
" Iya Sora " Sahut Jason dari sambungan teleponnya dan sengaja mengaktifkan pengeras suaranya.
" Sepertinya kamu sangat sibuk Jason, sehingga tidak memberi kabar apa pun pada ku " Suara Soraya yang merajuk terdengar jelas sampai ke telinga Ayu.
Karena Ayu sedang mengambil tas nya mau pulang.
" Iya maaf Sora, benar sekali dugaan mu, aku sangat sibuk. Biar cepat selesai pekerjaan disini dan kembali ke London menemuimu " Balas Jason karena itu memang rencananya.
" Baiklah, tapi kamu baik-baik saja kan disana, tidak ada yang menganggu atau menggoda mu kan? " Tanya Soraya memastikan.
" Kan ada Tante Stella " Balas Jason.
" I Love You Jason " Ungkapan cinta Soraya terdengar sangat sakit dihati Ayu.
Ayu setengah berlari keluar dari dalam rumah menuju mobilnya.
" Iya Sora, maaf harus aku matikan teleponnya. Aku sudah ditunggu klien untuk melanjutkan meeting ".
Tanpa menunggu jawabaran Soraya, Jason meleparkan ponselnya dan bergegas berlari menyusul Ayu. Karena tidak ingin dan tidak akan membiarkan kehilangan Ayu lagi.
Grep
Jason memeluk Ayu dari belakang saat Ayu akan membuka pintu. Jason melingkarkan kedua tangannya mengungkung tubuh Ayu dari belakang.
" Sudah ku bilang, bertahan dan tetap disampingku. Jangan pergi lagi " Jason menempelkan dagunya pada ceruk leher Ayu.
" Aku tidak ingin menyakiti siapa pun, cukup satu kali saja aku melakukannya dulu pada mu " Ucap Ayu lembut dan mencoba mengurai pelukan Jason pada dirinya.
" Kamu, kita tidak akan menyakiti siapa pun. Justru kita yang tersakiti disini, Baby. Ayo kita berjuang bersama! " Balas Jason meraih dagu Ayu dan menarik kehadapanya.
Cup
Jason ******* bibir yang sudah lama dirindukannya, memagutnya bergantian atas bawah dan sedikit bermain didalam rongga mulut Ayu dengan liar.
" Honey " Ayu menyerah dalam ciuman dan pelukan Jason yang sebenarnya sangat dirindukanya setiap detik.
Jason membalik tubuh Ayu, membawanya lagi masuk kedalam rumah dan memasuki kamar yang nantinya akan mereka tempati bersama.
Jason dan Ayu saling berciuman dengan sangat liar dan brutal. Ayu yang sudah lama menyimpan sisi Liar nya kini menunjukkan kemampuan dan kemajuan yang sangat pesat.
Lidah mereka saling membelit, dan saling berjelajah, mengabsen setiap inci apa saja yang ada di dalam rongga mulut masing-masing.
Tangan Jason sudah menemukan tempat favoritenya pada bagian tubuh Ayu.
" Euugh "
******* lirih keluar dari mulut Ayu ketika tangan Jason sudah meremas buah dadanya dari luar kemeja dengan bibir yang masih saling bertuat.
" Oh Baby "
Suara berat Jason terdengar juga ditelinga Ayu, itu berarti Jason dalam Mode yang sudah On. Bibir Jason turun pada leher jenjang Ayu dan menghisapnya kuat yang dapat dipastikan akan meninggalkan jejak.
" Honey stop! Aku harus pulang, pasti Papa Jack dan John sudah menunggu ku " Ayu menahan dada bidang Jason dan menatapnya erat.
Dengan terpaka Jason melepaskannya, bukan karena kenapa-napa. Karena lebih kepada rasa tanggung jawab Ayu terhadap James.
__ADS_1
" Ok Baby, besok kita lanjutkan pembicaraan ini " Jason merapikan pakaian Ayu yang berantakan karena tangannya yang nakal.
" Besok pagi-pagi sekali kamu sudah harus berada disini lagi membuatkan sarapan terlezat untuk kami " Ucap Jason yang merangkul Ayu dan mengantarkan sampai ke mobil.
" Ok Daddy nya Jack dan John " Balas Ayu.
" Aku harus pulang, Bye " Pamit Ayu sambil masuk kedalam mobil.
" Tunggu " Jason mengetuk kaca kemudi.
Cup
Jason memagut kembali bibir Ayu dan ********** kasar. Karena gemas, Jason sedikit menggigit bibir Ayu, hingga bisa dipastikan akan ada tanda merah dibibirnya juga.
" Honey " Ayu memegang bibirnya yang terasa sakit.
" Hati-hati Baby " Jason melambaikan tangan ketika Ayu mulai melajukan mobilnya menjauh dari halaman rumahnya.
" Aku akan memastikan kita akan berkumpul lagi " Gumam Jason lirih dan masuk kedalam rumah menuju kamar kedua putranya.
.
.
.
Sementara itu, Ayu yang sedang fokus berkendara. Merasa jika Jason sudah mengetahui sesuatu tentang James yang selalu disembunyikannya.
Soraya, Mrs. Stella, Oma Grace, Mommy Irena dan Daddy Leo. Apa bisa mereka menerima kehadiran Jack dan John nantinya?, jika mereka tidak bisa, maka Ayu akan membawa kedua putranya dari sini. Tapi kalau sebaliknya, mereka bersedia menerima Jack dan John dan memintanya untuk tinggal bersama Jason dan Soraya setelah menikah. Bagaimana nasibnya juga?. Kalau sampai itu terjadi Ayu yang akan merasakan berada di posisi Jason tujuh tahun silam.
Ayu bergegas masuk kedalam rumah, mengecek kamar James mamastikan keadaannya.
" Ada apa Perawat Noni? " Tanya Ayu. Ayu melihat James yang belum menyentuh makanannya sama sekali sambil memeluk layar iPad yang menyala.
" Tuan James hari ini belum ada makan nasi sesuap pun. Saya tanya mau dibuatkan apa?, ia selalu menolaknya dengan menggelengkan kepalanya. Saya juga tanya yang jadi seleranya apa hari ini?, ia juga bilang tidak ada " Ujar Perawat Noni menjelaskan.
" Baiklah, Perawat Noni bisa istirahat sekarang. Biar saya yang akan mengurus Tuan James " Pinta Ayu, karena melihat wajah Perawat Noni yang sangat lelah.
" Baik Nyonya, terima kasih "
Ayu hanya tersenyum sambil mengangguk mengiyakan.
Ayu mengambil iPad yang tergeletak diatas nakas dan mulai mengetikkan sesuatu.
Ayu : " Sekarang Kak James bilang pada ku mau apa? ".
Ayu memperlihatkannya pada James.
James : " Jack dan John hari ini tidak ada menemani ku bermain disini. Kemana mereka? " Tanya James dengan mengetikkan pada iPad miliknya.
Ayu tersenyum dan menggeleng pelan.
Ayu : " Tiga hari ini Jack dan John ada kegiatan dari sekolah nya yang mengharuskan mereka untuk menginap di sana ".
Ayu kembali menunjukkannya dan menatap James.
__ADS_1
James : " Baiklah, aku makan sekarang ".
Ketik James membalas tulisan Ayu.
Ayu memberikan nampan yang sudah lengkap dengan semuanya.
James sudah mulai lahap menyantap makan malam yang sudah lewat dari jamnya. Tapi tidak masalah bagi Ayu yang terpenting James mau makan.
Ayu keluar dari dalam kamar setelah memastikan James tertidur lelap.
" Maafkan aku Kak James belum mengatakan semuanya padamu. Karena aku juga tidak tahu kebersamaan kami akan berapa lama?. Aku hanya tidak ingin membuat Kak James berpikir terlalu berat "Gumam Ayu lirih.
Ayu masuk kedalam kamar dan langsung mandi membersihkan dirinya.
Tidak berselang lama Ayu sudah selesai dan langsung saja merebahkan tubuh dan pikiran lelahnya.
" Aku akan sangat bahagia bila kita kembali bersama. Tapi aku juga akan merelakanmu jika kita harus berpisah ".
Kilasan balik tujuh tahun silam masih bisa dilihat, dirasa dan didengarnya dengan baik.
" Tidak masalah bukan kalau harus kehilangan Jason untuk kedua kalinya ".
Drt...Drt...
" Hem ".
" Baby, kamu sudah tidur? ".
" Hem ".
" Baiklah selamat malam, mimpi indah Baby, Moms Jack dan John. I Love You ".
.
.
Mampir Yuk di Novel Author yang lain :
Cinta Tuan Alex ( Tamat).
Istri kedua ( On going ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih kawan 🙏😊.