
Kini tiba saatnya pada acara Tasyakuran yang digelar di rumah kediaman keluarga Gilbert. Daddy Leo mengundang beberapa Pemuka Agama yang ada di kawasannya tempat tinggalnya.
Para tamu undangan dan sanak saudara sudah mulai berdatangan memenuhi rumah Gilbert.
Semua keluarga inti menggunakan pakaian yang senada atas permintaan Oma Grace. Karena ia ingin memiliki satu momen sakral yang bisa dikenangnya sepanjang sisa usianya.
Keberadaan Jack dan John sangat mencuri perhatian semuanya. Nyaris dengan tingkat kelucuan dan kegemasan yang mendekati sempurna menjadi bintang yang paling terang dan buah bibir dalam acara Tasyakuran kali ini.
Walau ketiga pria dalam keluarga Gilbert yang lain yakni Daddy Leo, James dan Jason juga memiliki pesona dan daya tarik tersendiri.
Seperti saat ini, Soraya begitu terpana dengan wajah tampan James yang menurutnya lebih tampan berkali-kali lipat dari pada Jason. Dengan tatanan rambut panjang yang diikatnya rapi dengan brewok yang menghiasi sepanjang garis rahang dan sedikit memenuhi pipinya.
" Hei!. Kenapa kamu bengong?."Tangan James bergerak ke kanan kiri untuk menyadarkan lamunan Soraya.
" Em..Em..Iya James kenapa?."Tanya balik Soraya sedikit gugup dengan jarak yang sedekat ini bersama James.
" Kamu kenapa bengong?."James mengulang pertanyaannya sambil menunjuk wajah Soraya tepat pada hidung mancungnya.
Soraya menggeleng lemah sambil melangkah mundur karena James yang melangkah maju mendekatinya.
" James "
" Hem "
Soraya menahan dada bidang James dengan kedua tangan supaya tidak menempel pada dadanya yang sedikit.
" Kamu sangat cantik Soraya " Puji James menghembuskan nafas segar Mentol tepat di wajah Soraya yang tiba-tiba saja memerah karena mendapatkan pujian jujur dan tulus dari James.
" Dan aku suka saat wajah mu memerah seperti ini." Lanjut James menggota Soraya.
" Sudah ah, cepat kamu bersiapnya. Semua orang sudah menunggu mu." Soraya membalikkan tubuhnya meniggalkan James, namun tiba-tiba saja pergelangan tangan Soraya di cekal kuat oleh James sehingga langkah kakinya terhenti.
" Semua orang yang sudah menunggu ku atau hanya diri mu saja yang selalu menunggu ku " Ucap James menggoda Soraya, kemudian ia melepaskan tangan Soraya dan membiarkannya keluar dari kamar.
Senyum James jelas terukir pada wajah tampannya, yang beberapa hari ini selalu diperlihatkannya pada semua orang.
Setelah terlihat sudah berkumpul semuanya, Daddy Leo sebagai tuan rumah yang memiliki hajat mulai membuka acara dan menyampaikan beberapa patah kata sebagai sambutan. Kemudai Daddy Leo mempersilakan salah satu Pemuka Agama untuk memimpin jalannya acara dengan memberikan Tausiyah penyejuk Qalbu yang sangat mudah di pahami dan di mengerti yang berlangsung tidak lebih dari satu jam. Lalu terakhir di tutup dengan do'a bersama yang masih di pimpin Pemuka Agama yang sama.
__ADS_1
Setelah selesai dengan serangkain acara sebelumya, kini memasuki acara yang paling akhir yaitu bersantai, saling bercengkrama sambil menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh pihak keluarga melalui jasa WO.
Hingga pukul sembilan malam acara baru benar-benar selesai, yang dimulai dari siang hari.
Oma Grace sudah masuk ke dalam kamar bersama Jack dan John beserta Ayu. Untuk memastikan kedua putranya tidur bukan melanjutkan lagi bermain game onlinenya.
Sedangkan Daddy Leo, Mommy Irena, Mrs. Stella, Soraya, James dan Jason sedang menikmati hidangan penutup mereka di ruang keluarga. Sampai mereka tidak menyadari kedatangan seseorang yang tidak diundangnya.
" Selamat malam semuanya." Sapa Celia sudah berdiri tepat dihadapan mereka.
Semua pasang mata tertuju padanya. Apalagi untuk James dan Soraya, mereka saling pandang beberapa detik dan kembali menatap Celia dengan penuh tanda tanya.
Sejauh ini tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun untuk membalas sapaan Celia. Sampai Celia lagi yang bersuara.
" Hai James, sepertinya kamu sudah sangat baik sekarang." Ucap Celia, namun James tidak meresponnya. Karena cukup kaget dan bingung dengan kedatangan dan pertemuan ini dengan Celia setelah perpisahan mereka.
" Mrs. Stella aku tidak bisa menemukan File yang kau maksud kan, ponsel mu tidak bisa aku hubungi jadi aku putuskan langsung datang kemari . Karena File itu besok pagi harus aku bawa saat pemotretan." Kata Celia.
Mrs. Menggaruk pangkal hidungnya sembari menatap Soraya yang menatap tajam kearahnya.
" Baiklah, coba aku mencari di dalam koper milik ku. Kau bisa duduk disini sambil menunggu ku." Pinta Mrs. Stella yang melirik ke arah Soraya melalui ekor mata. Soraya terlihat menggeleng pelan beberapa kali.
" Baiklah Mom, Dad, James, Sora, aku ke kamar menyusul istri ku." Jason beranjak dari ruang keluarga menuju kamar Oma Grace.
" Ayo Dad, kita ke ruang kerja. Ada yang Mommy perlu bicarakan." Mommy Irena menarik tangan Daddy Leo sedikit memasksa.
" Iya Mom, Daddy tidak sengaja." Kilah Daddy Leo untuk lebih meyakinkan.
Kini hanya tersisa, James, Soraya dan Celia di sana. Semuanya pada diam, duduk tegang dan panas diatas kursi yang seperti ada bara apinya.
Kini terdengar Soraya yang menarik nafas dalam sambil berdiri merapikan pakaiannya, " Aku akan membantu Mommy mencari File yang Celia minta."
Namun langkahnya terhalang oleh tubuh tegap James yang tiba-tiba berdiri depan dihadapannya, seolah menghadang Soraya dan memintanya untuk tetap tinggal disana bersama dirinya.
Celia tersenyum sangat tipis sehingga James dan Soraya tidak menyadari itu.
" Seperti yang kamu tahu, hubungan ku bersama Celia sudah berakhir. Ini pertemuan pertama kali setelah perpisahan kita. Aku sudah tidak memiliki perasaan apa pun pada Celia. Biasa saja, dan kami pun tidak memiliki kepentingan apa pun untuk urusan apa pun. Karena semuanya sudah selesai di meja pengadilan." James berbicara panjang lebar tanpa mengalami kendala lagi. Bisa dibilang terapi yang selama ini dilakukannya sungguh sangat berhasil.
__ADS_1
" Iya betul sekali apa yang James bilang, hubungan kami sudah selesai dengan sangat menyakitkan dengan adanya pengkhianatan yang sudah dilakukan James pada ku. Dan mungkin saja itu juga akan terjadi padamu. Karena pengkhianatan itu merupakan suatu penyakit. Kamu pasti paham hal itu." Balas Celia dengan intonasi yang sangat ditekankan dan sangat berhasil mengena kedalam jantung Soraya.
Benar sekali. Bagaimana jika James melakukan hal yang sama pada dirinya juga?, sehingga perpisahan yang harus nantinya Soraya tempuh. Namun Soraya dengan cepat menepis pikiran jelak tentang semua itu. Ia cukup meyakini jika apa yang terjadi pada orang lain mungkin belum tentu akan terjadi pada dirinya, meski kemungkinannya fifty-fifty.
Soraya menatap Celia dengan tajam dan intens, " Iya memang aku tidak tahu apa yang akan terjadi dalam perjalanan ku kedapannya nanti. Dan mungkin saja bisa terjadi dengan ku. Namun disini aku bisa pastikan tidak akan melakukan sesuatu yang memancing dan memicu adanya perpisahan diantara kami. " Balas Soraya dengan tegas dan penuh keyakinan tanpa menyebutkan point-pointnya apa saja.
.
.
Mampir Yuk di Novel Author yang lain :
Cinta Tuan Alex ( Tamat).
Suami kedua ( On going ).
Cinta Karena Perjodohan ( On going ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih kawan 🙏
__ADS_1