
Jason sudah memeluk erat Ayu dengan posisi kepala Ayu yang bersandar pada dada Jason. Malam ini Ayu tidur di kamar Hotel sesuai keinginan Jason supaya bisa mengistirahatkan tubuh yang dirasanya melelahkan.
" Selama Abah sakit. Abah tidak pernah mengaduh dan mengeluh kesakitan. Tapi sekarang dalam tidur pun Abah pasti meringis menahan sakit. Jika saja aku bisa menggantikan Abah untuk menanggung rasa sakitnya, maka aku akan menerimanya dengan senang hati."
Jason dengan cepat menarik dagu Ayu supaya mempertemukan pandangan mereka.
" Kita akan bersama-sama menanggungnya, bukan hanya diri mu saja Baby." Jason mencium dalam bibir Ayu dengan penuh kelembutan.
Ayu pasrah saja kala Jason mencumbu dirinya dengan mesra. Mungkin ini salah satu cara supaya sedikit melupakan kesedihannya sementara waktu.
Dan itu cukup berhasil ketika Ayu balas mencumbu balik Jason dengan tidak kalah mesra dan lembut. Malah sekarang Ayu yang lebih mendominasi jalannya permainan.
.
.
Umi Ita masih terjaga saat sudah jam sebelas malam. Saat itu Mommy Irena sudah tidur di atas sofa karena pasti kelelahan akibat perjalanan jauh mereka di tambah lagi langsung ke rumah sakit menemani Abah dan Umi Ita di sana.
Daddy Leo yang sedang berbicara melalui sambungan telepon dengan seseorang di seberang sana. Tidak berselang lama hanya lima belas menit, Daddy Leo terperanga kala ia masuk kembali ke dalam ruangan ketika Umi Ita sudah menangis tersedu di depan Abah Dapi yang tertidur. Tatapan Daddy Leo dan Mommy Irena beradu, keduanya mendekati Umi Ita sebab mereka takut apa yang dipikirkannya terjadi.
Dan benar saja, Abah Dapi sudah tidak bernyawa lagi. Mommy Irena lantas memeluk Umi Ita yang menangis tergugu menatap Abah Dapi. Daddy Leo memanggil Dokter supaya lebih meyakinkan lagi.
__ADS_1
Pada akhirnya Dokter pun menyatakan kalau Abah Dapi sudah meninggal. Dan Daddy Leo menyerahkan semua proedur pada pihak rumah sakit sampai bisa di bawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.
Umi Ita ingin tegar, menyaksikan sendiri saat Abah Dapi meregang nyawa. Ia pun meminta dan memohon pada Sang Pemilik Kehidupan supaya bisa sehidup semati bersama suami tercinta. Sebab kalau pun ia harus meninggalkan Ayu, Ayu sudah memiliki keluarga utuh yang akan selalu menyayangi dirinya. Berbeda dengan dirinya yang akan menjadi sendiri tanpa Abah, belahan jiwa dan teman hidup yang setia.
.
.
Jason terpaku dengan ponsel yang berada di tangan. Bagaimana dirinya akan mengatakan pada Ayu jika Abah sudah berpulang?. Saat ini Ayu sedang tertidur pulas akibat percintaan mereka yang walau sebentar namun sungguh luar biasa nikmatnya. Itu yang dirasakan oleh Ayu dan Jason saat itu.
Ada perasaan bersalah yang masuk ke dalam hati nya. Kenapa ini harus terjadi saat Ayu tidak berada dekat dengan Abah?. Kenapa juga dirinya harus meminta Daddy Leo supaya membujuk Ayu untuk beristirahat dengan dirinya?. Jika saja Jason tahu tidak akan Jason melakukannya.?.
Ayu begitu damai dalam tidurnya, sepertinya Ayu tidak memiliki firasat apa pun tentang kepulangan Abah tercinta pada Sang Pencipta. Sampai Ayu begitu menikmati tidurnya malam ini tanpa beban dan kesedihan sedikit pun.
Ayu beranjak dari tempat tidur, mengambil ponsel milik suami nya dan mengangkatnya kala Ayu melihat Daddy Leo yang meneleponnya.
" Jason kami pulang duluan ke rumah Umi Ita. Abah Dapi sudah di bawa bersama Ambulan, sebab Umi Ita ingin pemakaman Abah Dapi di lakukan tidak jauh dari rumah mereka."
Bersambung
Sambil menunggu Ayu dan Jason Up lagi, silakan mampir di Novel Author yang lain:
__ADS_1
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( On Going ).
Cinta Karena Perjodohan ( On Going ).
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya berupa Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih banyak.