan selamat dan do'a dari anak- anak tersayang nya.
" Terima kasih sayang sudah mau menerima Mama." Soraya mengeratkan pelukannya pada mereka.
" Sama-sama Mama, terima kasih juga mau menerima kami." Balas John membawa James berpelukan bersama mereka.
__ADS_1