Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 85


__ADS_3

Sedangkan disebuah ruang kamar Hotel, Jason dan Soraya saling mencumbu dan saling memberikan sentuhan.


" Sepertinya aku akan sedikit lebih lama tinggal disini " Jason menarik dirinya dari dekapan Soraya.


" Kenapa?, apa ada pekerjaan yang tidak bisa kamu tinggalkan disini? " Soraya bangkit dan memposisikan dirinya duduk diatas pangkuan Jason.


Soraya mengelus garis rahang yang sedang ditumbuhi bulu yang sedikit kasar,"Apa bisa kamu jauh lama dari ku?".


" Sekarang mau tidak mau aku harus jauh dari mu untuk sementara waktu sampai pekerjaan ku disini selesai " Ucap Jason mengelus lembut punggung Soraya yang hanya tertutup kain tipis.


" Tapi kamu janji tidak akan tergoda dengan wanita mana pun selama disini?!".


Soraya menempelkan bibirnya kembali pada bibir Jason dan sedikit bermain disana.


" Hem, bukannya selama ini aku tidak pernah melakukan itu dibelakang mu ".


Soraya mengangguk senang. Karena semenjak mereka mengikrarkan keseriusan hubungan mereka, Jason tidak pernah sedikit pun mengecewakannya. Malah Jason selalu berada disisinya, menunggu dan menemani Soraya melakukan pekerjaannya.


" Tapi...",


Soraya menggntung ucapannya di udara, ketika ia akan bertanya tentang kecantikan yang dimiliki Ayu yang tidak bisa diabaikannya. Walau Ayu sudah memiliki dua anak kembar dan yang pasti sudah bersuami. Tapi itu entah kenapa tidak cukup membuatnya tenang.


" Tapi apa hem... " Jason menempelkan hidung mereka dan sekilas ******* bibir Soraya.


" Moms J!!, bagaimana menurut mu? ".


Jason menghentikan ciumannya kala bibir yang sedang dilumatnya menyebutkan nama yang sedang mati-matian dilupakannya.


" Bukankah Moms J memang terlihat sangat cantik ? " Soraya lanjut bertanya lagi.


Jason mengulas senyum tipis diwajahnya," Cantik!, karena memang semua wanita cantik " Kelakar Jason. Karena tidak ingin terlalu serius menanggapi pertanyaan Soraya. Yang memang tidak bisa dipungkiri Ayu sekarang memanglah lebih terlihat sangat cantik, berisi dan dewasa. Tidak terlihat seperti sudah melahirkan kedua jagoannya, Jack dan John.


" Apa kita bisa melanjutkan permainan tadi " Goda Soraya mendorong tubuh Jason keatas kasur. Ia merangkak naik diatas tubuh kekar Jason yang selalu berhasil menggodanya.


Jason menelan salivanya ketika kedua matanya menatap pemandangan yang sangat indah dihadapannya. Kala Soraya menanggalkan kain tipis dari tubuh indahnya.


.


.


.


Pagi-pagi sekali Bibi Theresia sudah datang berkunjung ke rumah Ayu.


" Selamat pagi semuanya " Sapa Bibi Theresia melihat kearah Jack dan John yang baru saja selesai mandi.


" Selamat pagi Bibi. Mama ada di dapur!"Jack menunjuk arah dapur dan mereka kembali kedalam kamarnya.

__ADS_1


" Ada apa pagi-pagi sekali datang kesini?" Ayu bertanya setelah melihat Bibi Theresia menghampirinya ke dapur. Tapi Ayu tetap fokus pada masakannya.


" Ay, satu minggu ini aku harus pergi ikut bersama suamiku. Ibu mertua ku sedang masuk rumah sakit " Bibi Theresia memberitahu maksud kedatangannya.


" Baiklah tidak masalah, aku akan bisa mengerjakan semuanya. Jack dan John bisa pulang ke kantor. Dan untuk Papa nya anak-anak nanti bisa aku meminta perawat untuk membantu ku " Balas Ayu.


" Jadi Bibi Theresia fokus saja pada kesembuhan Ibu mertua nya. Jangan terlalu memikirkan kami. Dan semoga cepat kembali sehat " Ucap Ayu menyelipkan sepenggal do'a untuk kesembuhan Ibu mertua Bibi Theresia.


" Baiklah aku harus berangkat sekarang " Pamit Bibi Theresia, dan ia juga lupa berpamitan pada Jack dan John yang sudah dianggap seperti putranya sendiri.


Jack dan John mulai menyantap sarapan yang sudah disiapkan Ayu sebelumnya, dan tidak lupa dengan bekal yang cukup banyak untuk dimakan bersama teman-temannya nanti disekolah.


" Nanti bilang sama Pak Santos untuk mengantarkan kalian ke kantor Mama " Ucap Ayu menyudahi sarapannya.


" Lalu Papa? " Tanya John.


" Ini Mama mau menghunungi Dokter Ana, supaya mengirimkan satu perawat untuk menjaga Papa "Ayu memulai obrolannya di telepon. Sekalian Ayu menghubungi Mrs. Stella memberitahu keterlambatannya masuk kantor.


" Baiklah kita bisa sekolah dengan tenang " Jack menimpali dan bersiap hendak menunggu jemputan mereka.


Beberapa menit berlalu, usai Jack dan John berangkat dengan mobil jemputannya. Perawat yang dimintanya baru saja datang. Sebelum ke rumah Ayu, ia sudah diberitahu Dokter Ana apa yang harus dikerjakannya.


Makanya Ayu langsung melajukan mobilnya, setelah sebelumnya menunjukkan kamar James dan menu makanannya pada Noni sang perawat. Karena sudah tiga puluh menit Ayu terlambat datang ke kantor nya.


.


.


.


" Selamat Pagi Mrs. Stella, Mr. Jason " Sapa Ayu pada kedua orang yang menjadi petinggi di perusahaan.


Ayu masih berdiri didekat meja kerja Mrs. Stella karena tidak enak hati jika harus mengusir Jason di depan Mrs. Stella.


" Bagaimana sudah selesai semua urusanmu, Jack, John dan James? " Tanya Mrs. Stella yang memang peduli dengan urusan Ayu.


Telinga dan hati Jason begitu panas mendengar nama James diperbincangkan. Sementara ada dirinya disini. Ayu sudah benar-benar melupakan dirinya, pikir Jason.


" Iya sudah selesai Mrs. Stella, terima kasih " Ucap Ayu tulus.


" Baiklah, aku saja yang meeting dengan klien. Kamu bisa menyiapkan materi untuk meeting berikutnya ".


" Ok siap " Ayu baru menghampirinya meja kerjanya usai Mrs. Stella menutup pintunya rapat.


" Pergilah aku mau bekerja " Ayu meletakkan tas kerjanya di hadapan Jason berharap akan segera pergi dari sana.


Wangi parfum yang sama yang dulu sering digunakan Ayu sehari-hari. Yang menjadi wangi parfum keduanya. Jason memejamkan mata guna menghirup dalam-dalam aroma wanginya untuk beberapa saat.

__ADS_1


" Kapan kita akan bertemu dengan Jack dan John "Pandangan Jason jatuh tepat pada dada Ayu yang berada disampingnya. Yang terlihat semakin berisi.


" Ah sial, pasti James sering memainkannya " Gerutu Jason yang terdengar sangat lirih.


" Apa yang kamu katakan? " Tanya Ayu menatap Jason dengan intens kala Ayu mendengar sedikit Jason menyebutkan nama James.


" Ah tidak aku hanya sedang berpikir saja, kapan kamu akan memberikan adik untuk Jack dan John? ".


" Apa? "Jawab dengan memicingkan sebelah matanya.


" Bagaimana bisa Jason berpikir kearah sana? " Batinnya.


" Mungkin kamu dan Soraya yang akan terlebih dahulu memberikan mereka berdua adik " Jawab Ayu mengalihkan pembicaraan.


" Kenapa tidak kamu saja dan James? " Tanya Jason dengan nada tinggi. Jason tidak bisa mengontrol emosinya setiap mengingat James yang sudah membawa pergi semua miliknya.


" Aku harus bekerja, jadi aku mohon pergilah " Ucap Ayu lemah.


" Baiklah sesuai keinginanmu, aku akan pergi dari hadapan dan hidup mu " Ucap Jason lirih.


" Anak-anak bagaimana? " Tanyanya sebelum benar-benar keluar ruangan.


" Nanti kita akan datang ke sekolah nya!"Jawab Ayu cepat sambil mulai menyalakan layar iPad nya.


Ayu bisa bernafas lega dan menutup wajah dengan kedua tangannya.


.


.


Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:




Cinta Tuan Alex ( Tamat ).




Suami ke dua ( Ongoing ).



__ADS_1


Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 😊🙏.


__ADS_2