Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Extra Part 57 T3JG


__ADS_3

" Jangan sampai ke empat anak kita mengganggu honeymoon kita sayang." Bisik James pelan sekali.


" Nanti aku akan minta Mommy untuk menjaga mereka. Supaya tidak mengganggu kita. Aku tidak ingin gagal." Lanjut James masih sambil berbisik dan mengecup daun telinga Soraya.


" Papa nakal Dad " Adu Vida pada Jason yang baru datang bersama Ayu.


" Nakal kenapa sayang?." Jason menangkap Vida yang melompat minta di gendong.


" Papa gigit telinga Mama sampai Mama meringis tadi." Vida tiba-tiba melow dengan mengeluarkan air matanya.


" Itu bukan digigit sayang, tapi tandanya Mama lagi di sayang sama Papa." Jelas Jason seraya mengusap punggung Vida yang terasa naik turun.


" Tapi Mama tadi kesaktian Dad." Vida masih tidak terima kalau Soraya di sayang sama James. Yang terlihat jelas dalam ingatannya Soraya kesakitan.


Ayu meminta Jason yang masih menggendong Vida untuk duduk. Membiarkan Soraya dan James untuk melanjutkan rangkaian acara selanjutnya. Biar Ayu dan Jason saja yang menghandle Vida.


Meninggalkan Ayu yang masih sedang berusaha menjelaskan pada Vida. James dan Soraya sudah duduk dikursi pelaminan untuk menerima ucapan selamat dan doa dari mereka yang bersalaman.


Pertama sebagai tamu undangan Celia dan Mr. Ammar mengucapkan selamat dengan saling bersalaman secara bergantian dengan kedua mempelai. Menanggalkan dendam, sakit hati dan kisah mereka di belakang. Kini mereka berusaha untuk berdamai dan menjalin kembali hubungan itu meski hanya sebatas rekan bisnis saja.


Selanjutnya mereka yang sudah antre mulai dari rekan bisnis sampai petinggi rumah sakit. Beberapa tetangga yang mendapatkan undangan secara langsung dari Umi Ita dan teman kerja Soraya sendiri dipersilakan untuk maju secara teratur supaya tetap aman, nyaman dan lancar saat bersalaman dengan raja dan ratu sehari itu.


" Sayang tamu undangan nya sudah mulai berkurang kamu bisa duduk dulu, pasti sangat pegal berdiri terus." James tidak ingin membuat Soraya kelelahan, membantunya untuk duduk barang sejenak saja. James pun ikut duduk kala tangan nya ditarik lembut oleh istri nya.


Hampir setengah jam mereka duduk santai menikmati alunan musik yang menemani para tamu undangan dalam mencicipi hidangan. Kini mereka harus kembali berdiri untuk menerima mereka yang ingin bersalaman dan bersua foto.


Sejenak menjauh dari ramainya pesta James dan Soraya. Kini beralih pada Ayu dan Jason yang menemani Vina dan Vida di dalam kamar. Kedua nya kelelahan sampai tidur pulas dengan pakaian dan make up yang masih rapi. Begitu juga dengan Ayu dan Jason yang ikut merebahkan tubuh mereka di samping Vina.


" Kata Daddy ada tamu undangan yang ingin bertemu dengan ku?. Dan itu melalui Daddy bukan James atau pun Soraya." Jason mengelus perut Ayu dan sesekali mencium nya.


" Siapa?." Ayu merapikan rambut Jason yang terlihat berantakan.


" Daddy tidak mengatakannya. Jadi aku tidak tahu siapa orang itu." Jason menatap wajah wanita yang susah memberinya empat orang anak.

__ADS_1


" Kamu penasaran?. Kenapa tidak cari tahu lewat Mommy?." Ayu memiringkan tubuhnya menghadap Jason.


Jason menggeleng lemah. " Untuk apa aku penasaran. Nanti juga orang itu kemari."


" Benar juga " Balas Ayu hendak bangun karena perut nya sudah terasa lapar.


" Selagi anak-anak tidur Baby, Ayo kita sebentar aja bisa." Jason selalu dibangkitkan oleh gairah dan hasrat yang begitu menggebu untuk sang istri.


" Kami lapar Daddy!." Ayu menirukan suara seperti anak kecil, seolah-olah yang bicara dengan Jason adalah anak nya.


Tidak tega melihat sang istri kelaparan, Jason segera bangkit dan membawa Ayu keluar untuk makan. Mengenyampingkan keinginan untuk enek-enak di siang bolong.


Ayu menghampiri Mommy Stella yang duduk bersama Umi Ita. Bibi Yuni dan Ibu Risma membantu Mommy Irena untuk menghidangkan makanan pada kolega terdekat dari Daddy Leo.


" Jason mana Moms J ?." Tanya Mrs. Stella saat melihat Ayu bergabung dengan mereka.


" Itu Mrs. Stella " Tunjuk Ayu pada kerumunan orang yang sedang antre makanan.


" Bawaan bayi " Celetuk Ayu melihat Mrs. Stella dan Umi Ita bergantian dengan cekikikan kala mereka menatap lagi pada nya.


Jason sudah datang dengan piring yang penuh dengan lauk pauk, nasinya hanya untuk beberapa suap saja.


" Ayo nasinya di makan Baby kasihan anak kita sudah sangat lapar." Jason hanya melihat Ayu yang dari tadi makan lauk nya aja tanpa mengikutsertakan nasi ke dalam mulut nya.


" Tidak Honey, aku mau makan lauk nya aja. Kamu boleh makan nasinya kalau mau?." Malah Ayu menawarkan nasinya pada Jason. Karena dirinya pun lapar, akhirnya Jason memakan nasi aja tanpa ada lauk. Karena Jason tidak ingin mengantre lagi untuk mengambil lauk nya.


Jack dan John langsung terheran melihat Daddy mereka yang seperti itu saat keduanya duduk dekat dengan mereka.


Sudah merasa kenyang, Jason kembali mengusap perut Ayu dan punggung bergantian atas permintaan Ayu.


Sedang asyik-asyik nya dengan posisi seperti ini. Muncul lah dihadapan Ayu dan Jason, dua sosok pria dengan penampilan yang sudah sangat berubah drastis. Lebih religi.


" Wow kejutan sekali kalian bisa menemui ku. Selama ini kalian berdua kemana saja?, terlebih kau Erwin?." Jason begitu terkejut dengan kehadiran dua sahabatnya itu, Steve dan Erwin.

__ADS_1


Erwin sahabat sekaligus orang yang sudah ikut andil dalam perpisahannya dengan Ayu kala itu.


" Jason tolong maaf aku, aku tahu aku sangat salah dan sangat terlambat untuk meminta maaf pada mu. Tapi percayalah aku dan Lyra begitu sangat menyesal.


" Jack, John tolong jaga Mommy kalian untuk Daddy!. Umi, Mommy Stella tolong jaga mereka." Ucap Jason sebelum dirinya akan menyelesaikan masalahnya dengan Erwin.


" Iya Dad " Sahut kedua putra nya kompak dan merapatkan kursi pada sang Mommy.


Jason langsung menarik kuat lengan Erwin sebab hatinya belum puas setalah melihat teman nya itu. Steve pun mengikuti keduanya masuk kedalam satu kamar yang ada di rumah itu.


Melihat hal itu Ayu panik dan meminta kedua putra nya untuk mengikuti sang Daddy." Ikuti Daddy kalian!, Mommy takut jika Daddy melakukan hal yang membahayakan dirinya." Ayu sedikit mendorong tubuh Jack dan John.


" Tidak Mom, aku sudah meminta Grand Pa untuk kesini." Jack memperlihatkan pesan yang sudah dibaca oleh Daddy Leo.


Semangat itu Jason yang sudah tidak bisa menahan emosinya langsung saja membentak Erwin. " Kau bilang kalian sangat menyesal Erwin?. Kau!."


Bugh


Bugh


Erwin tidak sedikit membalas pukulan Jason yang sudah mengenai rahangnya sebanyak dua kali. Steve pun tidak bisa melerai Jason sebab dari yang ia tahu mungkin dirinya pun akan melakukan hal yang sekarang Jason lakukan pada Erwin bahkan bisa lebih lagi.


" Kau tahu bukan aku sangat mencintai istri ku?. Tapi kenapa kau membantu Lyra untuk melakukan semua itu pada ku?. Kalian memang ba*jingan, breng*sek." Jason kembali hendak melayangkan bogem mentah nya tapi sayang berhasil di tahan Daddy Leo yang cepat masuk ke dalam kamar itu.


" Sabar Jason!." Daddy Leo melepaskan tangan Jason yang sudah di udara.


Ini lah saat nya untuk menyelesaikan masalah diantara mereka apalagi setelah melihat keseriusan Erwin untuk memperbaiki hubungan nya dengan Jason.


" Semenjak kejadian itu Erwin dan Lyra diamankan oleh kepolisan saat mereka akan berlibur ke Bali. Tapi Daddy minta pada pihak kepolisian yang Daddy kenal untuk membebaskan mereka dan membawa mereka pada kedua orang tua Erwin yang memiliki kekebalan hukum saat itu. Untuk menghukum mereka secara langsung." Daddy Leo belum menceritakan hal itu karena melihat kondisi Jason yang saat itu lebih membutuhkan kesembuhan dari pada kasus seperti ini.


" Awalnya kedua orang Erwin tidak terima kalau harus anak nya ikut terseret karena itu murni kesalahan Lyra yang ada di tempat bersama Jason.Tapi Daddy, Agas dan Pak Anton tidak mau menyerah untuk melepaskan Erwin begitu saja. Dan Akhirnya Pak Anton menemukan seorang pegawai hotel yang melihat Erwin datang dan keluar dari kamar mu sesaat sebelum Lyra yang masuk. Dan membawa pegawai hotel itu pada kedua orang tua Erwin lengkap dengan CCTV hotel." Lanjut Daddy Leo.


" Baru lah setelah nya, Erwin dan Lyra selama kurang lebih lima tahun berada dalam ruang penjara yang berbeda yang sudah Agas dan Pak Anton siapkan untuk mereka. Untuk mengoreksi lebih banyak lagi apa yang sudah mereka lakukan pada mu dan rupanya hanya itu saja. Setelahnya Daddy melepaskan Lyra terlebih dahulu karena tiba-tiba Lyra pingsan dan setelah dibawa ke Dokter Lyra dinyatakan sakit lambung akut. Baru lah Daddy melepaskan Erwin untuk menemani Lyra karena Daddy tahu Lyra sangat membutuhkan Erwin." Pungkas Daddy Leo.

__ADS_1


__ADS_2